
Xian Shen mengumpat setengah mati, Xiao Rong melindunginya yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Kini Xiao Rong diangkat di atas bahu Hantu Penggerogot dan gadis yang menjadi tujuan misi mereka juga dalam bahaya besar. Dia menarik pedang gemetar hebat. Napasnya hanya tersisa beberapa.
Xian Shen mengandalkan pedang, langkahnya berputar seringan angin dan dengan cepat melepaskan ayunan pedang ke samping musuh.
Pedang itu mengenai besi armor di lengan Hantu Penggerogot. Besi itu sama sekali tidak tergores dan Hantu Penggerogot masih bergeming tak bergeser sedikitpun dari tempatnya semula.
Tiba-tiba saja tangan Hantu Penggerogot menggenggam kepalanya hanya dengan sebelah tangan, tengkorak Xian Shen seperti sedang diremukkan. Di tengah penangkapannya, Xian Shen sempat mengenai tangan Hantu Penggerogot yang satu lagi dan melepaskan Xiao Rong. Temannya terjatuh, Xian Shen memekik.
"Larilah!"
Xiao Rong memegang tangannya sendiri yang penuh oleh luka darah, membentak balik.
"Mana bisa aku lari!"
"Lari dan pikirkan cara untuk menyelamatkan kami nanti! Daripada kita bertiga mati, lebih baik satu dari kita selamat! Misi ini sudah tidak mungkin untuk diatasi!" jerit Xian Shen, darah mengucur di pelipisnya. Tangan Hantu Penggerogot semakin keras meremukkannya.
"Bawa Xue Zhan dan Jiazhen Yan pergi! Ini bukan perintah, tapi kewajiban!"
Xiao Rong yang merupakan ketua tim ini mengeratkan pegangannya pada pergelangan tangannya yang tertikam cukup dalam. Tidak terima jika Xian Shen memaksanya pergi sementara temannya itu akan dibunuh sebentar lagi.
Xiao Rong memejamkan mata sesaat, teringat akan Kaisar Li, berucap pelan, "Maafkan aku, Yang Mulia. Untuk saat ini ... Aku mungkin akan melanggar perintahmu dan menggunakan lebih dari dua puluh persen kekuatan kegelapan ini."
Xiao Rong tahu konsekuensi jika dia menggunakan kekuatan itu lebih dari dua puluh persen.
Sejak awal dia dilahirkan sampai umurnya saat ini, Xiao Rong telah banyak menewaskan orang saat kekuatannya di luar kendali.
Kekuatan kegelapan adalah jenis kekuatan terlangka yang tak sembarangan bisa dimiliki. Tapi bukan berarti kekuatan itu adalah kebanggaan. Di saat Xiao Rong kehilangan kendali kekuatan itu akan membludak dan menghabisi pikiran sehatnya. Membuat Xiao Rong gila dan membunuh siapa pun yang ada di sekitarnya, bahkan bisa sampai membunuh dirinya sendiri.
Oleh sebab itu, di umurnya yang kelima tahun Kaisar Li datang menjemput malapetaka itu dan memberikan pengasuh untuk mengawasi pertumbuhan anak itu dan melakukan salah satu ritual untuk mengendalikan Anak dari Kegelapan itu. Satu-satunya yang Xiao Rong percayai sejak dulu hanyalah wanita itu. Walaupun dia sadar, Kaisar Li sering mempergunakannya sebagai alat tempur saja.
__ADS_1
Manusia tidak pernah benar-benar tulus terhadapnya. Tapi kemunafikan itu lebih baik daripada orang-orang yang sengaja membuangnya.
Di umur yang masih muda itu, Kaisar Li memanggil para ahli terkemuka untuk menyegel delapan puluh persen kekuatan Xiao Rong. Demi keamanan dan harga dirinya. Kaisar Li menyelamatkan Xiao Rong dari tangan para manusia yang hendak membunuhnya, jika Xiao Rong menimbulkan kekacauan semua orang pasti akan mempertanyakan keputusannya.
Ada imbas yang harus ditanggung jika merobek segel dalam tubuhnya, dia mungkin akan kehilangan dirinya sendiri saat seluruh kekuatan kegelapan keluar. Mungkin saja bisa menghancurkan satu Hutan Siluman Terkutuk ini dan bahkan juga melukai teman-temannya sendiri. Xiao Rong tidak peduli lagi akan itu, dia tidak punya pilihan lain dan segera merobek jari jempolnya untuk menciptakan mantra membuka segel dalam tubuhnya.
Darahnya mengapung di udara membentuk suatu ukiran mantra, tiba-tiba saja sebuah pedang memotong darah itu hingga pecah dan seseorang menghardiknya keras.
"Jangan lakukan itu, sialan!"
Jiazhen Yan muncul bersama Xue Zhan dari belakangnya dan seketika keduanya menyepak tubuh Hantu Penggerogot menggunakan dua kaki hingga laki-laki itu terpental jauh menghantam dinding yang langsung hancur oleh tubuh besarnya.
Xiao Rong tak percaya. "Bagaimana dengan Hantu Penyair?"
*
Puluhan musuh mengepung Xue Zhan dan Jiazhen Yan dari berbagai sisi. Mereka tidak bisa kabur lagi.
Xue Zhan mundur, belakangnya terpentok punggung Jiazhen Yan yang juga mundur.
"Belum lagi."
Jiazhen Yan sesaat tersenyum. Dia mengarahkan pandangan pada Hantu Penyair.
"Berkat kau Nenek Tua, aku akhirnya menguasai teknik yang sudah susah payah kusempurnakan dua tahun ini. Kau mempermudahnya dengan rendah hati. Tapi sayangnya aku tidak akan berterima kasih pada Nenek Tua jelek sepertimu!"
Xue Zhan terdiam sesaat, memperhatikan Jiazhen Yan berhasil menguasai teknik yang diturunkan oleh ayahnya sebagai keturunan langsung klan mereka. Salah satu jurus tersulit dan terhebat yang membuat klan Jiazhen terpandang, Pedang Membelah Matahari.
Ada satu kepingan yang tak berhasil Jiazhen Yan temukan selama latihan bertahun-tahun itu. Namun Hantu Penyair yang memiliki ilmu bela diri yang lebih tinggi berhasil mengendalikannya tubuhnya untuk melepaskan jurus itu dengan sempurna. Ingatan itu masih terekam di otak Jiazhen Yan.
__ADS_1
Dalam tiga kali tebasan pedang yang tajam sekaligus panas itu, lima musuh terpotong menjadi dua seperti sedang memotong daun. Jiazhen Yan menarik musuh ke arahnya dan membiarkan Xue Zhan berada di tempat yang aman.
Hanya di saat-saat genting seperti itu mereka berdua bisa saling memahami, Xue Zhan melakukan bagiannya secepat mungkin.
Hantu Penyair berniat mencelakai Jiazhen Yan dengan benang tali yang tidak dapat dilihat oleh pemuda itu, tapi dari sisi lain Xue Zhan melempar cakram dan memutuskan benang tersebut. Membuat Hantu Penyair murka berat.
Xue Zhan tak akan memberikan perhitungan lagi, dia melesat begitu cepat sampai Hantu Penyair kalah mengambil tindakan.
Namun wajah wanita itu hanya sedikit tergores, darah mulai keluar dari kulitnya yang putih. Jari lentiknya menyentuh darah itu dan menjilatinya.
"Sudah kukatakan sebelumnya. Kau tidak akan pernah mengenaiku."
Xue Zhan memasukkan kembali pedangnya masih membelakangi Hantu Penyair, bunyi pedang yang dimasukkan ke dalam gagang pedang dan ucapannya menjadi pengakhir.
"Aku lebih khawatir habis ini kau tidak bisa berkata apa pun lagi."
Angin silang tembus di kulit wajah Hantu Penyair, begitu tajam dan kuat sehingga dalam sekejap mata memotong hingga tulang tengkoraknya.
"Ta-Tarian Pedang Angin-?! Apakah kau adalah si-" ucapannya terhenti karena angin kencang itu memotong wajahnya hingga setengah terbelah dan jatuh menggelinding di atas tanah. Terlihat bagian otak dan isi kepalanya masih berdenyut, cipratan darah mencuat tinggi di atas kepala wanita itu yang sudah terpotong.
Saat Xue Zhan membalikkan badan melihat Hantu Penyair, cipratan darah membasahi wajahnya.
Jika itu musuhnya, Xue Zhan tak akan segan untuk memotongnya menjadi beberapa bagian. Jari-jari wanita itu bergerak, tubuhnya kejang sesaat hingga akhirnya tidak bergerak lagi.
"Hantu Penyair mati-?"
Jiazhen Yan terkejut, napasnya terpotong. Dia melepaskan serangan yang membuat bawahan Menara Giok Hantu terlempar jauh lalu segera menyusul Xue Zhan menyaksikan sendiri temannya menghabisi kepala salah satu Hantu dari Menara Giok Hantu.
Dia melihat temannya itu bermandikan darah dengan mata yang kelam tidak seperti biasanya.
__ADS_1
"Kau membunuhnya?"