Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 84 - Kebenaran dan Hancurnya Kepercayaan


__ADS_3

Benar saja. Kedua permata itu memiliki ukiran nama yang sama; Gu Xuanhua. Mata Jiazhen Yan melebar, mengingat ucapan dari pengendali Kabut Ilusi yang pernah ditemuinya yang mengaku bahwa dirinya adalah penjual kalung tersebut dan mengatakan bahwa kalung itu memiliki dua permata murni yang amat berharga, yang kini Jiazhen Yan miliki hanya salah satunya.


Lalu mengapa satunya lagi berada di tangan Xue Zhan?


Jiazhen Yan begitu mengingat saat kematian wanita itu, dia menghadiahkan kalung permata itu sebelum kepergiannya. Dan ayahnya pernah mengatakan bahwa,


"Orang yang memiliki satu bagian permata ini adalah pembunuh ibuku yang sebenarnya," gumam pemuda itu sambil menatap Xue Zhan tajam.


Gelegar petir menyambar semakin menjadi-jadi di atas mereka.


Kali itu Jiazhen Yan memandangnya dengan cara yang sungguh berbeda. Bukan lagi sebagai seorang teman sehidup semati, melainkan musuh yang saling membunuh antara hidup dan mati.


"Jadi kau adalah pembunuhnya, Xue Zhan?!"


Mata itu melotot diiringi teriakan menggelegar, Jiazhen Yan tidak pernah semarah ini.


"Membunuh ibumu? Mana mungkin!"


"Kalung pemberian ibuku mempunyai dua permata dengan nama yang sama. Ketika dia mati, dia hanya memberikan kalung dengan satu permata tersisa kepadaku. Orang yang memiliki yang satunya lagi adalah pembunuhnya. Tak kusangka, orang yang membunuhnya adalah satu-satunya teman yang paling kupercayai."


Kekecewaan di wajah Jiazhen Yan membuat Xue Zhan ikut hancur.


Entah dunia sedang menghukumnya karena selama ini terlalu hidup dengan damai, atau memang sangat membencinya hingga apa pun yang dia miliki satu per satu lenyap. Seorang Guru yang sangat baik, teman yang dipercayai, bahkan kepercayaan semua orang terhadapnya.


Xue Zhan dipaksa menelan pil pahit, dia kesulitan menerima fakta itu.


"Aku sama sekali tidak membunuh ibumu, kau percaya padaku bukan? Mana mungkin aku membunuh seorang wanita dewasa saat masih kecil!"


Orang lain memanas-manasi.


"Dia adalah iblis, pasti bisa membunuh tak peduli masih kecil atau sudah dewasa."

__ADS_1


Jiazhen Yan berucap sembari menggeleng, tatap matanya terlihat hancur. "Aku tidak lagi mempercayaimu. Selama ini aku berpikir kita sama, memiliki iblis di dalam diri masing-masing dan bisa saling memahami. Tapi ternyata omongan lelaki brengsek itu benar. Aku hanyalah iblis gadungan, namun kau, kau adalah iblis yang sebenarnya."


Xue Zhan terdiam tak bisa berkata-kata. Selama ini meskipun Jiazhen Yan adalah orang yang suka bicara seenak jidat pemuda itu tak menyinggung identitasnya sebagai iblis karena tahu hal itu sangat menyakitkan baginya. Sekarang secara terang-terangan Jiazhen Yan mengatakannya di depan semua orang.


"Kau adalah iblis yang lebih keji dari iblis mana pun."


Jiazhen Yan mengeluarkan pedangnya yang masih menyala oleh api murni, berjalan ke arah Xue Zhan sambil berkata.


"Lupakan pertemanan kita. Kau dan aku ditakdirkan sebagai dua musuh, bukan sebagai teman. Aku telah bersumpah atas nama ibuku, siapa pun yang membunuhnya harus membayarnya dengan nyawa. Tidak peduli dia sahabatku atau bukan ..."


Xue Zhan menatap Jiazhen Yan yang mulai ditahan oleh Xiao Rong dan juga Xian Shen.


"Aku harus membunuhnya demi sumpahku."


Xue Zhan menggeleng-gelengkan kepala, jika itu tentang pertemanan mereka rasanya dia tak ingin membiarkannya hancur begitu saja. Namun apa yang bisa dikatakannya? Xue Zhan bahkan tidak tahu dari mana permata itu berasal dan siapa di balik nama Gu Xuanhua di dalamnya. Dia hanya bisa tertawa pahit.


"Dari awal aku datang ke sini, kau adalah teman pertamaku. Bagaimana bisa aku melupakan pertemanan kita?" ucap Xue Zhan bergetar, dia juga melihat itu, kesedihan di mata Jiazhen Yan.


Xiao Rong dan Xian Shen tidak percaya Xue Zhan tak menjelaskan apa pun dan malah membuat orang lain semakin berpikir dia pembunuhnya. Pasti ada sesuatu yang salah, mereka yakin itu. Namun kini semuanya sudah terlanjur, Jiazhen Yan akan membunuh Xue Zhan seperti yang dikatakannya.


"Sadarlah, bodoh! Dia itu temanmu!" seru Xiao Rong mulai kelabakan, para pendekar itu mulai menyerang balik. Bahkan teman mereka, Jiazhen Yan ikut memerangi mereka. Xian Shen menghalangi dengan badannya, tindakan bodoh itu membuatnya menjadi bulan-bulanan musuh.


Keadaan semakin memanas dari waktu ke waktu, pertempuran itu merenggut nyawa kian banyak. Mereka yang dulunya bersaudara kini menjadi musuh. Petir dan hujan menjadi saksi bisu pertarungan saat itu. Pertarungan yang menginginkan darah dan nyawa sebagai tumbalnya.


Yin Xumei-saudara dari Ayah Yin Jiao berlari mengacungkan pedang ke arah Xian Shen yang melindungi Xue Zhan di belakangnya. Pemuda itu terlambat menyadari pergerakan dari depan di mana mata pedang bergerak menuju dadanya.


Bilah pedang tembus di dada pemuda itu, Xian Shen membelalakkan matanya lebar-lebar.


Terdengar suara erangan dan seketika seseorang mengeluarkan darah yang sangat banyak dari mulutnya, lebih seperti muntah darah.


Xian Shen berteriak histeris, "Xue Zhan!!"

__ADS_1


Jeritannya itu membuat Xiao Rong yang sibuk dengan musuh menoleh kaget dan mendapati temannya Xue Zhan dibunuh di tempat dengan pedang menembus dadanya. Xian Shen memangku kepala Xue Zhan yang penuh oleh darah, dia menangis hebat.


"Persetan kalian semua! Apa yang sebenarnya kalian pikirkan, dia juga seorang manusia! Ini semua bukan perbuatannya melainkan orang lain yang menjebak dan memfitnahnya. Kalian pernah bertanya apakah dia benar-benar melakukannya?! Tapi apa?"


Bibir Xian Shen gemetar hebat. "Kalian tak memberikannya waktu untuk menjelaskan dan membunuhnya sedemikian rupa. Kalian semua lebih busuk daripada anjin g."


Hinaan dari Xian Shen membuat beberapa tetua naik pitam dan langsung menghajar pemuda itu bersama iblis di pangkuannya. Xian Shen memeluk temannya itu erat, tak akan melepaskannya. Xue Zhan terbatuk-batuk, napasnya hanya tersisa beberapa penggal. Dia berucap terpotong-potong.


"Te-terima kasih ... Sudah membelaku."


Xue Zhan menyengir dengan mulut penuh darah. " ... Sekarang aku sadar, aku masih memiliki tempat yang mau menerima keberadaanku di bumi ini. Yaitu di hati kalian."


Tangis Xian Shen tak lagi terbendung. Selain sering memanggil nama ibunya tak disangka pemuda berparas tampan itu memiliki hati yang sangat lembut.


"Maaf, aku pernah berpikir buruk tentangmu. Kau orang baik, Saudara Zhan. Sayangnya manusia-manusia ini bahkan lebih biadab dari iblis."


Di sisi lain semua pendekar mendekat ke tepi jurang di mana Xian Shen memangku Xue Zhan.


Xiao Rong berlari ke arah mereka dengan panik karena dari sisi lain ratusan pendekar lain telah datang setelah menerima kabar iblis yang tengah diburu oleh Kaisar Ziran berada di Jurang Penyesalan. Jumlah yang bukan main itu jika dilihat berapa kali pun sangat menakutkan.


Tak tanggung-tanggung, bahkan para pendekar kelompok penjahat pun ikut menampakkan diri dengan tidak tahu malu.


"Iblis itu memiliki harga kepala melebihi satu juta keping emas! Siapa pun yang mendapatkannya akan menjadi kaya raya dalam semalam!" teriak ketua kelompok tersebut, dia lari tergopoh-gopoh membawa delapan rekannya.


Masing-masing dari mereka memiliki senjata unik. Satu yang berbadan bongsor berjalan ke tepi jurang, dia memutar-mutar rantai yang memiliki besi bulat berduri di ujungnya. Melemparnya ke tepi jurang hingga bebatuan di sana retak.


Tak hanya sampai di situ, ratusan pendekar secara bersamaan berlari ke arah Xue Zhan dan membuat retakan di ujung jurang semakin parah.


Guncangan besar terjadi, tepi jurang itu akan hancur tak lama lagi. Salah seorang menendang tubuh Xian Shen hendak menjatuhkannya ke dalam jurang, Xiao Rong menangkap tubuh Xian Shen dengan sigap menggunakan kekuatan kegelapan.


Di sisi lain beberapa orang menarik-narik tubuh Xue Zhan seperti akan mencabiknya. Xiao Rong teriak, "Tidak-!"

__ADS_1


__ADS_2