
Xue Zhan membalikkan badan, terpojokkan. Di hadapan ratusan orang itu, ratusan orang yang membenci dan meneriakkan kematian untuknya, Xue Zhan sama sekali tidak merasakan takut lagi. Dia selalu menjaga sikap kepada mereka dengan dalih menjaga nama baik gurunya.
Namun sekarang tidak ada lagi yang harus dijaganya, pemuda itu menurunkan caping dari atas kepala dan mendekapnya. Masih terlihat jelas dia berkabung atas kematian guru dan Tetua ke-45. Tidak ada yang bisa dijelaskannya lagi. Fitnah terhadap dirinya telah membuatnya berada di situasi ini; diburu hingga mati tanpa ampunan. Pergi ke mana pun tak kan ada orang yang mau menampung iblis penuh darah sepertinya. Tidak ada.
Mata hampa itu perlahan bergulir menatap ratusan orang-orang yang berada di jalan lurus, semua menentangnya dan ingin membunuhnya.
"Aku di sini untuk menepati janjiku pada Guruku, Kang Jian."
"Jangan berani-beraninya kau menyebut namanya dengan mulut kotormu itu!" seru salah seorang sahabat dekat Kang Jian dibakar emosi.
"Aku, Xue Zhan, akan mengatakan kepada kalian semua. Aku akan membuktikan semua tuduhan yang ditujukan padaku salah dan mengungkap siapa dalang di balik ini. Sampai saat itu tiba aku tidak akan menyerahkan nyawaku. Sogok malaikat pencabut untuk membunuhku."
"Iblis busuk!!" geram Ziran Zhao kemudian, dia mengangkat sebelah tangan dan saat memajukannya sontak ratusan pendekar itu mengepung Xue Zhan dari berbagai sisi.
Tak bisa dihindarkan lagi pertumpahan darah yang terjadi di bukit Jurang Penyesalan.
Jurang Penyesalan dikatakan memiliki sejarah panjang yang melibatkan pertumpahan darah puluhan tahun silam. Dikatakan seorang pendekar terhebat pernah bertarung di tempat itu dan mati di dalam Jurang Penyesalan tanpa ada siapa pun yang mampu menyentuh jasadnya.
Jurang Penyesalan memiliki kedalaman yang tak pernah diketahui, tak pernah ada yang selamat jika masuk ke dalamnya. Seseorang mengatakan bahwa saat malam, jika seseorang datang ke jurang itu ia akan mendengar bunyi-bunyi aneh seperti ribuan monster tengah berkumpul di dalamnya. Bukan tak memiliki alasan, Jurang Penyesalan memiliki aura magis yang sangat besar.
Kekuatan murni di dalam Jurang Penyesalan bukanlah kekuatan yang bisa ditandingi oleh manusia biasa. Pada umumnya kekuatan murni akan membantu seseorang meningkatkan kekuatannya, namun kekuatan murni di dalam Jurang Penyesalan berbeda. Dia dapat membunuh siapa pun yang tak cukup sanggup menahannya. Saat Jurang itu sedang mengamuk, bahkan angin yang keluar dari celahnya dapat membelah seorang manusia menjadi beberapa bagian.
Petir mengamuk di atas kepala mereka, berkali-kali kilat cahaya muncul diiringi angin badai yang menerpa. Hujan deras turun membasahi bukit Jurang Penyesalan. Amukan alam dan manusia bercampur menjadi satu, menjadikan tempat yang berubah menjadi medan pertempuran itu begitu menyeramkan untuk dilihat.
__ADS_1
"Aku tidak akan segan membunuh walaupun kalian seorang manusia."
Pedang pemberian Li Jia Xing memantulkan kilat cahaya sesaat, Xue Zhan menggunakan pernapasan tingkat tiga dan mengumpulkan kekuatan di telapak tangannya.
"Seni Kekacauan Dewi Angin!"
Beberapa pendekar mundur.
"Gerakan itu-! Dia berasal dari Kerajaan Phoenix yang telah tumbang?!"
"Tidak salah lagi ... Kitab Phoenix Surgawi bersama anak iblis ini! Kitab pusaka langit melegenda yang telah lama menghilang dari dunia persilatan. Aku akan merebutnya dan menjadi orang terkuat dengan kitab itu!"
Satu per satu pendekar mulai tamak. Berdiri dengan dalih menegakkan keadilan padahal kejahatan bersemayam di dalam hati mereka dan bisa kapan saja membunuh saudaranya tanpa belas kasih. Anjin g-anji ng kotor itu munafik. Mereka mengatakan diri mereka berada di jalan kebenaran padahal hati mereka terperangkap dalam keburukan.
"Kalian menginginkan Kitab Phoenix Surgawi ini?" Xue Zhan mengeluarkan kitab itu dan membuat puluhan mata bersinar, beberapa ketua perguruan yang ikut dalam pertarungan itu berdesakan untuk memperebutkan pusaka berharga itu.
"Tidak akan kubiarkan. Sentuh kitab ini, aku akan memotong tanganmu sampai putus."
Ucapan itu ditanggapi remeh, lalu sesaat setelahnya mereka memojokkannya ke tepi jurang.
Xue Zhan menunduk, menangkis dua pedang sekaligus yang nyaris mengenai dadanya dan berbalik mendorong keduanya ke tepi jurang. Dua orang itu bergantungan di tepi ketakutan.
Salah seorang murid perguruan Lembah Abadi datang menebaskan senjata dari samping, Xue Zhan menendang hingga terjatuh ke dalam jurang. Ketika tubuh murid itu terbang di tengah Jurang Penyesalan, angin kencang naik ke atas permukaan selayaknya monster yang bersembunyi di bawah sana dan memotong pemuda itu hingga hancur beberapa bagian
__ADS_1
Kontan para pendekar terhenti sejenak. Kitab Phoenix Surgawi di tangan Xue Zhan amatlah berharga, mereka tidak bisa membiarkan pusaka langit itu hancur bersama pemuda itu.
"Mengapa? Tadinya kalian berkoar-koar ingin menegakkan keadilan tai kuda itu, saat melihat sebuah pusaka hati kalian berbalik! Tidakkah kalian malu?!"
Tetua Lembah Abadi, beberapa Ketua Perguruan dan bahkan pendekar terpandang tak menjawab omongan Xue Zhan. Pemuda itu terluka sangat parah dan dia berdiri tegap seakan-akan luka itu tak ada arti baginya.
"Aku tahu," ucapnya berubah pikiran. Xue Zhan tahu dia tidak akan selamat hari ini, tapi Kang Jian pernah berpesan padanya. Apa pun yang terjadi, pusaka seperti Kitab Phoenix Surgawi ini tidak boleh sampai jatuh ke tangan yang salah.
Orang-orang di depannya mungkin bukan orang yang disebut penjahat. Tapi mereka bisa lebih keji daripada setan itu sendiri.
Dia kembali menampakkan Kitab Phoenix Surgawi, mengangkatnya tinggi-tinggi di atas kepala agar semua orang melihat Kitab Phoenix Surgawi itu.
Kitab Phoenix Surgawi telah lama menghilang dari dunia persilatan, dikatakan Kitab Phoenix Surgawi adalah salah satu dari sepuluh pusaka terhebat 100 Pusaka Keajaiban Dunia. Keberadaannya yang selama ini disembunyikan telah terkuak. Sekarang semua orang menginginkan pusaka langit itu, kitab yang dapat membuat seseorang mendaki tingkat tertinggi ilmu bela diri dan menjadi tak terkalahkan.
Dengan senang hati Xue Zhan melakukan tindakan gila ini. Jika itu adalah perintah gurunya, Xue Zhan tidak akan memikirkan dua kali untuk melakukannya.
Dia membuang Kitab Phoenix Surgawi ke dalam Jurang Penyesalan. Seorang Ketua Perguruan Pondok Kabut Putih mengangkat tangan tak percaya, Kitab itu telah jatuh ke dalam jurang dan tak akan mungkin diselamatkan lagi. Siapa yang berani terjun ke jurang mematikan itu untuk mengambilnya? Tidak ada. Dia menggeram begitu kesal sama seperti yang lain.
"Bagaimana bisa kau membuang barang seberharga itu?!"
"Jadi itu yang sekarang kalian inginkan? Bukannya tadi hanya nyawaku?"
Xue Zhan tertawa. Ini pembalasan yang cukup membuat hatinya terhibur di detik-detik terakhir yang dimilikinya, mereka tidak akan mendapatkan benda itu. Xue Zhan menatap langit kelabu di atasnya dengan tatapan mata pedih. Hari-hari melelahkan yang menimpanya telah mengikis senyuman di wajahnya. Xue Zhan tak memiliki arti hidup lagi sekarang.
__ADS_1