Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 191 - Pertempuran di Pelabuhan Kota


__ADS_3

Namun, sebelum Xue Zhan bisa memulai serangan, seorang pendekar Topeng Silang Hitam tiba-tiba muncul di antara mereka berdua. Dengan lincah, dia melepaskan serangan pedangnya dan menangkis Xue Zhan dengan gesit.


Deng Yuan sempat tersenyum dengan tindakan anak buahnya, memanfaatkan kesempatan ini untuk meloloskan diri dari serangan Xue Zhan. Pendekar Topeng Silang Hitam tersebut tertawa mengejek, dan Xue Zhan mulai kesal karena dia kini dikepung oleh banyak pendekar musuh dari berbagai sisi.


Dalam keadaan seperti itu, Xue Zhan memutuskan untuk mengambil risiko dan menyerang dengan serangan yang lebih agresif. Tiba-tiba Deng Yuan melemparkan bom peledak ke arahnya. Bom peledak itu meledak dengan suara keras, menghancurkan sebagian besar area sekitarnya.


Di saat yang sama Xue Zhan memanfaatkan kekacauan tersebut untuk bergerak cepat dan menghindari serangan musuh, Xue Zhan masih mengejar Deng Yuan. Dia melompat dan mengayunkan pedangnya dengan cepat, dengan tujuan mengenai bagian tengah tubuh Deng Yuan. Namun, Deng Yuan berhasil menghindari serangan ini dengan bergerak cepat ke samping dan kemudian membalas dengan serangan pedangnya.


Musuh tak henti-hentinya mengejar Xue Zhan, pendekar Topeng Silang Hitam lainnya mulai lagi mengepungnya dari semua sisi. Xue Zhan merasa terpojokkan dan kesulitan untuk menghindari serangan mereka yang tidak ada hentinya, dia harus mencari cara untuk keluar dari situasi ini atau jika tidak situasinya akan semakin buruk.


Seperti perkiraannya pertarungan menjadi sangat sulit karena adanya Deng Yuan.


Deng Yuan memunculkan diri dengan memutar senjata di atas kepala dan menghentakkan ujungnya di kayu jembatan.


"Harimau Menghancurkan Gunung!" teriak Deng Yuan.


Gerakan dasar dari salah satu perguruan Kekaisaran Feng menjadi begitu berbahaya di tangan Deng Yuan. Membuat tanah bergetar dan permukaan air bergelombang. Sebelum mengenainya Xue Zhan melepaskan serangan yang tidak kalah dahsyat.


"Tapak Dewa Penghancur!"


Hempasan angin membuat air bergetar kencang. Kedua kekuatan meledak di tengah-tengah, tanpa ada satu pun yang terluka di antara mereka. Keduanya saling berdiri berhadapan dengan amarah.


Xue Zhan memperhatikan gerakan Deng Yuan dengan hati-hati, mengantisipasi setiap langkah berikutnya yang akan diambil oleh lawannya. Deng Yuan terus menyerang dengan gerakan yang sulit diprediksi, dan Xue Zhan memutuskan untuk bergerak dengan cepat, berputar ke samping untuk menghindari serangan berikutnya.


Tak disangka Deng Yuan mengambil langkah ke depan dan mengejutkan Xue Zhan dengan serangan mendadak, dia memutar kaki di atas jembatan. Memaksa Xue Zhan untuk melompat. Laki-laki itu menatap nyalang di bawahnya, bersiap menyerang saat Xue Zhan mendarat. Pemuda itu menapakkan kaki ke bahu Deng Yuan, lalu mundur dengan cepat.

__ADS_1


Deng Yuan memerah murka. "Berani-beraninya menjadikan ku batu pijakan-!?"


"Salah sendiri menyosor ke bawah kaki orang, dijadikan taplak malah marah-marah, aneh."


Deng Yuan menggeram menggenggam erat senjatanya, bergerak dengan lebih liar kali ini. Xue Zhan terpaksa bertahan beberapa detik dari serangan lawan, dia dengan cepat berputar dan melompat ke belakang saat Deng Yuan meluncur ke depan dengan gerakan cepat dan tajam.


Pertarungan imbang. Xue Zhan dengan cepat memikirkan strategi baru dan mencoba menemukan celah dalam pertahanan Deng Yuan, dia tidak bisa terus berlama-lama. Deng Yuan terus menyerang dengan lebih banyak kekuatan dan dengan mudah menghindari serangan Xue Zhan.


Xue Zhan tahu dia tidak bisa bertahan terus-menerus, tetapi dia kesusahan menemukan celah untuk menyerang. Mereka sama-sama memiliki pertahanan dan insting kuat dalam bertarung.


Namun setelah beberapa menit pertarungan sengit, Deng Yuan mulai kelelahan dan membuat kesalahan yang fatal.


Xue Zhan dengan cepat memanfaatkan kesempatan itu dan menyerang dengan kecepatan dan kekuatan penuh. Deng Yuan terpaksa mundur, tetapi serangan pedang Xue Zhan tidak berhenti. Dalam beberapa detik, Xue Zhan berhasil melumpuhkan Deng Yuan dan menjatuhkannya ke tanah.


Xue Zhan berhasil mengenai Deng Yuan dengan telak. Darah dan keringat menetes dari tubuh lawannya. Xue Zhan mendapatkan kesempatan untuk menghabisi laki-laki itu.


Namun tiba-tiba, suara anak kecil yang menangis memecah konsentrasinya. Xue Zhan refleks menoleh ke arah suara dan melihat seorang pendekar Topeng Silang Hitam menahan seorang anak kecil dengan pedang di lehernya. Pendekar itu menatap Xue Zhan dengan tatapan tajam dan meminta agar dia menyerahkan pedangnya.


Xue Zhan terdiam. Dia tidak ingin membiarkan anak kecil itu dibunuh dan dia juga tidak bisa melepaskan pedangnya. ini seperti sebuah perangkap yang membuatnya tidak bisa bergerak ke mana-mana.


Saat itu, Xue Zhan terlambat menyadari bahwa dari arah belakang, Deng Yuan bangkit dan hendak menebas kepalanya. Xue Zhan berbalik badan, menghindar dan menendang Deng Yuan ke tepi pelabuhan. Dia harus segera menyelamatkan anak itu.


Saat itu, anak kecil itu berteriak ketakutan. Xue Zhan mengeluarkan sepuluh cakram dari balik jubahnya dan langsung mengincar orang-orang di depannya.


Pendekar Topeng Silang Hitam yang terkejut dan saat itulah Xue Zhan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelamatkan si anak kecil dengan memotong tangan pendekar yang menahannya.

__ADS_1


Xue Zhan melompat ke sisi lain jembatan bersama anak kecil.


Semua orang tertegun melihat situasi di jembatan pelabuhan berbalik, Xue Zhan terpojokkan. Pendekar Topeng Silang Hitam mulai perlahan mengerubungi Xue Zhan dan dia mundur waspada.


Deng Yuan bangkit sambil tertawa-tawa beringas.


"Aku tak akan melepaskanmu kali ini."


Xue Zhan menggenggam tangan anak kecil di sebelahnya erat sambil mengarahkan pedang ke arah musuh. Dia tidak bisa bergerak banyak karena harus melindungi anak kecil di sebelahnya. Situasinya terpojokkan.


Hingga dari arah belakang terdengar suara ketus dan datar, menggema di seluruh penjuru.


"Apa kalian hanya akan menonton dan tidak membantu?"


Xue Zhan menoleh ke belakang dan matanya terbuka sesaat. Sosok itu adalah Xiao Rong, dia mengenakan jubah hitam. Matanya hitam pekat menyimpan kegelapan, kulitnya yang putih pucat seolah tidak pernah terkena sinar matahari. Dan jubah hitam lebarnya menutupi tubuhnya seperti bayangan yang menakutkan.


seketika ratusan prajurit berkumpul di belakang Xue Zhan, Xiao Rong berdiri dengan tenang, tanpa ekspresi wajahnya. Dia melihat sekeliling, mengamati situasi di sekitarnya dengan cermat. Pemuda itu tampak seperti tidak terpengaruh oleh situasi yang tengah terjadi.


"Biar aku yang menghabisi pemimpin mereka," ucap Xue Zhan dengan suara berat agar Xiao Rong tidak menyadari itu dirinya. Pemuda itu tidak menjawab dan malah seperti mengabaikannya.


Suasana di pelabuhan semakin panas ketika ratusan prajurit Kekaisaran Feng bertarung melawan ratusan pendekar Topeng Silang Hitam. Pedang dan senjata-senjata lain saling bertabrakan dan menghasilkan suara berdentingan yang bergema di sekitar. Darah segar menetes di tanah dan bau amis menjadi semakin kuat di udara.


Xiao Rong memimpin pasukan Kekaisaran Feng ke dalam pertempuran. Kekuatan kegelapan melingkupi seisi pelabuhan seperti bayangan hitam raksasa, musuh-musuhnya tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik karena mereka segera tewas oleh pemuda bermata hitam pekat itu.


Sementara itu, Xue Zhan berhadapan dengan Deng Yuan dalam duel yang lebih imbang. Deng Yuan memutar-mutar senjatanya di udara, menghempaskan angin tajam ke arah Xue Zhan. Xue Zhan merespons cepat, menghindari angin tidak berwujud sambil mengejar ke arah musuh.

__ADS_1


__ADS_2