Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 123 - Iblis dari Gunung Qin


__ADS_3

Segel kedua belas kembali terbuka. Xue Zhan menelan ludah. Iblis itu menyeramkan, dia tidak seperti yang Xue Zhan bayangkan sebelumnya. Akalnya licik dan pintar memainkan perasaan lawan bicaranya hingga Xue Zhan sempat berpikir iblis itu sedikit baik karena ingin menolongnya. Rupanya dia jauh lebih licik, dia akan melakukan segala cara untuk menghancurkan dunia manusia dengan menggunakan tubuh Xue Zhan.


Xue Zhan menatap kedua tangan membayangkan dirinya akan merenggut nyawa semua manusia termasuk guru dan temannya. Iblis Dosa pernah mengatakan bahwa yang menghancurkan segel itu bukan dirinya, tapi Xue Zhan sendiri. Energi negatif di dalam dirinya termasuk emosi, hasrat dan kekuatan dapat membuat mantra segel terlepas. Xue Zhan mengepalkan kedua tangan sambil berkata lantang pada Iblis Dosa.


"Apa pun yang terjadi aku akan menahanmu dari kebangkitan, meski harus menyeretmu bersamaku ke dalam neraka."


**


"Aku tak mendapatkan jawabannya."


Seseorang dalam jubah hitam serta topeng rubah merah berhenti menatap ke depan, tangannya memegang pedang yang masih meneteskan darah segar, terdengar dari nada suaranya, dia begitu putus asa dan hampa.


Lelaki berpakaian serba putih dan wajah yang sangat tampan tersenyum sedetik, pandangannya turun menatap sosok tersebut sembari menjawab pertanyaannya.


"Kau belum menemukannya. Sebentar lagi ... Saat kau melenyapkan mereka satu per satu, kau akan segera mendapatkannya. Aku berjanji padamu."


Lelaki berjubah putih berjalan pelan dan memeluk hangat sosok tersebut seperti seorang ayah. "Aku akan membantumu mencapai tujuanmu."


*


"Sudah tiga tahun semenjak matinya iblis itu dan dunia tidak pernah tenang. Selalu ada gejolak, memberi teror untuk semua orang. Sebenarnya apa yang dilakukan iblis itu? Apakah dia masih hidup?!" Kaisar Ziran menghantamkan kepalan tinju di sisi kursi singgasana. Intonasinya naik drastis, kali ini seorang prajurit utusan telah kembali hanya sendirian padahal seharusnya dia membawa 20 orang lebih bersamanya.


Prajurit itu terluka parah, lehernya terluka sampai memperlihatkan daging putih tapi dia masih bisa berbicara walaupun tersendat-sendat.

__ADS_1


"Ya-yang Mulia ... Me-mereka bilang ... Mereka akan menghancurkan semua Kekaisaran dan membangkitkan kembali ... Ra-raja ..."


Orang itu menghembuskan napas terakhir tanpa menyelesaikan kalimatnya, dua orang prajurit istana memegang pundak lelaki itu dan memastikan keadaannya. Benar saja, lelaki itu telah mati. Kaisar Ziran mengumpat.


"Raja? Raja dari Gunung Qin?! Setelah dua puluh tahun membunuh ratusan ribu masyarakat Kekaisaran Diqiu, dia akan kembali lagi?!"


Frustrasi berat, Kaisar Ziran melemparkan cangkir kecil hingga pecah. Minumnya sama sekali tidak tenang, tekanan selalu datang dari berbagai sisi. Setelah pengorbanan Ketua Agung Dunia Persilatan, masa-masa suram itu kembali terjadi. Napas lelaki itu berderu cepat. Sudah satu minggu ini dia tidak bisa tidur dengan tenang, kini kabar itu telah sampai.


Lalu seorang wanita dalam pakaian serba tertutup yang bertugas sebagai mata-mata Kekaisaran Diqiu datang dan langsung ambil posisi. Kedua tangannya menyatu hormat.


"Izin menyampaikan Yang Mulia, kami menerima laporan bahwa Taring Merah dan Iblis dari Gunung Qin memiliki hubungan. Meski demikian kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut."


Ziran Zhao memejamkan mata sambil menggeleng, masalah terdengar semakin rumit sampai kepalanya tidak sanggup lagi mencerna semua yang terjadi. Iblis dari Gunung Qin saja sudah cukup menggemparkan, sekarang muncul lagi informasi bahwa Taring Merah juga bersekongkol dengan mereka.


Awal kemunculan iblis dari Gunung Qin saja telah menggemparkan dunia persilatan dan membuat dua Kekaisaran kelabakan. Bagaimana dengan kemunculan kedua ini? Mereka bisa saja memusnahkan semua manusia seperti peringatan yang disampaikan prajuritnya. Jantung Ziran Zhao berdetak cepat, dia tak pernah merasa terancam seperti ini.


Mustahil menghadapi Iblis dari Gunung Qin tanpa bekerja sama dengan tiga Kekaisaran lain. Menanggapi permasalahan serius ini Kaisar Ziran segera melemparkan undangan kepada tiga Kaisar dari Kekaisaran Guang, Bing dan Feng untuk menggelar rapat darurat.


"Bunga salju dinodai bercak darah, Langit menyumpahi Sang Bayangan Kebajikan. Dewa Kematian murka dan bangkit. Angin dari Gunung Qin membawa kabar kematian untuk umat manusia ..." ucap seseorang sembari berjalan di aula istana dan menarik perhatian semua orang di dalam ruangan itu.


Cara berjalannya masih berkharisma seperti biasanya. Namun akhir-akhir ini lelaki itu semakin pias dan kehilangan semangat hidupnya.


Setelah kematian istri tercinta, dia kehilangan anaknya yang begitu dia sayangi. Anak yang menjadi hadiah terakhir dari istrinya menghilang setelah kematian iblis setengah manusia. Sedikit terlihat Jiazhen Wu menyalahkan Kaisar Ziran atas menghilangnya putranya dari Kekaisaran Diqiu. Keputusannya yang membuat Xue Zhan terbunuh menjadi pukulan berat bagi anaknya.

__ADS_1


Seumur hidup dia baru pertama kali melihat putra keras kepalanya berinteraksi sebaik itu dengan teman sebayanya. Dia tak akan mendapatkan hal yang sama. Tatap mata Jiazhen Wu kembali keruh, Ziran Zhao sedari tadi mendeliknya segera berucap.


"Bukankah aku sudah memperingati semua orang untuk tidak mengucapkan lagi syair itu? Ketentuan tersebut juga berlaku untuk Anda, Tuan Jiazhen."


"Aku tidak bermaksud, Yang Mulia." Dia berdiri tepat di hadapan Ziran Zhao, menunjukkan hormatnya.


"Aku menemukan jimat ini, apakah ini milik Yang Mulia? Dilihat dari bahan dan ukiran klannya ini pasti milik anda."


Jimat itu memiliki bentuk seperti gantungan, terbuat dari kaca yang di dalamnya diisi oleh tulisan. Yin Jiao membuatnya terlihat seperti aksesoris biasa. Namun bahan besi dari benda itu diyakini akan memberikan kesejahteraan dan keberuntungan bagi pemiliknya.


Ziran Zhao memasang wajah seperti biasa, dia menjawab formal. "Aku kehilangan jimat itu sudah agak lama. Beruntung Tuan Jiazhen menemukannya. Itu adalah hadiah yang diberikan cucuku, Yin Jiao dan sangat berharga bagiku." Terlihat senyum tipis di wajahnya. Jiazhen Wu tak langsung menyerahkan jimat itu, Ziran Zhao membaca ada hal lain yang ingin disampaikannya.


"Di mana Anda menjatuhkannya, Yang Mulia?"


"Apa maksudmu?" Ziran Zhao berdeham. "Aku selalu membawanya bersamaku, biasanya ku gantung di jubah."


"Pengikut klanku menemukan fakta mengejutkan. Sebelumnya aku mengutus mereka untuk berkunjung ke sungai terkutuk di Lembah Abadi, tempat di mana Kang Jian mengakhiri hidupnya. Kami mendapatkan pertentangan dan butuh waktu lima bulan untuk mendapatkan izin melihat ke sana."


Dia menapak semakin mendekat.


"Apakah Anda terlihat dalam kematian Kang Jian?"


Ziran Zhao membelalakkan matanya lebar-lebar, tidak menyangka Jiazhen Wu akan mengatakan hal seperti ini kepadanya di hadapan orang lain.

__ADS_1


__ADS_2