Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 153 - Kisah yang Belum Selesai


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Xue Zhan terus memikirkan perkataan Li Jia Xing, sebenarnya apa yang terjadi setelah kepergiannya?


Kehidupan Xian Shen hancur, dia mendengar berita bahwa keluarga pemuda itu dibantai di satu malam tanpa adanya jejak pelaku hingga detik ini. Kemudian Xiao Rong enggan datang ke Kekaisaran Diqiu dan menutup rapat-rapat mulutnya seperti batu. Satu hal yang paling mengejutkan, Jiazhen Yan menghilang. Tidak ada yang pernah melihat dirinya selama lima tahun ini.


Kekacauan melanda pikirannya hingga Xiang Yi Bai turut heran. "Oi, bocah. Sedang memikirkan apa sampai sejelek itu mukamu?"


"Guru, aku sudah bukan bocah. Kalau bicara dengan orang lain kau seperti orang tua, bicara dengan muridmu sudah seperti bicara dengan monyet saja." Gerutunya kesal, Xiang Yi Bai tertawa puas. "Sadar diri bentukannya seperti monyet. Hahaha."


Fan Yuan berjalan di depan mereka sambil berbincang-bincang dengan orang yang ditemuinya, mereka sedang menuju Aula Teratai Biru yang dijanjikan oleh Ziran Zhao. Xiang Yi Bai sejak tadi menghela napas gusar, dia sempat meributkan hal ini semalaman dengan Xue Zhan, tapi yang namanya batu sulit untuk di pecahkan. Begitu juga dengan Xue Zhan, susah sekali diubah.


Xue Zhan sempat mendengar soal beberapa kelompok misterius yang muncul setelah kematian iblis terakhir. Meski baru dugaan, dikatakan ada pihak-pihak yang menggunakan nama Menara Giok Hantu untuk membantai beberapa perguruan dan klan, serta muncul semakin banyak kelompok jahat. Mereka perlahan-lahan mulai menampakkan taring dan menyerang di dalam kegelapan.


Permasalahan ini telah mencapai ke permasalahan yang lebih serius sehingga Ziran Zhao mengumpulkan keempat Penguasa dari empat Benua. Mereka menciptakan kelompok pelindung baru yang bertujuan untuk memberantas kelompok seperti Taring Merah, Menara Giok Hantu dan kelompok aliran hitam lainnya. Hanya saja baru beberapa tahun beroperasi, masih tidak terlihat kemajuan yang signifikan. Bahkan kejahatan semakin merajalela setiap harinya.


Masih banyak lagi yang Xue Zhan dengarkan dari Li Jia Xing, itu semua membuatnya terkejut dan pikirannya berkecamuk hebat. Taring Merah sudah sejauh ini dan muncul kelompok lain yang lebih berbahaya dari Taring Merah. Ditambah kehadiran pendekar misterius yang menyebut dirinya Pengganti Hukum Langit.


Kerumitan di wajahnya masih tergambar jelas bahkan ketika Xue Zhan telah tiba di Aula Teratai Biru. Seorang laki-laki dengan jubah putih bercampur biru langit duduk di sebuah meja kecil panjang yang diisi oleh banyak makanan dan minuman. Roman mukanya tampak cerah dan senyuman tak henti-hentinya terlihat di wajahnya.


"Akhirnya Anda datang juga, Tuan Pendekar."


Xue Zhan mengangguk, sesaat Ziran Zhao teralihkan oleh sosok berjubah sangat putih, lebih putih dari warna gading dan aura dari tubuhnya mengatakan bahwa dia bukan berasal dari dunia manusia. Dilihat dari kulit di tangannya, Ziran Zhao yakin dia masih semuda Xue Zhan. Laki-laki itu mempersilahkan dengan sikap formal.

__ADS_1


"Duduklah, duduklah."


"Seperti biasa, Yang Mulia sangat baik hati," ujar Xiang Yi Bai dengan nada bicara sopan. Xue Zhan sesaat menatap Xiang Yi Bai dengan tatapan yang tak bisa diartikan, meski Xiang Yi Bai tidak dapat melihatnya karena ditutup oleh topeng namun dia merasakan tatapan itu tertuju padanya.


Bukan tanpa alasan, Xue Zhan hanya bingung bagaimana Xiang Yi Bai masih bisa bersikap biasa pada seseorang yang telah menghancurkan seluruh kehidupannya tanpa menyimpan dendam sama sekali. Atau mungkin laki-laki itu memang sudah berdamai dengan masa lalunya?


"Anda pasti adalah Gurunya yang diceritakannya oleh Tuan Fan. Terima kasih atas bantuan kalian akhir-akhir. Ada banyak kekacauan yang terjadi karena kelalaian prajurit namun Anda tidak perlu khawatir, kami akan mengatasinya. Senang bertemu dengan Anda. Boleh aku tahu siapa nama Anda, Tuan Pendekar?"


Xiang Yi Bai menjawab sopan. "Maafkan kami, Yang Mulia. Demi kebaikan kami sendiri, kami tidak bisa membuka informasi kepada siapa pun. Ini mungkin terdengar lancang, kami memohon maaf sebesar-besarnya."


"Begitu. Tidak masalah." Dia mengalihkan kepalanya ke arah Xue Zhan. "Silakan nikmati hidangan sederhana kami, kuharap kalian menyukainya."


Xue Zhan menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakan pertanyaannya, hingga akhirnya mulutnya bersuara.


"Katakanlah." Ziran Zhao menyatukan kesepuluh jari di atas meja.


"Tentang kematian Batara Pedang Suci."


Xue Zhan memperhatikan jelas perubahan ekspresi di wajah Ziran Zhao dan bagaimana bahunya sedikit terlonjak walau hanya mendengarkan berita seseorang yang telah mati 20 tahun lalu, namun dia bisa sekaget itu. Xue Zhan mulai mencurigainya.


"Mengapa kau menyebutkan namanya?" Ziran Zhao sedikit memiringkan seraya menundukkan wajahnya, seakan-akan bertanya dengan menaruh kewaspadaan. Xue Zhan tak bergeming, dia menatap lurus Ziran Zhao di balik topengnya. Saat Ziran Zhao memerhatikan lebih jelas ke dalam lubang mata topeng, dia dapat melihat sesuatu yang bersinar merah di dalam. Lebih menakutkan dibandingkan topeng putih tanpa wajahnya.

__ADS_1


"Dua puluh tahun yang lalu, terjadi gejolak hebat yang membuat Kekaisaran Diqiu berada di dalam bahaya besar, sebuah kelompok dari Gunung Qin turun. Mereka disebut Iblis dari Gunung Qin, sangat misterius dan tertutup namun lebih berbahaya dibandingkan Taring Merah. Mereka mengincar Batu Elemen Penguasa Bumi milik Kekaisaran Diqiu, Batu Tanah. Semua kelompok penjahat juga melakukan hal yang sama."


"Kaisar Ziran sebelumnya meninggal dunia karena tekanan yang terjadi di mana-mana sehingga Anda terpaksa menjabat sebagai Kaisar di usia 16 tahun."


Wajah Ziran Zhao yang tadinya berseri kini mulai pucat pasi. Sementara Xue Zhan masih menjelaskan dengan ketenangan seperti air.


"Anda terlalu putus asa dan mencari bantuan dari Kerajaan yang paling aman di era kekacauan itu, Kerajaan Phoenix. Anda datang ke Perguruan Gunung Pohon Seribu, meminta pada Batara Pedang Suci dan perguruannnya untuk menjaga batu tersebut selama satu tahun."


Xue Zhan menggeleng-gelengkan kepalanya, sesal terdengar dalam nada bicaranya.


"Setelah kedamaian datang ke Kekaisaran Diqiu, Anda melupakan siapa yang paling berjasa dan malah menyanjung mereka yang tutup mata dan telinga saat anda dalam kesulitan. Oleh karena itu, Tetua Perguruan Gunung Pohon Seribu marah dan mengatakan yang sebenarnya. Hal itu membawa perkara besar."


"Perguruan Gunung Pohon Seribu dibantai dalam satu malam. Batara Pedang Suci menjadi incaran semua penjahat di dunia dan kedudukannya sebagai Ketua Agung Dunia Persilatan hancur oleh tuduhan yang mengatakan bahwa dia ingin menguasai sendiri Batu Tanah dan menggunakannya untuk kejahatan. Di mana Anda berada saat dia sedang berada di dalam kesulitan hanya karena ingin membantu Anda?"


Sedetik Xue Zhan menoleh sekilas ke arah Gurunya.


"Dia mengalami penderitaan yang sangat menyakitkan. Dia kehilangan segalanya. Hingga akhirnya dia dikatakan bunuh diri ke dalam Jurang Penyesalan. Beberapa orang sempat mencari keberadaan batu itu dan tidak pernah kembali hidup-hidup. Apakah mereka itulah adalah orang yang Anda kirimkan? Maksudku, Tetua Lembah Abadi yang mati di dalam Jurang Penyesalan?"


"Anda khawatir Batara Pedang Suci tidak dapat menepati janjinya dan melakukan pencarian untuk batu itu, dan ujung-ujungnya sama sekali tidak membuahkan hasil."


"Aku sangat menghormati anda, Yang Mulia. Tapi aku butuh jawaban. Mengapa Anda menyebarkan rumor kematian Batara Pedang Suci, tidak mengizinkan orang lain mengungkit atau mencari tahu tentang kematiannya, dan menganggap kematian orang sekelas Ketua Agung Dunia Persilatan itu bagaikan asap yang langsung menghilang diterbangkan angin."

__ADS_1


Xue Zhan tiba di pertanyaan terakhirnya.


"Kenapa Anda melakukan itu semua?"


__ADS_2