Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 117 - Harapan yang Temaram


__ADS_3

Xue Zhan mencari tempat singgah yang aman untuk bermeditasi, dia naik ke dinding tebing dan duduk di tepi batu yang tak begitu luas tapi muat untuk dirinya sendiri. Dari sana Xue Zhan dapat melihat jelas apa yang terjadi di bawahnya di mana para siluman berlalu lalang dan bahkan saling membunuh. Dia hanya berharap tak akan ada yang mengganggunya di atas karena proses penyembuhan mungkin akan memakan waktu berjam-jam lamanya.


Degup jantungnya kian melemah dari waktu ke waktu, setelah menelan lima pil penambah kekuatan Xue Zhan mencari posisi yang nyaman dan meletakkan kedua tangan di atas kaki dalam posisi duduk bersila. Terkadang tangannya bergerak, mengumpulkan kekuatan dan memperkuat jaringan sel tubuhnya dengan menggunakan pernapasan tingkat tiga. Hal itu membantu tubuhnya mengedarkan sel darah merah secara cepat ke seluruh tubuh menggantikan darah yang terkontaminasi oleh racun.


Setelah satu jam berlalu Xue Zhan menelan lima pil obat sekaligus. Ada sekitar tiga puluh pil berukuran seperti telur cicak yang berhasil diperolehnya sebelum goa sebelumnya hancur. Puluhan pil penambah kekuatan, beberapa jenis tanaman obat dengan khasiat yang berbeda-beda, dua buku kitab-yang satunya ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi dan yang satunya hanya buku rongsokan tak berguna.


Setidaknya Xue Zhan tak menyesal memasuki goa itu, dia mendapatkan lebih dari yang Xiang Yi Bai berikan. Bahkan lebih dari kata cukup. Secara tak diduga lima pil obat yang dikonsumsinya membantu penyembuhan jauh lebih cepat. Xue Zhan hanya membutuhkan dua jam untuk menyingkirkan racun dari tubuhnya.


Kali ini Xue Zhan muntah darah, lebih menyakitkan dari yang pernah dirasakannya. Berkali-kali dia menahan erangan agar tidak menarik perhatian siluman di bawah sana. Seperti jarum-jarum kecil berkeliaran di dalam dagingnya, ratusan atau bahkan ribuan. Penyebab rasa sakit itu adalah racun yang telah bercampur dengan darah, beberapa organ dalamnya juga ikut berdenyut karena terkena racun tersebut.


Namun lima pil selanjutnya menghentikan rasa sakit itu secara total, setelah sepuluh menit denyut dan rasa sakit hilang. Xue Zhan membuang napas, asap putih tipis keluar dari mulutnya yang masih mengeluarkan darah. Kali ini mulai sedikit merah layaknya darah biasa. Keringat mengucur membasahi pelipis, leher dan bahkan tubuhnya. Xue Zhan tak menyangka bertahan hidup sendirian akan sesulit ini.


Entah siapa yang pernah mengatakannya, Xue Zhan teringat bahwa ada yang pernah mengatakannya pintar tapi sangat ceroboh. Nampaknya ucapan itu terbukti, berkali-kali dia terjerumus dalam bahaya. Tapi berkali-kali juga dia bisa selamat. Xue Zhan mengutuk dalam hati, lain kali dia harus lebih hati-hati terhadap siluman di tempat ini jika tak mau berakhir sama. Cukup kapok racun ular itu membuatnya hampir merasakan kematian kedua kali.


Xue Zhan menenangkan diri sejenak sambil berpikir. Tujuan awalnya adalah sampai ke sungai panas tempat Cicak Loreng berada. Sepanjang mengikuti arus sungai ini dia belum menemukan tanda-tanda sungai yang memiliki suhu sangat panas. Hanya saja laut di dalam goa dan Burung Phoenix kembali terlintas dan membuatnya kembali penasaran.


Xue Zhan menggeleng-gelengkan kepala. Dia harus fokus. Jika belum menguasai tiga gerakan itu dia tak akan bisa bertemu dengan si Monster Tua.

__ADS_1


"Hah ..."


Tatap matanya kembali melihat ke depan, melihat celah di mana dia masuk tadi dan menemukan persembunyian rahasia berisi peti mati dan banyak barang berharga.


Mengingatkannya pada katak kecil yang sebelumnya dia temui. Pasti memiliki hewan spiritual menyenangkan, katak kecil itu sangat setia pada majikannya. Bahkan setelah laki-laki itu tiada, katak tersebut masih berusaha membebaskannya hingga akhirnya mati bersama tuannya. Sepintas terlihat senyum di wajah pemuda itu. Dia senang bisa membantu katak kecil tadi. Rupanya mereka tidak semenjijikkan yang dia bayangkan.


"Aku akan beristirahat sebentar sampai pagi, setidaknya saat hari lebih cerah dan siluman ini berkurang."


Ada beberapa siluman yang hanya keluar saat malam tiba untuk mencari mangsa, mungkin itu salah satu cara Xue Zhan membedakan malam dan siang di Jurang Penyesalan. Dia memutuskan untuk tidur, mengistirahatkan tubuhnya yang mulai kelelahan karena kurang tidur dan kurang makan. Sebelum itu Xue Zhan teringat dengan barang yang ditemukannya tadi.


Bau itu terasa familiar, Xue Zhan pernah menciumnya di Kekaisaran Diqiu. Sejenis obat penambah kekuatan yang harganya sangat mahal dan biasanya hanya dibeli oleh pendekar tingkat menengah ke atas untuk membantu mereka menjalani misi berbulan-bulan tanpa makanan, terbuat dari rumput laut emas yang memiliki kekuatan spiritual. Xue Zhan pernah memakannya sekali.


Dengan pil itu, tanpa makanan pun Xue Zhan mampu bertahan hidup selama satu minggu hanya dengan memakan satu pil itu. Dia mengecek yang lain dan menghitung total sekitar dua puluh pil penambah kekuatan yang berhasil didapatkannya.


dua puluh pil penyembuh dan dua puluh pil penambah kekuatan, sisanya tanaman herbal dengan khasiat yang berbeda-beda. Dengan begini Xue Zhan bisa bertahan sampai lima bulan lebih tanpa perlu mencari makanan. Dia mulai menemukan titik terang. Tangannya menggenggam erat botol pil, membuang napas panjang.


Semakin dekat dengan tujuannya, membuat jarinya semakin gemetar. Tak sabar membalaskan perbuatan orang-orang yang sudah memfitnahnya. Dia akan membuktikan bahwa dirinya tak bersalah dan mengungkap semua hal yang terjadi.

__ADS_1


Terbersit keinginan untuk mencari tahu keberadaan Kang Jian yang sebenarnya. Dia yakin kabar tentang laki-laki itu tidak benar. Mana mungkin laki-laki yang menjunjung kehormatan itu melakukan bunuh diri, separah apa pun kasusnya Kang Jian lebih memilih dipenggal di depan semua orang daripada melarikan diri seperti seorang pengecut. Itu adalah prinsip hidup yang dijunjungnya sampai mati.


Xue Zhan pernah memikirkan tentang itu. Jika Kang Jian masih hidup, penyakit di dalam tubuhnya bisa disembuhkan dengan jurus terhebat milik Xiang Yi Bai, Tujuh Metode Dewa Penyembuh.


Meskipun Monster Tua itu sangat cerewet jika Xue Zhan memohon padanya mungkin Kang Jian bisa diselamatkan karena Tujuh Metode Dewa Penyembuh mampu menyembuhkan luka, cacat, atau penyakit separah apa pun, buktinya saja Xue Zhan bisa selamat walaupun keadaan tubuhnya yang hancur itu sangat tak mungkin untuk dikembalikan seperti semula. Bisa kembali utuh pun nyawanya mana mungkin selamat.


Dia mengepalkan tangan sambil menengadah menatap ke atas jurang. Waktu berjalan begitu cepat, setengah tahun terlewati dan dirinya sedang berjuang keras untuk itu semua. Dalam kesendiriannya Xue Zhan berbicara berharap laki-laki yang telah menyelamatkan nyawanya dua kali itu mendengarnya, "Tunggu aku, aku akan kembali untuk menyembuhkanmu."


Membayangkan kedua Gurunya bertemu satu sama lain dan saling bercengkrama, Xue Zhan mengembangkan tersenyum bahagia hingga akhirnya dia terlelap dalam mimpi.


***


Mimpi itu indah Zhan, kenyataan doang yang pahit.


Ea


~ merasa_pahit

__ADS_1


__ADS_2