Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 85 - Hingga Akhir Hayat


__ADS_3

Xue Zhan menatap kosong ke atasnya, dia melihat ratusan orang sedang mencabik-cabiknya seperti binatang memperebutkan makanan. Tawa miris terkembang sesaat, tak mengira akhir hidupnya akan datang semengenaskan ini. Puluhan wajah yang tidak terlihat itu tampak samar-samar, Xue Zhan tak memiliki sedikit pun sisa kekuatan untuk memulihkan diri. Ini semua sudah berakhir.


Kepala, darah, organ dan semua bagian tubuhnya akan terpisah satu sama lainnya dibuat manusia-manusia tamak itu. Jika tidak mendapatkan Kitab Phoenix Surgawi mereka masih bisa mendapatkan kekayaan dengan menjual bagian tubuhnya.


Xue Zhan berusaha mati-matian untuk berdiri dengan sisa tenaganya, membiarkan pedang menyayat daging, belati menikam perut dan panah menembus punggungnya. Semua itu tak lagi terasa sakit jika dibandingkan dengan seberapa banyak dia kehilangan hari ini.


Tiba-tiba Xue Zhan berlari melepaskan diri dan mundur ke tepi jurang, orang-orang di belakangnya berhenti dan mulai curiga dengan apa yang akan dilakukan pemuda itu.


"Aku kehilangan banyak hal hari ini. Tapi kupastikan kalian tidak akan mendapatkan apa pun juga. Kita sama-sama tak mendapatkan apa-apa."


Xue Zhan mengembangkan senyum, melihat langit yang menjadi saksi pertempuran hari ini seakan-akan sedang bertanya, "Apa sudah puas mempermainkanku?" Padahal di luar sana ada lebih banyak pembunuh dan orang busuk yang berkedok bertarung untuk kebaikan. Tapi dari mereka semua, Xue Zhan yang dipilih untuk memikul takdir ini.


Semuanya terasa hancur untuk hari ini, air hujan luruh membasahi wajahnya yang menatap kosong pada langit hitam, hari yang menyerupai malam dengan badai besar serta cahaya matahari ditutupi oleh awan-awan hitam di atas mengingatkannya pada orang-orang di sekitarnya yang telah pergi meninggalkannya.


Xue Zhan tak lagi menangisinya, meski hatinya jauh lebih hancur dari tubuhnya sekarang. Dia berucap kecil, "Jangan menangis. Aku tidak akan menangis. Aku laki-laki. Laki-laki menumpahkan darah bukan air mata."


Dia merentangkan tangan sambil mengucapkan perpisahan, "Selamat tinggal."


Dua temannya berteriak memanggil, "Xue Zhan, JANGAN!"


Xue Zhan bersungguh-sungguh menjatuhkan diri ke Jurang Penyesalan. Tidak ada lagi yang bisa dipertahankannya dan satu-satunya pilihan adalah mati dengan memikul dosa. Batu tebing jurang berbunyi keras akan runtuh, membuat para pendekar mundur ketakutan takut mereka juga akan mati bersama Xue Zhan.


Angin tajam menarik tubuh Xue Zhan untuk jatuh ke dalam jurang, bunyi-bunyi di bawah dasar jurang tak lebih menakutkan dari suara para manusia di depannya. Ini bukan pertama kalinya Xue Zhan mendapatkan perlakuan buruk, tapi dia akui kali ini adalah yang terburuk dan berhasil membuat keyakinannya tumbang. Keyakinan untuk meredakan kebencian antara iblis dan manusia hanya angan semu belaka.


Di saat semua orang berlari mundur menghindari tepi tebing yang retak, satu orang berlari ke sana dan menarik tangan Xue Zhan. Pemuda itu berteriak sangat keras sampai menggema ke seluruh penjuru.

__ADS_1


"KAU SUDAH GILA?!"


Marah itu dibalas dengan senyuman, Jiazhen Yan ingin menampar Xue Zhan sekarang juga. Tangan temannya itu tak memegangnya balik, dia sudah tak memiliki keinginan untuk hidup.


Jiazhen Yan kembali memperlambat kematiannya dan itu membuat Xue Zhan terus menderita.


"Biarkan aku mati dengan tenang."


"Jangan mengaturku! Rakyat jelata sepertimu tugasnya hanya mendengarkan, sialan! Tetap hidup dan dengan itu aku akan memaafkanmu!"


"Aku sudah dihukum dan dibenci, sekarang aku meminta hak untuk mati dan kau masih menahannya?"


"Ke mana semangatmu itu? Kau bilang akan menjadi Pedang Suci dan membuktikan ke semua orang bahwa iblis bukanlah momok menakutkan yang harus dibenci! Apa semua itu hanya omong kosongmu?!"


Xue Zhan malah mencoba melepaskan tangannya dari Jiazhen Yan.


"Kau juga menginginkan aku mati." Suara kecil itu disusul bunyi retakan yang makin membesar, sebentar lagi tepi jurang itu akan roboh dan membawa mereka ke dalam jurang.


Angin tajam di bawah kaki Xue Zhan juga bertambah kencang, satu per satu goresan tercipta di kakinya dan mungkin akan memotongnya sebentar lagi. Lagipula tubuhnya sekarang sudah sekarat dan tak akan bisa diselamatkan, tidak ada gunanya dia selamat dari Jurang ini atau tidak.


Jiazhen Yan menggemerutukkan gigi dan menyesali semua perkataannya tadi, dia memang pernah bersumpah untuk membunuh siapa pun yang telah membunuhnya.


Tapi dia lupa membuat pengecualian. Jika itu adalah teman terdekatnya, dia tak akan sanggup untuk membunuh orang itu.


"Kau pengecualiannya, bodoh." Dia melanjutkan, "Aku takut setelah kau mati aku tak akan mendapatkan teman sebaikmu lagi."

__ADS_1


Perlahan Jiazhen Yan merasa tangan Xue Zhan membalas balik pegangannya, dia sedikit lega dan berniat menarik tubuh Xue Zhan naik.


Namun sesuatu terjadi di luar dugaan, sesosok bayangan muncul di balik tubuh Jiazhen Yan dan tiba-tiba sebuah pedang menembus tangan kanan Xue Zhan, satu-satunya pegangan pemuda itu terlepas saat pedang itu dicabut. Jiazhen Yan melotot, mulutnya terbuka sesaat. Dia tidak sempat membaca situasi di sekitarnya.


Jiazhen Yan membalikkan badan untuk melihat siapa yang tiba-tiba berada di belakangnya tanpa mengeluarkan aura kehadiran, seperti hantu yang diam-diam menyelusup tanpa suara.


Tidak ada siapa-siapa di sana selain para pendekar tak jauh dari sana, sama terkejutnya dengan dia.


Lalu dalam sekejap Xue Zhan jatuh ke dalam jurang. Jiazhen Yan berteriak, "Tidak—! Xue Zhan!" pekiknya sekeras mungkin, namun yang menjawabnya hanya bising angin kencang.


Terpaan angin menghalau pandangan Jiazhen Yan, dia menutupi dengan pergelangan tangan sembari berteriak lagi.


"Xue Zhan!!"


Xiao Rong dan Xian Shen berlari ke tepi jurang saat Xue Zhan sudah terjatuh dan menyatu dalam kegelapan di dasar jurang, hanya bisa meratapi kepergian salah satu sahabat mereka. Keduanya tidak percaya semua akan berakhir seperti ini, bahkan dalam mimpi sekalipun.


"Kau membunuhnya, Tuan Muda Jiazhen!" pekik Xian Shen termakan amarah, tangannya merenggut kerah baju Jiazhen Yan. Pemuda itu terlalu terkejut untuk mencerna apa yang terjadi dan tidak menepis sama sekali.


"... KAU MEMBUNUH XUE ZHAN!"


Xian Shen meninju wajah pemuda itu hingga dia tertoleh ke samping masih dengan mata membelalak, tak terdengar sepatah kata pun darinya tapi air mata mengalir dari kedua sudut matanya.


Xiao Rong membeku, Xue Zhan benar-benar jatuh ke dalamnya. Dia melihat sendiri bagaimana jurang itu, seakan tidak memiliki dasar dan dihuni oleh makhluk-makhluk berbahaya di dalamnya. Tidak ada harapan hidup jika jatuh ke dalamnya, ada beribu kemungkinan untuk mati dan tidak ada kemungkinan untuk selamat.


Semua orang menyaksikan dengan miris, begitu juga dengan Ziran Zhao yang langsung membalikkan badan. Masalah telah selesai. Iblis telah punah. Tidak ada lagi dosa, Xue Zhan telah gagal. Kebencian manusia terhadap iblis semakin membesar. Di samping itu ratusan pendekar hanya bisa mengerang kesal, iblis itu benar-benar tak membiarkan satu pun haknya diambil orang lain.

__ADS_1


"Akhirnya semua ini berakhir. Semua manusia bisa hidup dengan tenang setelah ini. Kabarkan pada semua orang, bahwa iblis itu telah dibunuh!" seru Ziran Zhao disusul puluhan penjaga dan semua pendekar Kekaisaran mengikuti di belakangnya.


__ADS_2