Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 97 - Monster Tua


__ADS_3

Selama dua hari penuh Xue Zhan masih belum sadarkan diri, Xiang Yi Bai menikmati makan malam sendirian sambil melemparkan pandangan ke atas mencoba melihat rasi bintang dan menebak kapan musim dingin akan kembali datang. Tatapan matanya terlihat kosong, pertama kali melihat manusia setelah sekian lama hampir membuatnya kaget. Dia nyaris saja memotong tubuh Xue Zhan menjadi seratus bagian sebelumnya.


Di samping tempat duduknya terlihat bangkai tulang tengkorak manusia yang sebagian telah retak atau hancur, sudah berapa mayat jatuh ke dalam Jurang Penyesalan dan tak satu pun bisa selamat. Matanya yang sipit menoleh ke arah Xue Zhan yang masih terbaring, terdengar helaan napas gusar darinya.


*


Dua bulan yang lalu ...


Xiang Yi Bai mengumpat setengah mati saat seonggok mayat murid perguruan jatuh ke dalam jurang tersebut.


Seperti kejatuhan meteor dari atas, Xiang Yi Bai langsung menepikan arak dari buah prem yang berhasil dibuatnya setelah disimpan bertahun-tahun. Jika di dunia mungkin harga arak itu bisa melambung tinggi. Tentu dia tidak ingin kehilangan arak kesayangannya tersebut, lagi pula sudah berhari-hari ini dia tidak minum-minum.


Takdir berkata lain, dia berhasil memotong tubuh mayat murid itu tapi reruntuhan batu kecil menghancurkan kendi arak dan membuatnya tumpah.


Xiang Yi Bai menggemerutukkan gigi dan mengamuk-yang jika didengar oleh orang di atas jurang mirip teriakan monster misterius di dalam laut yang menggema dengan cara yang menakutkan. Menyebabkan angin kencang naik ke atas permukaan dan menghancurkan apa pun yang berada di atasnya, burung saja mati apalagi manusia.


Kemarahannya tidak berlangsung lama karena setelah itu sebuah kitab jatuh dan seketika membuatnya terdiam.


Kitab Phoenix Surgawi itu dibuang begitu saja.


"100 Pusaka Keajaiban Dunia, Kitab Phoenix Surgawi? Tidak mungkin. Kitab ini telah dijaga baik agar tidak kembali muncul. Seharusnya dia disimpan setelah pemiliknya wafat. Lalu bagaimana bisa orang lain memilikinya?"


Raut wajahnya tampak pelik. Lelaki itu menyimpan begitu banyak informasi di otaknya, tapi ada beberapa hal yang dia lupakan karena terlalu lama mengurung diri.


"Peduli setan. Pemiliknya pasti begitu frustrasi dan memilih membuangnya daripada dimiliki orang lain. Idiot tidak berguna. Kalau memang tidak mampu menjaganya kenapa masih berani menyimpannya. Membawa petaka saja."


Dia memungut kitab itu dan menyapu sampulnya dengan lengan jubah putih. Mata sipit itu membaca satu per satu, melihat tetesan darah di buku tersebut lelaki itu langsung memeriksa.

__ADS_1


Ada kekuatan yang begitu familiar, Xiang Yi Bai berkali-kali mengeceknya dan tak bisa menarik satu pun kesimpulan. "Tidak mungkin ... Apa dia masih hidup? Darah serta kekuatan ini begitu mirip dengannya, tidak, dia sudah mati begitu lama. Orang yang mati bodoh itu-" Dia berhenti sejenak, "Lagipula kekuatan ini menyimpan energi kuat yang cukup gelap. Tidak mungkin ini dia."


Ketika mengangkat wajah Xiang Yi Bai mendengar suara pertempuran di atas sana semakin ribut. Tidak habis pikir dengan tingkah laku manusia yang selalu saja meributkan hal kecil, yang bukan hak miliknya dan luntang-lantung meneriakkan keadilan saat kakinya masih menginjak kepala orang lain.


Xiang Yi Bai tertawa miris sembari menyelipkan Kitab Phoenix Surgawi ke dalam jubahnya dan terbang ke atas untuk melihat sedikit lebih dekat.


"Iblis?" Lelaki itu sampai memastikan dua kali, matanya melebar dan pikirannya menerawang mengingat banyak hal. Dia baru tahu iblis itu berhasil selamat, saat itu semua orang mengatakan bayi iblis pembawa Dosa telah mati dibawa arus sungai. Lagipula tak ada yang menemukan jasadnya ke mana. Siapa sangka setelah belasan tahun anak iblis itu muncul di hadapannya. Tentu sebuah kabar mengejutkan.


"Jika Raja Iblis tahu tentang ini dia pasti akan langsung mengumpat di alam kubur."


Kakinya menapak di atas ranting tipis, dengan kemampuannya saat ini Xiang Yi Bai mampu membuat berat tubuhnya seringan awan. Bukan hal sulit untuk dilakukan pendekar setingkatnya.


"Aku sudah memutuskan untuk melepaskan diri dari urusan duniawi. Biarlah manusia bodoh itu berbuat seenaknya. Mati tinggal kubur."


Ketika Xiang Yi Bai memutuskan kembali ke dasar jurang, pertempuran di atas telah menemui akhir di mana iblis itu tersudutkan dan akhirnya kalah telak.


"Akhir yang mengenaskan. Dibunuh sekelompok manusia. Nasib para iblis tak jauh berbeda."


Xue Zhan jatuh dengan tatapan kosong, kedua tangannya terangkat seperti sedang meraih cahaya dari atas jurang, masih berharap akan kesempatan kedua untuk memperbaiki apa yang telah terjadi. Namun semua sudah terlambat. Sesaat mata merah darah itu bergulir menatap Xiang Yi Bai, matanya hanya melihat sekelebat putih menyerupai manusia dan memiliki kekuatan di atas rata-rata walaupun akhirnya dia mengabaikannya.


Xiang Yi Bai sendiri menajamkan penglihatan.


"Kita lihat sampai kapan iblis idiot ini bertahan," gumamnya sembari membuang pandangan ke bawah. Embusan angin naik melewati tubuh Xue Zhan dan membuat kulitnya terluka cukup banyak. Xue Zhan kehilangan kemampuan memulihkan diri. Tidak sampai di sana, tubuhnya juga menghantam batu raksasa besar dan seketika mematahkan tulangnya.


Berulang kali tubuh Xue Zhan terhantam benda tajam dan menghancurkan tulangnya. Xiang Yi Bai menatap dingin pada tubuh yang sebentar lagi akan menghantam batu raksasa di dasar jurang. Xue Zhan bisa langsung terbelah dua jika terkena ujungnya yang runcing seperti pedang.


Saat melihat mata semerah darah dan kalung permata merah di genggaman tangan Xue Zhan riak wajah lelaki kaku itu mulai berubah. Ribuan mayat jatuh ke Jurang Penyesalan, baru kali ini dia menaruh peduli pada urusan duniawi yang sudah ditinggalkannya berpuluh-puluh tahun.

__ADS_1


Xiang Yi Bai sudah bersumpah untuk tidak berurusan dengan urusan duniawi kecuali untuk beberapa alasan. Hal itulah yang membuatnya terus mengurung diri di Jurang Penyesalan.


Dia mencebik, melawan kehendak diri dan terjun ke bawah dengan sebelah tangan memegang gagang pedang yang diikat di balik punggungnya. Xue Zhan kehilangan kesadaran saat seorang pendekar jubah putih terbang ke arahnya dan menangkap tubuhnya. Kemudian pedang dengan ukiran nama Xiang membelah satu batu raksasa hingga puluhan meter. Angin kencang beterbangan, air sungai menyembur ke atas permukaan di sepuluh titik, kekuatan besar itu membuat beberapa bebatuan di dinding jurang longsor.


Batu raksasa terbelah nyaris sempurna tanpa retakan kasar di bagian yang terpotong. Lalu sungai deras mengalir di tengah batu yang hancur.


"Oi, bocah idiot."


Panggilnya menyolot. Satu hal lagi yang dia lupakan setelah mengurung diri, yaitu tata krama.


Xue Zhan sedang menghadapi sekarat, erangan lemahnya menandakan dirinya saat ini sedang bertarung di ujung maut. Xiang Yi Bai tahu rasanya saat mengalami apa yang Xue Zhan rasakan saat ini. Dia membaringkan tubuh pemuda itu di tanah. Melihat mata merah penuh darah itu masih terbuka lebar dan mungkin tak menyadari kehadirannya. Xue Zhan menahan rasa sakit yang mendera.


"Bukankah itu menyakitkan? Mati dengan cara yang mengenaskan. Jika kau ingin penderitaan ini berakhir kau harus masuk ke dalam Gerbang Kematian."


Xiang Yi Bai berniat meninggalkan Xue Zhan, tapi langkahnya tertahan sejenak. Pikirannya terganggu. Dia tidak bisa meninggalkan pemuda itu mati begitu saja. Jika ingin membiarkannya mati Xiang Yi Bai tidak perlu repot-repot membelah batu dan menyelamatkan Xue Zhan. Sudah tanggung, Xiang Yi Bai tidak bisa mengelak lagi.


"Katakan padaku, mengapa kau memiliki kekuatan dan wajah yang sama dengan si bocah besar dungu itu?" Dia menarik kerah baju Xue Zhan, pemuda itu tak lagi bergerak.


Lelaki itu berpikir dirinya harus menyelamatkan iblis itu jika menginginkan jawaban. Xiang Yi Bai merebahkan tubuh Xue Zhan di pondok kecil tempatnya tinggal.


Luka di tubuh Xue Zhan baru bisa disembuhkan dalam kurun waktu dua bulan meski Xiang Yi Bai memiliki kekuatan dan ilmu pengobatan yang lumayan hebat. Kerusakannya sangat fatal. Tulangnya patah, mata terluka dan beberapa organ tubuh rusak akibat ditikam, ditusuk dan disayat oleh para manusia. Dilihat bagaimana pun tak ada satu pun tabib di dunia ini yang mampu menyelamatkan pemuda itu.


Hanya satu orang yang dapat menyelamatkannya, dan orang itu adalah Xiang Yi Bai.


Setelah dua bulan lamanya dan kehilangan cukup banyak kekuatan hanya demi menyelamatkan bocah nakal, Xiang Yi Bai menyadari ketika pemuda itu mulai mendapatkan kesadaran dan tidak percaya yang pertama kali dia lakukan adalah bersekongkol-lebih tepatnya dibodoh-bodohi oleh seekor iblis seumur jagung.


"Kau beruntung bocah udik, masih bisa selamat dari ketinggian seperti ini. Jika kau tidak memberikanku jawaban yang memuaskan akan kubuat kau mati dua kali."

__ADS_1


***


__ADS_2