
Satu hari berlalu, Kang Jian, Xue Zhan dan Jiazhen Yan masih di Kekaisaran Feng untuk kepentingan penyelidikan. Siang turun, Xue Zhan keluar dari istana untuk mencari udara segar. Berlama-lama di dalam sana dan harus bersikap formal layaknya bangsawan membuat jiwa miskinnya meronta. Bagaimana mungkin orang yang terbiasa hidup susah sepertinya bisa menyamakan diri dengan bangsawan yang sehari-harinya mungkin mengunyah emas.
Xue Zhan bergidik. Sesaat matanya menemukan satu tempat yang cukup teduh. Taman dengan beberapa pohon buah apel hijau dihiasi bunga mawar bermekaran itu tampak sepi. Xue Zhan baru hendak duduk hingga perhatiannya terpecah ketika melihat sesosok lain yang menyendiri.
Dia baru sadar ada beberapa bocah seumurannya yang bermain, tentu mereka mengenakan pakaian bangsawan yang mewah seperti anak itu.
Tanpa berpikir panjang Xue Zhan mendekatinya.
"Hei, kau tidak apa?"
Wajah murung anak itu membuat Xue Zhan sedikit prihatin.
Dia seakan melihat dirinya dulu. Di taman bermain kanak-kanak, di saat semua anak bermain dengan temannya hanya dia yang berjongkok sendirian jauh dari keramaian.
Tatap mata mereka bertemu. Anak laki-laki itu mungkin terlihat dua tahun lebih muda darinya. Tanpa sadar Xue Zhan termundur. Instingnya mengatakan ada sesuatu yang mengerikan dari bocah itu, dia terdiam dan langsung mendapatkan bentakan keras.
"Tidak usah mengasihani aku!!"
Kemudian anak itu berlari entah ke mana. Xue Zhan terdiam di tempatnya, bingung apa kesalahan yang sudah diperbuatnya.
Xue Zhan memungut sebuah kalung yang terjatuh dari anak kecil itu, karena dia sudah lari Xue Zhan menyimpannya sementara.
"Hei miskin, sedang apa kau di sini?"
Omongan menyebalkan dan nada bicara setengah menyolot itu, siapa lagi kalau bukan Jiazhen Yan yang terkutuk. Xue Zhan masih menyimpan dendam, rasa sakit Jiazhen Yan menamparnya sampai pingsan masih terasa.
"Sedang melihat taman, setan."
"Setan? Pangeran begini disebut setan."
Xue Zhan tertawa miris, "Heh, pangeran. Pangeran pinggir jamba n iya."
"Kau ngomong apa?" Jiazhen Yan hendak menangkapnya untuk digedik, sayang Xue Zhan lebih dulu melarikan diri. Karena juga tidak tahu mau berbuat apa akhirnya Jiazhen Yan ikut-ikutan dengan Xue Zhan. Tapi tentu saja tidak afdol rasanya kalau tanpa meninggikan diri.
"Sebenarnya hiburan melihat taman tidak cocok untuk bangsawan sepertiku, sudah setiap hari melihatnya sampai jengah. Tapi sesekali melihat hiburan rakyat jelata tidak ada masalahnya."
__ADS_1
"Ya ampun capeknya mendengar satu setan ini. Untung kalau digaji, ini percuma." Xue Zhan kembali ke bawah pohon tempat Jiazhen Yan duduk bersandar. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku, menunjukkan pada Jiazhen Yan.
"Oi jelek. Kau tahu ini kalung milik siapa?"
Jiazhen Yan menyahut malas. "Entah. Paling punya si Tua Ziran." Jiazhen Yan tanpa segan mengejek nama Kaisar mereka. Membuat Xue Zhan hampir menampar pipi anak itu.
"Mana mungkin, aku baru saja mendapatkannya dari seorang bocah di istana ini. Lagipula Kekaisaran Feng dan Kekaisaran Diqiu jauh sekali. Mana mungkin Kaisar Ziran menjatuhkannya."
Xue Zhan kelihatannya mulai meragukan bahwa Jiazhen Yan murid genius. Otaknya saja kadang dipakai kadang tidak.
"Kekaisaran Feng dan Kekaisaran Diqiu dekat. Tinggal gelosor sedikit sampai."
"Gelosor tercebur ke laut!"
"Hahaha!" Jiazhen Yan tertawa terbahak-bahak, dia akhirnya melihat kalung di tangan temannya dengan serius. Matanya terbuka dan seketika anak itu menepis kalung tersebut sampai terlempar jauh memasuki semak-semak.
"Oi, apa-apaan?! Main pukul saja!"
Xue Zhan berniat mengambil kembali kalung itu tapi Jiazhen Yan menahan.
Bentakan itu tidak digubrisnya.
"Itu barang milik orang, aku harus kembalikan ke dia. Yang kutanya kau kenal tidak dengan orangnya?"
"Dia anak monster, Xue Zhan!"
Baru kali ini Xue Zhan melihat Jiazhen Yan seserius itu. "Anak itu tidak punya orang tua, dia terlahir oleh kegelapan. Semua orang tahu siapa dia, sebaiknya kau jauh-jauh jika tidak ingin kekuatan menakutkan itu mengutukmu."
Sesaat Xue Zhan terdiam.
"Bukankah ini sama seperti yang orang lain katakan padamu? Aku adalah anak iblis, kau tidak sebaiknya berteman dengan iblis sepertiku."
"Hah!" serunya. "kalau itu sudah jelas, kau tak akan mampu menyakitiku karena jelas-jelas aku lebih kuat darimu!"
"Tapi kalau anak itu, tubuhnya penuh dengan kutukan. Kabar tentangnya telah menyebar ke mana-mana. Saat dia lahir, pelayan klannya menemukan ibu yang melahirkannya lenyap. Begitu pun dengan Ayahnya. Kalung itu adalah jimat untuk menahan kekuatan kutukan di dalam dirinya. Sebaiknya kau-"
__ADS_1
Jiazhen Yan tersentak, Xue Zhan mengikuti arah pandangannya dan sama-sama kaget.
Anak itu kembali. Sorot mata hitam serupa arang miliknya dipenuhi kebencian dan kelam. Dia memalingkan muka ke arah semak-semak.
"Ah itu, kau menjatuhkan kalungmu tadi. Seharusnya ada di sekitar sini ..."
Xue Zhan menyibak semak-semak, Jiazhen Yan yang bersebelahan dengan anak itu hanya diam tanpa mengeluarkan suara.
"Ah dapat," ujarnya sambil mengangkat sebuah kalung dengan permata bulat hitam yang dilapisi oleh kertas mantra dari kain dan dibalut di mata kalung itu.
Anak itu menyerbunya tanpa mengatakan apa-apa dan pergi. Membuat Xue Zhan tercengang.
"Tidak tahu terima kasih juga, memang kau tidak kesal melihat sikapnya?" omel Jiazhen Yan cukup kesal. Xue Zhan tersenyum tipis.
"Benci? Aku justru sedang melihat diriku yang dulu. Ketika semua orang membenciku, aku juga membenci semua orang dan segala hal di dunia ini."
Jiazhen Yan tidak berkata-kata lagi. Temannya itu pasti memiliki masa lalu yang lebih suram darinya. Apalagi terlahir sebagai campuran ras iblis yang sangat dibenci oleh manusia sejak lahir.
"Aku ingin berteman dengannya suatu saat nanti."
Dia berkata sembari melihat anak kecil itu berjalan sendirian di tengah kerumunan yang tiba-tiba terpecah saat dia lewat dan menghindarinya.
Kang Jian datang, "Bagaimana anak-anak? Sudah siap berangkat pulang ke rumah?"
"Bagaimana dengan uang misinya?"
"Aih, orang kaya ini pikirannya duit saja." Tentu saja Kang Jian mengatakannya dalam hati. Dia hanya tersenyum menanggapi omongan Jiazhen Yan.
"Kita bicarakan ini belakangan. Namun sebelum itu, kita harus menghadiri acara perjamuan makan malam nanti. Pastikan kalian menggunakan pakaian yang pantas dan bersih. Jangan membuat malu Kaisar Ziran dengan tabiat aneh kalian."
"Memang kita berdua aneh?" tanya Xue Zhan dan Jiazhen Yan berbarengan.
Kang Jian tersenyum menjawab, "Bukan aneh. Tapi agak lain." Dia mengalihkan topik pembicaraan, "Dan untuk Xue Zhan, Kaisar Li menyampaikan padaku nanti kau bisa berbicara empat mata dengannya. Dia memiliki sesuatu untukmu."
Mendengarnya Xue Zhan sontak bersemangat dan gelisah di saat bersamaan. Apa yang ingin dikatakan wanita paling terhormat di Kekaisaran Feng itu? Sikapnya yang kadang dingin kadang anggun itu membuatnya merinding di tempat.
__ADS_1
"Dia mengatakan ingin memberikan sebuah hadiah untukmu."