Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 113 - Dimensi Terbalik


__ADS_3

Suara burung camar terdengar dari kejauhan di saat Xue Zhan berkonsentrasi bermeditasi untuk menetralkan racun di dalam tubuh, entah hanya khayalannya saja tapi mana mungkin ada laut di dalam jurang tersebut. Terdengar tidak mungkin, tapi saat Xue Zhan semakin fokus mulai terdengar suara ombak yang begitu pelan.


Satu hari berlalu sangat lambat, Xue Zhan memegang dada kesakitan. Dia kembali memuntahkan darah yang amat banyak berisi racun yang telah berubah warna karena bercampur darah yang telah menghitam akibat reaksi yang ditimbulkan dari racun berbahaya tersebut.


Kakinya lemah dan sulit untuk digerakkan meskipun demikian Xue Zhan memaksa tubuhnya bangun jika tidak dia akan kehilangan seluruh tenaga dalamnya dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya dari sekarat di tempat ini. Langkahnya terguncang beberapa saat dan Xue Zhan jatuh bersimpuh dengan kedua tangan menopang bobot tubuh.


Darah kembali mengucur dari hidung dan mulut pemuda itu dan kali ini hanya sedikit karena Xue Zhan kehilangan begitu banyak darah sejak semalam. Racun tersebut mengandung zat yang dapat menyerang sel darah merah dan mengubah darah tersebut menjadi racun berwarna hitam. Hanya tersisa sedikit dari darahnya yang belum tercemar.


Karena kekurangan darah mata Xue Zhan mulai berkunang-kunang dan pening mulai melanda kepalanya yang mulai berdenyut kesakitan. Dia tak sengaja tersandung sebuah batu ketika memaksa berjalan dan membuatnya terjatuh dengan kepala menghantam tanah lebih dulu.


"Dari kemarin sial terus. Arrghh!" Xue Zhan mulai frustrasi dengan apa yang dihadapinya sendirian tanpa bantuan Xiang Yi Bai. Dia tidak terbiasa bertahan hidup sendirian. Sedari kecil lagi dia diasuh oleh kakeknya, lalu bertemu dengan Kang Jian, setelah itu Xiang Yi Bai. Selalu ada sosok yang mendampinginya. Namun sekarang Xue Zhan tak punya tempat untuk mengadu lagi. Mana mungkin dia mengadu dengan siluman. Didengar tidak, diserang iya.


Seberkas cahaya terang menusuk bola matanya hingga Xue Zhan terpaksa memejamkan mata beberapa detik untuk beradaptasi lagi dengan cahaya setelah belasan jam berada di tempat gelap. Dia menatap ke depan dan melihat bekas longsor dan derasnya anak sungai yang berada di tengah-tengah jalan jurang. Beberapa siluman mati mengenaskan tertimpa reruntuhan dan bahkan sebagian ada yang masih hidup dengan tubuh terjepit bebatuan.


Kepala Xue Zhan menoleh ke kanan dan kiri memastikan tidak ada marabahaya yang akan mengincarnya, dia berjalan ke arah sungai untuk meminum air. Napasnya perlahan teratur, tapi masih ada rasa sakit yang terus menggerayangi tubuhnya dan memaksanya untuk kembali melakukan meditasi. Sebelum itu Xue Zhan mencari makanan terlebih dahulu untuk menambahkan kembali energinya yang telah hilang.


Dia bergerak pelan dan hati-hati, ada beberapa siluman yang masih hidup berkeliaran di sekitar. Xue Zhan mengikuti arus sungai yang tanpa sadar mengantarkannya pada sumber suara burung camar dan ombak, langkahnya perlahan-lahan menuju ke sebuah celah tipis yang hanya muat untuk tubuhnya sendiri.


Dia menyamping, berharap dinding tebal jurang tidak tiba-tiba bergeser dan membuatnya penyet di sana. Bisa saja kesialan konyol itu menimpanya, Xue Zhan sudah mulai terbiasa dengan itu.


Sesaat angin kencang membuatnya terhenti, udara pengap di sepanjang celah yang lumayan jauh itu berganti dengan aroma sejuk angin laut. Xue Zhan mempercepat langkah dan ketika sampai di satu tempat terasingkan di Jurang Penyesalan matanya berbinar-binar.

__ADS_1


Tempat itu layaknya dimensi lain dari dunia dan bahkan kebalikan dari Jurang Penyesalan. Di dalam dinding jurang terdapat satu goa raksasa yang disinari oleh cahaya matahari dan di sekelilingnya dipenuhi oleh aliran air laut yang berombak tipis mengalunkan irama menenangkan. Dedaunan kuning kering khas musim gugur jatuh di bawah satu-satunya pohon yang hidup di tengah-tengah laut di dalam goa itu.


Ada jalan setapak berbatu yang langsung mengantarkannya pada pohon raksasa di tengah laut biru tersebut. Xue Zhan sama sekali tak merasakan curiga dan langsung berjalan mendekati pohon, justru ada perasaan tenang dan nyaman yang dihadirkan oleh pohon tinggi raksasa itu.


Ketika melihat kanan kiri permukaan laut di sekitarnya seperti taburan berlian yang menyilaukan. Xue Zhan lagi-lagi terpana. Hingga langkahnya terhenti di bawah akar pohon dan dia menengadah melihat seekor burung lumayan besar bertengger di sana, memperhatikannya tanpa bersuara.


Sontak Xue Zhan terkejut dan mulai menerka-nerka. Siluman itu begitu tinggi dan anggun, sayap dan bulunya jauh lebih berkilau daripada berlian.


Matanya biru dan bersinar megah. Dia adalah makhluk misterius yang menyelamatkannya saat diserang Ratu Ular tempo lalu.


"Kau ..."


Burung Phoenix dalam mitologi kuno itu merupakan simbol dari Matahari. Matahari terbit, mati dan terlahir kembali, begitu pun dengan Phoenix.


Legenda kuno itu juga mengisahkan sebuah burung ajaib yang bercahaya merah keemasan yang hidup selama beberapa ratus tahun sebelum mati terbakar. Kemudian burung tersebut terlahir kembali dari abu, untuk memulai kehidupan baru yang panjang.


Simbolisme yang kuat tersebut merupakan motif dan gambar yang masih digunakan secara umum hingga sekarang dalam budaya dan cerita rakyat yang beredar di Kekaisaran Diqiu.


"Apa kau yang menyelamatkanku hari itu?"


Xue Zhan berusaha berbicara walaupun bibirnya kelu, keangkuhan siluman itu membuatnya kikuk. Benar saja, Phoenix itu tak ubahnya patung. Tidak ada jawaban. Hanya tatapan tajam nan mematikan sedang mengarah padanya. Melihat paruhnya yang berkilat saja Xue Zhan waspada tiba-tiba paruh itu mengoyaknya.

__ADS_1


Burung legendaris Phoenix memiliki ukuran yang besar. Berwarna merah, hijau hingga keemasan, dia juga sering dikaitkan dengan matahari terbit dan api.


Bagaimana Xue Zhan tidak terpana melihat jenis burung yang ditemuinya di tempat menakjubkan ini. Dia sering membaca kisah legenda dan tak percaya akan menyaksikan sendiri keberadaan legenda tersebut. Legenda Burung Phoenix yang Agung.


Burung Phoenix melambangkan banyak hal beberapa di antaranya adalah kelahiran kembali dan keabadian, dalam sebuah kisah diceritakan bahwa ketika ia merasa umurnya sudah tidak lama lagi, burung ini akan membuat sarang dengan kayu dan membakarnya hingga terbakar menjadi debu. Dari tumpukan abu tersebut, Phoenix baru terlahir kembali. Mereka mampu hidup selama 500 tahun sebelum kemudian bangkit kembali.


Pantas saja sejak tadi Xue Zhan mencium aroma kayu-kayuan yang harum. Dalam kisah yang dia baca, burung ini tidak memakan buah, melainkan kemenyan dan gusi aromatik. Xue Zhan sendiri memiliki ketertarikan dengan hewan-hewan mitologi seperti Phoenix jadi tak heran dia bisa tahu banyak.


Karena begitu terpananya Xue Zhan sampai tak menyadari bahwa burung itu mulai terganggu dengan kehadirannya. Walaupun belum menyerangnya tapi tampaknya Phoenix itu akan melakukannya beberapa saat lagi jika Xue Zhan terus menatapnya lekat-lekat.


"Hei, kau tidak bisa bicara ya? Kalau begitu ... Aku ingin menyampaikan terima kasih karena sudah menolongku waktu itu. Aku begitu yakin itu adalah kau. Berkatmu nyawaku terselamatkan. Kau memang burung yang sangat menawan dan juga baik."


Terjadi sesuatu, Phoenix itu memalingkan muka dan hanya sedikit respon itu saja Xue Zhan kembali terpana.


Alasan mengapa Xue Zhan langsung bisa mengenali Phoenix ini juga karena dia sering melihat patung burung Phoenix Istana Kekaisaran Feng dan Diqiu atau kuil yang dijaga oleh burung tersebut. Adapula yang mengatakan bahwa air mata Phoenix memiliki kekuatan penyembuhan yang besar.


Karena begitu banyaknya hal yang dia pikirkan tentang Phoenix Xue Zhan sampai tersentak kaget dari lamunannya ketika akhirnya suara dari Phoenix itu keluar, dia mampu berbicara seperti manusia biasa.


"Aku tidak peduli soal kau. Angkat kaki dari tempat suci ini. Darah iblismu mengotori singgasanaku."


Usiran yang singkat, halus tapi juga menohok. Xue Zhan ingin menarik kata-katanya sebelumnya. Phoenix yang menawan dan baik? Siluman itu berbicara lebih pedas daripada si Monster Tua yang gila mabuk-mabukan itu.

__ADS_1


__ADS_2