Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 21 - Tanah Tanpa Nama


__ADS_3

Sungai Ning, Utara Kekaisaran Feng. Tempat yang dihuni oleh sekelompok rakyat pedesaan, kebanyakan dari mereka adalah nelayan atau petani biasa. Perekonomian di sana tak bisa dikatakan bagus. Mereka dipimpin oleh seorang kepala suku yang sudah tua renta, jika dilihat sekilas memang hanya seperti sebuah desa biasa. Sedikit kumuh dan miskin.


Namun meski demikian, tanah itu memiliki keindahan alam yang nyaris sempurna. Dilindungi oleh puluhan bukit dan di depan mereka pemandangan laut lepas terbentang indah bersama karang dan kekayaan alam melimpah ruah.


Kecantikan kadang bisa membunuh. Pedalaman itu menyimpan marabahaya mematikan. Orang-orang di sana mungkin terlihat kumuh dan miskin, tapi mereka sering membuat jebakan dan mengembangbiakkan serangga beracun. Untuk membunuh pendatang asing ke tempat mereka.


Di pedalaman Utara terdapat sebuah pemukiman yang diasingkan, bukan oleh peraturan atau kebijakan pemerintah di tempat tersebut. Namun karena sebuah mitos yang mengatakan bahwa tanah itu adalah tanah bekas perang yang memiliki sejarah berdarah. Tak jarang pengunjung yang datang mati tanpa sebab, bisa sambil berdiri atau mati kedinginan dengan mata melotot.


Tak ada yang mampu menjelaskan apa yang menjadi dalang di balik misteri tanah tersebut. Barangkali hantu yang bersemayam di sana mampu mematikan orang-orang, tapi dibilang begitu pun tak ada yang bersaksi bahwa mereka pernah melihat hantu di sana. Tanda tanya itu tetap tak terjawab setelah berpuluh-puluh tahun lamanya.


Di balik itu sempat terdengar isu yang mengatakan bahwa Kaisar sengaja menghiraukan tanah tersebut dan bahkan memberikan perlindungan lebih untuk mereka. Tak jarang terlihat penjaga khusus berpatroli di sana.


Dua kali penyerangan yang terjadi di tanah tanpa nama Utara Kekaisaran Feng memang terdengar sedikit aneh. Namun kebanyakan orang beranggapan bahwa tempat itu adalah tempat termudah untuk diserang, mengingat tanah itu mungkin termasuk yang terbuang karena tidak pernah terlihat adanya interaksi antara Kaisar dengan penduduk di sana.


Namun, bagi Xue Zhan, penyerangan itu adalah pertanda bahaya untuk Kekaisaran Feng. Mereka tidak akan pernah berhenti menyerang sebelum mendapatkan sesuatu yang mereka incar.


Ketika itu, tampang Kang Jian yang biasa sangat santai berubah serius.


"Jangan katakan ini semua tentang Batu Elemen Penguasa Bumi?"


Jiazhen Yan yang setengah tertidur sontak terbangun dalam posisi duduk, mengamati Kang Jian ragu.

__ADS_1


"Mana mungkin. Batu Elemen Penguasa Bumi adalah sesuatu paling berharga yang dimiliki sebuah Kekaisaran dan mereka akan melindunginya sekuat tenaga. Menempatkannya ke suatu desa terpencil dan minim penjagaan bukanlah keputusan tepat."


"Batu Elemen Penguasa Bumi?" Xue Zhan tertahan di bagian itu. Kang Jian menjelaskan sesingkat mungkin, sebelum menyangkal argumen Jiazhen Yan.


"Batu Elemen Penguasa Bumi adalah salah satu pusaka terhebat yang tersebar di lima negara. Mereka memiliki kekuatan elemen yang sangat hebat sekaligus menakutkan, karena itu kekuatan tersebut disegel dalam sebuah pusaka yang tersebar, jika suatu Kekaisaran kehilangan benda itu sama saja seperti pemimpin mereka telah terbunuh. Itu adalah kondisi yang sangat gawat."


Kang Jian masih menyambung penjelasan, "ini mungkin menjadi jawaban mengapa Kaisar Li sampai memberi misi rahasia kepada kita. Misi ini adalah misi darurat dan mungkin masuk dalam level tinggi, kalian harus berhati-hati," tuturnya menyelipkan peringatan serius sebelum menambahkan.


"Di sisi lain, Kaisar Li tak ingin musuh curiga saat dia mengirimkan orang-orangnya ke Utara. Apalagi sampai menyelidiki mata-mata mereka. Mengirimkan kita adalah keputusan terbaik. Karena dibanding berpikir kita adalah mata-mata, mereka justru lebih percaya bahwa kita hanya bala bantuan biasa."


"Dan tentang keraguanmu terhadap Batu Elemen Penguasa Bumi itu, apa menurutmu masuk akal di serangan pertama Taring Merah gagal menghancurkan desa pedalaman itu? Seharusnya ini bukanlah hal sulit, mereka bisa membumihanguskannya jika mau. Kaisar Li bukanlah orang yang berpikir secara logika. Dia menempatkan pusaka terhebat itu di desa terpencil, selama bertahun-tahun dan menyebarkan rumor mengerikan agar tidak ada yang mendekati wilayah tersebut."


Dibandingkan Kekaisaran lain, Kekaisaran Feng jauh lebih hebat dalam menyembunyikan pusaka tersebut. Nyaris tak ada penyerangan berarti selama seratus tahun terakhir. Namun pengawasan terhebat sekalipun tak akan ada artinya jika musuh yang mereka hadapi adalah Taring Merah.


Kang Jian menjentikkan jari, kini mereka sampai pada benang merahnya. Inti dari semua teka-teki dalam misi tersebut.


"Sang Perantara. Target yang akan membawa kita kepada titik awal serangan ini. Hong Yen."


Sekarang semuanya sudah jelas. Dugaan Xue Zhan menghadirkan banyak kemungkinan yang saling berhubungan, Kang Jian tersenyum tipis ketika melihat Xue Zhan masih berpikir serius sambil melipat kedua tangan di dada.


"Aku punya satu pertanyaan lagi sebenarnya ..."

__ADS_1


Jiazhen Yan yang sudah lebih dulu kebakaran otak menyahut setengah menyolot, "Heh cumi-cumi, berhenti mengajak berpikir malam-malam."


"Diam kau belut."


Kang Jian tertawa kecil, "Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Apa yang akan mereka lakukan dengan Batu Elemen Penguasa Bumi itu?"


Kang Jian tidak bisa berbohong, dia juga tidak memiliki jawaban atas pertanyaan yang terlampau jauh dari jangkauannya itu. Namun Xue Zhan pasti melihat sesuatu dari pertanyaan yang baru saja dilontarkannya. Dia memilih membalikkan pertanyaan untuk melihat lebih dulu dugaan muridnya, "Menurutmu sendiri kenapa?"


"Aku membayangkan mereka menyatukan kelima Batu Elemen dan menciptakan sesuatu ... Yang lebih mengerikan dari kekuatan satu batu elemen."


Kang Jian menelan ludah. Jiazhen Yan lagi-lagi membuka mata dan menyelepetnya. "Jangan mengada-ada, satu batu elemen saja bisa bikin kiamat! Apalagi kelimanya disatukan!"


Sejenak tenggelam dalam pikirannya sendiri, Kang Jian menanggapi, perlahan wajahnya bertambah buruk, "Xue Zhan mungkin benar, itu bisa saja terjadi."


Namun percuma, selama menjadi murid pun Kang Jian tidak mendapatkan informasi banyak tentang lima batu elemen tersebut. Keberadaan mereka sengaja ditutup-tutupi dan bahkan dibuat seolah-olah sebuah mitos penuh bualan semata. Agar tidak ada yang mengincar benda itu, jika hal itu terjadi dan dilakukan oleh kelompok penjahat berbahaya seperti yang terjadi di Kekaisaran Feng sekarang, tentu akan menjadi mimpi buruk bagi mereka.


Setelahnya, mereka memilih tidur dan bersiap untuk esok hari.


Kang Jian tidak bisa tidur karena percakapan terakhir mereka, Xue Zhan sendiri memilih pergi ke atap untuk melatih pernapasannya, sementara Jiazhen Yan berpura-pura tidur.

__ADS_1


Ini akan menjadi musuh terberat untuknya dan Xue Zhan. Setelah berlatih keras satu tahun dan nyaris membuat tulang mereka patah, Jiazhen Yan sampai di titik di mana dia akan merasakan pertarungan sebenarnya. Melawan musuh sungguhan yang lebih kuat darinya.


Besok ada penentuannya. Mereka akan langsung berangkat ke Sungai Ning.


__ADS_2