
Pagi di Perguruan Bukit Emas tenang dan damai. Udara segar dan sejuk menyelimuti bangunan-bangunan yang terlihat megah. Terdengar suara burung berkicau di pepohonan yang berjejer rapi. Suasana pagi yang tenang ini menjadi saat yang tepat bagi para murid perguruan untuk berlatih dan memperbaiki kemampuan mereka. Seperti biasa, para guru dan pendekar senior berkumpul untuk mengawasi latihan para murid.
Para murid perguruan Bukit Emas yang sedang berlatih pagi terlihat fokus pada gerakan mereka masing-masing. Suara pedang beradu, tinju dan tendangan terdengar berirama.
Hua Lian, Xiang Yi Bai, dan Xue Zhan berjalan menuju gerbang perguruan, Hua Du ikut mengantarkan ketiganya untuk pergi mencari Yue Linghe di Xinghua.
Sebelum mereka pergi, Hua Lian meminta para murid perguruan untuk menjaga keamanan di sana dan mengucapkan pamit pada Kakeknya. Beberapa adik perguruan mengantarkan kepergian mereka, mengkhawatirkan keadaan Hua Lian yang mungkin takkan kembali dalam waktu lama, mungkin perjalanan kali ini akan memakan waktu karena Xinghua berada cukup jauh di pinggiran Kekaisaran.
Hua Lian ingin memastikan bahwa perguruan akan aman dan terlindungi selama ketidakhadirannya di sana.
Setelah memberikan perintah itu, mereka pun berangkat menuju ke arah Xinghua.
Saat matahari mulai meninggi, ketiganya tiba di sebuah desa kecil. Mereka menempuh jalan setapak yang terjal di tengah hutan belantara, terkadang melewati sungai kecil dan perbukitan yang terjal. Lalu memutuskan untuk beristirahat dan membeli beberapa persediaan makanan dan minuman atas permintaan Hua Lian.
Xiang Yi Bai beristirahat di dalam kamar penginapan, sementara itu Hua Lian mencari persediaan makanan di pasar. Seharusnya jika hanya mereka berdua perjalanan mungkin akan lebih cepat, tapi dengan membawa Hua Lian tampaknya mereka tidak bisa memaksa laki-laki itu terus berjalan tanpa makan dan minum selama empat hari. Apalagi jika dalam cuaca panas atau badai, keduanya mau tak mau harus berteduh sejenak.
Xue Zhan memilih duduk di kedai yang langsung disediakan di dalam penginapan. Melihat dua orang laki-laki sedang sibuk bercerita dengan sangat hebohnya.
Xue Zhan mencari tempat duduk yang di dekat dua orang tersebut. Saat itu, pandangannya langsung tertuju pada dua orang laki-laki yang sedang sibuk bercerita dengan antusias. Xue Zhan penasaran dengan pembicaraan mereka, terutama ketika mereka mengatakan tentang seorang pendekar misterius yang dikenal sebagai Pengganti Hukum Langit.
Salah satu laki-laki itu menyebutkan bahwa Pengganti Hukum Langit telah kembali dan membunuh ratusan murid di perguruan Kekaisaran Guang. Mereka berbicara dengan sangat heboh, kejadian itu sangat menggemparkan Kekaisaran Guang saat ini. Juga dikatakan bahwa teror ini menjadi yang paling mematikan, dengan jumlah korban mencapai 346 murid yang tewas bersama Gurunya.
Xue Zhan sontak terkejut dengan kabar tersebut dan ingin mendengar lebih lama lagi. Dia ingin mengetahui lebih banyak tentang Pengganti Hukum Langit dan apa yang terjadi di perguruan Kekaisaran Guang. Kedua laki-laki itu terus berbicara tanpa mempedulikan sekitarnya, menggambarkan dengan detail kejadian mengerikan yang terjadi di perguruan tersebut. Terkadang mereka memelankan suara dan kadang juga tiba-tiba melengking seperti wanita sedang menggosip.
Xue Zhan mendengarkan dengan seksama, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi di perguruan Kekaisaran Guang tanpa melewatkan sedikit pun informasi. Dia berpikir bahwa kejadian ini mungkin memiliki kaitannya pada pencariannya akan Kelabang Ungu dan Yue Linghe. Entah memungkinkan atau tidak.
__ADS_1
Di samping itu, Pengganti Hukum Langit adalah sosok pendekar misterius yang menimbulkan ketakutan di seluruh Kekaisaran. Dia terkenal membunuh dengan kejam dan meninggalkan tanda berupa kayu di mayat korban yang berisi pesan bahwa "Jika langit tidak mampu menghukummu, maka aku yang akan mematikanmu." Tindakannya yang mengerikan ini telah merenggut nyawa puluhan perguruan di Kekaisaran Diqiu, termasuk anggota Menara Giok Hantu dan puluhan kelompok penjahat di berbagai Kekaisaran.
Kali ini dia menyerang perguruan Kekaisaran Guang, tercatat ada sekitar 346 murid tewas bersama Gurunya. Tidak jelas apa motifnya dalam melakukan aksi tersebut, namun kehadirannya menimbulkan ketakutan dan kecemasan di seluruh Kekaisaran. Semua orang merasa was-was dan khawatir akan menjadi korban berikutnya jika bertemu dengan sosok ini.
Masyarakat dan para pendekar di seluruh Kekaisaran turut mencari tahu identitas Pengganti Hukum Langit, namun hingga saat ini belum ada yang berhasil menemukannya bahkan sekedar melacak keberadaannya. Sekali dia muncul selalu saja korban berjatuhan. Dia tetap menjadi ancaman besar bagi seluruh Kekaisaran dan telah menjadi buronan besar.
Pembicaraan kedua lelaki itu semakin tertutup sampai akhirnya Xue Zhan tidak bisa mendengar lagi apa yang mereka perbincangkan. Dia menghela napas kecewa dan menikmati minuman dengan gusar.
Sampai saat seorang prajurit dengan seragam lengkap duduk di sebelahnya dan memesan satu kendi arak kecil. Terlihat kelelahan setelah bekerja seharian penuh. Xue Zhan teralihkan padanya dan hanya menoleh sejenak.
"Pendatang baru ya?" Basa-basinya dengan ramah. Xue Zhan mengangguk.
"Hanya singgah sementara." Dia menambahkan, "Kau terlihat sangat kelelahan."
"Hahaha. Lihatlah, kuda saja tidak mengomel seperti dirimu, tuan."
Lelaki itu tertawa besar dan menepuk pundak Xue Zhan. "Sial, kau membandingkan ku dengan kuda. Keterlaluan."
"Daripada kau, menyamakan dirimu sendiri dengan kentut kuda."
Keduanya tertawa. Tak lama laki-laki menyebutkan namanya, dia bernama Zhou Shan. Seorang prajurit kota yang telah lama bekerja di sana. Hanya saja akhir-akhir pekerjaannya lebih sulit dan waktu istirahatnya berkurang.
Xue Zhan bertanya penasaran. "Omong-omong, masalah apa yang terjadi di kota ini?"
"Benar juga. Kau pendatang baru, berhati-hatilah. Ada beberapa pendekar berbahaya di kota ini. Mereka masuk tanpa izin dan seringkali berbuat onar."
__ADS_1
Kalau dibilang seperti itu sebenarnya Xue Zhan dan Xiang Yi Bai adalah penyusup. Mereka tidak memiliki izin masuk ke Kekaisaran Feng.
"Kurasa memang hal ini sering terjadi," sela Xue Zhan.
"Kali ini berbeda," pungkas Zhou Shan. "Musuh kali ini memiliki kekuatan yang tidak masuk akal. Dia hanyalah seorang anak gadis remaja tapi kekuatannya seperti monster raksasa. Salah seorang pendekar kota ini tewas hanya karena dicekiknya dan dikatakan semua tulang lehernya terputus dari dalam. Anak itu sungguh mengerikan. Kau sebaiknya berhati-hati."
Xue Zhan terkesiap. "Jangan-jangan dia ...."
"Kau tahu siapa dia?" tanggap Zhou Shan.
"Sepertinya aku pernah melihatnya di pasar. Tak kusangka dia seberbahaya itu."
Zhou Shan mengangguk setuju. "Bukan hanya dia, ada dua orang lain yang datang bersamanya dan kelihatannya lebih kuat dari gadis itu, kami masih mencari keberadaan mereka. sampai ketiganya ditangkap situasi kota belum bisa dibilang aman."
Xue Zhan membuka mulutnya untuk mengetahui lebih banyak,
"Siapa mereka-"
"Ah sayangnya waktu istirahatku tidak banyak," sela Zhou Shan menenggak habis araknya dan meletakkan uang di atas meja. "Maaf, aku buru-buru. Lain kali kita berbicara lagi."
Dia terlihat sangat-sangat sibuk dan pada akhirnya Xue Zhan kembali melihat ke keramaian. Banyak isu menyebar, semuanya pasti mengarah kepada satu permasalahan; bahaya.
Ini semakin sulit untuk dijabarkan. Xue Zhan harus segera mendapatkan jawabannya secepat mungkin.
"Sebenarnya apa yang terjadi di dunia ini? Semuanya kacau tiba-tiba. Sial," gerutunya.
__ADS_1