Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 148 - Markas Lembah Batu


__ADS_3

Ratusan lilin menyala di dalam kediaman Fan Yuan, laki-laki itu belum kembali sejak siang tadi.


Xiang Yi Bai tengah duduk di meja kayu sambil menulis sesuatu di atas kertas. ketukan kecil di meja terdengar menguasai ruangan, suara pena yang menggores kertas ikut meramaikan tempat sunyi itu. Ruangan itu terang oleh cahaya lilin yang memenuhi sekitarnya.


Di sudut ruangan, rak buku besar yang penuh dengan buku-buku berbaris rapi. Di sana Xiang Yi Bai menghabiskan waktu luangnya sambil bersantai. Tapi nampaknya dia sama sekali tidak tenang.


Badai melanda dengan membawa angin kencang dan hujan deras. Xiang Yi Bai merasakan udara dingin sekaligus sejuk menembus jendela terbuka di sebelahnya.


Jendela itu terbuka lebar dan deru angin terdengar jelas, menggema dalam ruangan yang kosong. Dengan sigap Xiang Yi Bai berdiri dan berjalan ke arah jendela, merasakan hembusan angin yang dingin di wajahnya. Dia menutup jendela itu dengan hati-hati, memastikan agar tidak ada air hujan yang masuk ke dalam ruangan.


Xiang kembali ke kursinya dan mulai menulis kembali. Dia menciptakan seekor merpati dari kekuatannya, mengikatkan gulungan kertas berisi pesan yang dia tulis sejak tadi.


Setelahnya, pikirannya teralihkan oleh suara angin yang semakin keras dan suara gemerisik daun di luar jendela. Dia mencoba untuk memfokuskan diri untuk bermeditasi namun jendela terbuka kembali, dan suara angin yang keras membuatnya tidak dapat berkonsentrasi. Ada firasat buruk yang datang dan itu sangat mengganggunya. Dia berdiri lagi dan menutup jendela dengan kuat.


Namun pandangannya sesaat terkunci ke sekelebat bayangan dari dalam hutan, sangat cepat namun dia dapat memastikan bahwa matanya tidak salah melihat, sosok itu adalah manusia. Tidak ada pengawal berpakaian hitam di tempat ini, lantas siapa orang yang baru saja Xiang Yi Bai lihat barusan?


Laki-laki itu mendecak kecil mengacuhkan segala pikiran yang membuatnya terganggu.


Sesaat pikirannya tertuju pada si pembuat onar, dia menggumam kecil.


"Semoga saja murid bodoh itu tidak bikin ulah, akan kujadikan sup tulang rusuknya nanti," katanya sambil menutup daun jendela.


**

__ADS_1


Di tengah hutan belantara yang lebat, angin kencang yang disertai hujan badai tiba-tiba menggoyangkan segala sesuatu yang dilewatinya. Pepohonan besar bergoyang-goyang dan beberapa rantingnya patah, suara gemuruh angin badai terdengar keras, menerbangkan daun-daun pepohonan ke udara.


Beberapa pepohonan bahkan terlihat terguncang dan hampir roboh oleh kekuatan angin. Di bawah angin dan hujan yang tak berhenti, genangan lumpur terbentuk di tanah yang sebelumnya sudah basah oleh hujan yang turun.


Sekelebat bayangan muncul di tengah hutan diikuti bayangan lainnya, begitu cepat.


Setiap jalan hutan tersebut dipenuhi oleh pepohonan yang tinggi menjulang ke


atas. Cabang-cabang pohon tersebut bergerak hebat akibat terpaan angin badai yang semakin kencang menandakan hujan deras akan turun, dan membuat suara ribut di hutan yang sunyi. .


Aksi kejar-kejaran terjadi di dalam hutan belantara.


Dua orang berjubah membawa seorang gadis dan dikejar oleh seorang pemuda dengan topeng putih.


Kedua orang berjubah tersebut merasa terancam oleh keberadaan pemuda tersebut dan satu dari mereka langsung mengeluarkan senjata.


Kilat cahaya dari pedang Xue Zhan muncul, dia melompat dari satu dahan ke dahan lain yang sangat jauh dan berhasil mengenai bagian kaki satu musuh di depannya.


Xue Zhan melompati laki-laki yang kini terduduk di atas dahan pohon besar, mereka berkejar-kejaran di atas pepohonan dan selama setengah jam lebih beradu kecepatan. Nampaknya kedua orang itu mulai kelelahan dan ini saatnya Xue Zhan menyerang.


Pemuda tersebut melompat dan melakukan tendangan ke arah kepala salah satu dari kedua orang berjubah tersebut. Tendangan tersebut mengenai sasaran dan membuat orang tersebut terlempar beberapa meter ke belakang.


Pemuda dengan topeng putih dengan cepat bergerak dan menangkap lengannya, kemudian dengan satu gerakan tangan yang lincah, dia mengeluarkan serangan tinju yang lumayan keras dan menjatuhkan lawannya ke tanah.

__ADS_1


Berhasil menumbangkan yang satunya Xue Zhan berniat mengejar yang lain.


Namun sayangnya kaki Xue Zhan ditahan laki-laki itu, dia tidak melepaskan Xue Zhan yang ingin mengejar Yin Jiao. Pemuda itu berusaha melepaskan diri tapi nampaknya dia tidak memiliki cara lain selain membunuh orang tersebut. Tanpa mengulur waktu lebih lama Xue Zhan mencabut pedang dan dalam hitungan detik setelah itu sebuah kepala jatuh di atas rumput yang ternoda oleh darah.


Sialnya walau hanya selisih beberapa detik lelaki itu berhasil membawa kabur Yin Jiao. Xue Zhan mengumpat di dalam hati.


Padahal dia berada di sisi Yin Jiao saat itu, ketika mereka berbicara dia merasakan hawa kehadiran yang tidak biasa di sekitarnya dan Xue Zhan tidak bisa menebak dari mana sumber kekuatan itu karena terlalu abstrak dan banyak. Karena melihat tidak ada pergerakan di tempat Yin Jiao berada, Xue Zhan mengira energi jahat itu berasal dari tempat lain.


Oleh sebab itu dia memutuskan pergi untuk mencari dari mana energi jahat itu berasal.


Xue Zhan tidak pernah menyangka bahwa yang mereka incar saat itu adalah Yin Jiao dan Xue Zhan meninggalkannya bertarung sendirian sampai terluka.


Xue Zhan mengepalkan sebelah tangan kesal, dia mengikuti aroma darah Yin Jiao yang samar-samar masih tercium. Cukup jauh mengejar, mata merahnya menyisir setiap sudut hutan tanpa ada yang terlewatkan hingga ketika dia akhirnya dia menemukan kembali laki-laki yang membawa Yin Jiao dan sedang menuju sebuah tempat terpencil yang berada di dalam apitan bebatuan curam di lembah berkabut.


Tempat itu seperti kosong dan tidak berpenghuni, tetapi ketika Xue Zhan memperhatikan sekali lagi di dalamnya puluhan pria dalam pakaian hitam dan juga wajah ditutupi kain berbaris. Detak jantung mereka hampir tidak terdengar, mereka seperti patung.


Xue Zhan berada di atas bebatuan curam, mengurangi kebisingan yang ditimbulkannya. Walau hanya bernapas, Xue Zhan yakin orang-orang di bawah sana dapat melacaknya. Dari ketinggian itu tidak banyak yang Xue Zhan lihat.


Matanya menangkap sesosok dengan pakaian hitam lengkap dilindungi pelindung lengan, sabuk besi dan pedang merah berapi yang sangat hebat. Dia memiliki aura membunuh pekat dan pembawaannya sangat tidak biasa. Seperti halnya Xue Zhan bertemu dengan orang telah membunuh dua puluh ribu orang, begitulah yang dilihatnya dari sosok tersebut. Pria itu berhenti di depan Yin Jiao.


Dari tempatnya sekarang, Xue Zhan dapat mendengar pembicaraan di bawahnya.


"Berkatmu kami berhasil mengundang orang ini secara cuma-cuma. Kau berguna juga, heh."

__ADS_1


__ADS_2