Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 121 - Dimangsa Alam Rimba


__ADS_3

Perjalanan memakan waktu berhari-hari disertai marabahaya dan rintangan. Setelah sebelumnya dikejar-kejar oleh kawanan buaya rawa, kini mereka dihadapkan oleh persoalan lain. Longsor besar menutupi jalan, timbunan reruntuhan cukup tinggi dan menyebabkan air meluap. Xue Zhan merasakan sebuah kekuatan yang tak wajar dari balik timbunan batu tersebut.


Langkahnya waspada sesekali menoleh ke belakang. Sampai detik selanjutnya jantungnya hampir melompat saat terdengar suara dentuman persis di sampingnya.


Batu besar menggelinding terjun dari dinding curam menuju ke arah Xue Zhan.


"Lari!!" Fenghuang meneriakinya.


Xue Zhan bergelinding saat batu tersebut lewat dan langsung ambil posisi jauh. Batu tersebut mengguncang dinding lain dan reruntuhan berjatuhan kembali.


"Jangan lihat saja, idiot! Kabur!" Fenghuang panik lebih dari Xue Zhan. Bagaimana tidak, seumur hidup dia tak pernah melakukan perjalanan di darat. Seringkali melihat siluman-siluman di jurang ini mati secara massal akibat reruntuhan jurang ini.


Jurang Penyesalan memiliki iklim buruk serta potensi bencana besar, sungai yang sering meluap, udara dingin seperti es, sekalinya cuaca cerah bisa berlanjut hingga kemarau berbulan-bulan. Salah satu alasan mengapa Jurang Penyesalan ini ditakuti adalah bunyi-bunyi reruntuhan yang sering terjadi dan menimbulkan suara aneh di atas jurang.


Fenghuang bertambah makin panik. Dia seperti melihat kiamat di belakang Xue Zhan. Dalam posisi diikat yang dapat dilakukannya hanya menyaksikan jurang raksasa itu mengamuk. Dinding jurang longsor, reruntuhan raksasa berjatuhan menghantam dasar jurang dan membelah arus sungai.


Retakan di tanah mengejar langkah Xue Zhan dari belakang. Sebelumnya Xue Zhan bisa mengambil jalur perjalanan di atas tapi sekarang dinding itu mulai longsor. Energi kekuatan mistis di dalam Jurang Penyesalan meningkat pesat dari yang Xue Zhan tahu.


Burung-burung hitam yang bersarang di tempat itu terbang di atas kepala mereka untuk melarikan diri, ratusan siluman ikut berlari. Mereka tertinggal paling belakang dan masih dikejar oleh gelombang air sungai yang semakin tinggi seperti tsunami.


"Itu kaki atau alang-alang?! Lamban sekali. Lari lebih cepat lagi, batu-batu itu akan mencium bulu pantatku idiot!"


"Diam! Kau-" Xue Zhan merunduk saat batu besar melayang ke arahnya. "Kau membuatku tidak bisa berkonsentrasi!" geramnya tambah panik. Tak diduga Fenghuang juga bisa panik.


"Kenapa tempat ini seperti sedang mengamuk?!"

__ADS_1


"Kau tidak tahu? Kita sudah memasuki kawasan Air Terjun Panas. Kekuatan di tempat ini bisa mengubah cuaca dan membunuh ratusan siluman dalam sekali waktu. Kalau kau tidak mau mati hari ini sebaiknya pikirkan cara untuk selamat dari amukannya."


Ini memberikan alasan mengapa Xiang Yi Bai bisa bertambah kuat sangat cepat. Bahaya yang dimiliki Air Terjun Panas sebanding dengan apa yang ditawarkannya. Tapi Gurunya itu tak mengatakan apa-apa soal bahaya di tempat ini dan dia terus mengumpati gurunya dalam hati.


Kadal raksasa di belakang Xue Zhan juga melarikan diri dari bencana itu, tapi dia masih sempat-sempatnya ingin memangsa Xue Zhan sebelum mati.


"Guru!!"


"Banggakan lagi gurumu yang tak berotak itu!"


Di tempat lain seorang laki-laki berjubah putih bersin, arak di tangannya hampir tumpah. Dia mengernyit.


"Dengan siapa murid bodoh itu menggunjingku?"


"Ah iya ... Aku lupa memberitahu soal bahaya di kawasan Air Terjun Panas itu. Ah, biarkan saja. Biar dia memikirkannya sampai botak. Hahaha."


Di tempat lain Xue Zhan merasa kakinya akan lepas. Fenghuang membuka paruh, sebuah cahaya merah muncul di dalam mulutnya kemudian melesat kencang ke arah kadal tersebut.


Hanya kekuatan kecil itu yang bisa dikeluarkannya untuk sekarang, Fenghuang menahan sakit. Namun cara itu berhasil. Kadal raksasa kehilangan keseimbangan karena matanya diledakkan oleh kekuatan api milik Fenghuang. Karena buta sesaat pandangannya tertutup dan siluman itu menabrak batu. Malang nasibnya, kadal itu tergelincir dan dilahap oleh reruntuhan batu yang masih berjatuhan di dinding jurang.


Luapan air sungai semakin surut. Xue Zhan menyadari mereka telah menjauh dari tempat penuh marabahaya itu. Dia segera mencari tempat untuk kembali memanjati dinding sebelum siluman di depannya mulai memangsa satu sama lain seperti yang sudah-sudah.


"Jangan berhenti. Air Terjun Panas itu sudah tak begitu jauh. Kalau kau mau berlama-lama di sini kau tak akan selamat. Ada ribuan siluman yang kabur ke tempat ini saat bencana datang."


Fenghuang benar. Ketika Xue Zhan memperhatikan sekali lagi ke sekelilingnya, bukan hanya siluman yang baru datang saja, tempat ini sudah sejak awal dihuni oleh banyak siluman lain beraneka jenis. Bahkan yang paling terkuat mungkin bersemayam di tempat ini.

__ADS_1


"Bagaimana caranya aku melewati tempat penuh pemangsa seperti ini?"


"Hanya ada satu cara." Fenghuang yakin sekali sampai-sampai Xue Zhan serius mendengar.


Dari segala arah puluhan pasang mata liar mulai menyerbu ke arah mereka. Beberapa bahkan mulai membunuh satu sama lain. Xue Zhan berkeringat dingin.


"... Yaitu yakin. Lari atau mati!"


"Yang benar saja!" teriak Xue Zhan. Kakinya hampir patah sebelumnya, kali ini mungkin akan patah sungguhan. Dia menerobos kerumunan siluman, menggocek sana-sini, berteriak histeris, berlari seperti orang kerasukan dan berteriak histeris lagi.


Pengalaman itu tak akan Xue Zhan lupakan seumur hidup. Dia melihat ribuan siluman berkumpul di satu tempat sama dan masing-masing memiliki level kekuatan berbeda. Bahkan ada yang memiliki kemampuan berbicara seperti manusia. Siluman sendiri memiliki keunikan dibandingkan binatang pada umumnya.


Siluman memiliki kekuatan spiritual, semakin lama siluman itu hidup semakin besar kekuatannya. Kekuatannya dia dapatkan dari memangsa siluman lain, mengumpulkan kekuatan dan bertarung. Ada beberapa tahapan dari siluman yang membuatnya semakin berbeda dari binatang biasa.


Setelah seekor siluman mencapai tahap tertinggi, kemampuan kognitifnya juga ikut berkembang dan membuatnya lebih pintar dibandingkan yang lain. Tingkat selanjutnya dia dapat menguasai bahasa manusia, mengubah wujudnya menjadi benda atau manusia dan bahkan hidup berjuta-juta tahun menandingi kekuatan langit.


Sama seperti manusia, siluman dapat menjadi tak terkalahkan karena mereka memiliki kekuatan. Namun kebanyakan tak bertahan lama karena seleksi hukum alam. Antara mati dibunuh siluman lain atau terbunuh oleh manusia.


Puas mengumpat sepanjang jalan, Xue Zhan akhirnya masuk ke sebuah jalan rahasia yang ditunjukkan Fenghuang. Dia bisa menarik napas sejenak setelah berlari tanpa henti. Akar menggantung di pintu masuk menghalangi pandangannya.


Xue Zhan menyingkirkan akar-akar itu, seketika cahaya terang membuat matanya silau. Saat matanya mulai bisa beradaptasi dengan cahaya itu Xue Zhan lagi-lagi dibuat terpana dengan pemandangan di depannya.


"Ini ..."


**

__ADS_1


__ADS_2