
Sendi dan tulang seperti berpindah menimbulkan rasa nyeri di bagian dada, dia menarik napas dalam dan malah membuat paru-parunya berdenyut perih. Xiang Yi Bai melihat tidak minat ke arahnya. Saat ini malam sudah turun dan suhu di dasar Jurang Penyesalan turun drastis. Dengan tubuh Xue Zhan saat ini dia belum tentu mampu menahan dinginnya tempat ini.
"Akhirnya kau bangun juga," gerutu Xiang Yi Bai bernada kesal. Dia mengambil satu ikan bakar yang ditusuk pada tangkai kayu kecil seraya berjalan ke arah pemuda itu. Masih memasang wajah jutek.
"Makanlah, perutmu kosong selama dua bulan. Tenagamu harus kembali secepatnya agar kau bisa beradaptasi dengan suhu di bawah jurang ini."
Xue Zhan menatap sesaat Xiang Yi Bai, pandangannya buram selama beberapa detik hingga sosok berjubah putih terlihat jelas di hadapannya. Dia tidak sedang bermimpi, saat menurunkan pandangan dan melihat diri sendiri, Xue Zhan baru menyadari keadaan tubuhnya jauh lebih baik. Hanya ada beberapa bekas luka sayat yang mungkin tak akan hilang.
Tapi segitu saja Xue Zhan sudah tidak percaya ada manusia di dunia ini yang mampu mengobati orang sekarat yang tubuhnya telah hancur.
Mata sipit dan mengecam itu melotot ke arahnya, "Ambil. Ikannya." Dia mengeja penuh penekanan, Xue Zhan lantas tersentak dan segera mengambil ikan tersebut.
"Terima kasih, Tetua Xiang."
Xiang Yi Bai mengibaskan jubahnya kemudian duduk di sebelah Xue Zhan.
"Tetua-"
"Bocah-"
Mereka sama-sama terdiam beberapa saat, Xiang Yi Bai menukikkan alis dan langsung menyerbu seperti singa ganas. "Berani-beraninya memotong omonganku. Di sini aku yang kehilangan banyak waktu dan tenaga untuk menyelamatkanmu, malah kau duluan yang bertanya?"
Xue Zhan menunduk, "Maaf, Tetua. Aku hanya penasaran siapa anda sebenarnya sampai bisa mengobati luka luar dalam yang sangat fatal. Anda pasti adalah orang yang hebat."
Kemarahan di wajah Xiang Yi Bai sirna seketika, dia tertawa-tawa bahagia sembari berbicara, "Hahaha, ilmu bela diriku memang sedikit lebih hebat daripada ilmu pengobatanku. Tapi segitu saja sudah bisa menyelamatkan bocah udik sepertimu. Bukan karena aku ingin menyelamatkanmu juga, tapi aku hanya sedikit melatih kemampuanku agar tidak menumpul."
Mata Xue Zhan berkedip, meski pun Monster Tua yang haus pujian tetap tak menghilangkan sisi mengagumkan Xiang Yi Bai.
"Ternyata Tetua Xiang memang sangat hebat."
"Oi, oi, oi." Xiang Yi Bai naik darah.
"Kenapa jadi kau duluan yang bertanya? Bocah ini!"
"Karena Tetua Xiang duluan yang menjawab-"
"Tutup mulutmu!" Xiang Yi Bai berhasil membungkam bocah nakal itu, dia menarik napas dalam-dalam menstabilkan temperamennya yang sudah seperti bom peledak, sedikit dibakar api saja langsung heboh satu kampung. "Langsung saja, aku benci basa-basi. Siapa kau sebenarnya?"
__ADS_1
Pertanyaan itu membuat Xue Zhan terdiam beberapa lama.
"Aku bisa jawab pertanyaan lain asal jangan itu," balas Xue Zhan akhirnya yang membuat Xiang Yi Bai tersinggung.
"Oh ... begitu. Setelah aku ikut sekarat dua bulan untuk menyelamatkanmu kau masih berusaha menutupi identitas untuk orang yang bertaruh nyawa padamu. Hebat sekali. Aku bisa mematikanmu seperti meniup lilin asal kau tahu," ancam Xiang Yi Bai.
"Bu-bukan Tetua Xiang. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan apa pun!" Xue Zhan bingung harus menjelaskan dari mana.
"Hanya saja aku memang tidak tahu siapa diriku sebenarnya ...."
Xue Zhan menatap telapak tangannya dan merasa kehidupannya sia-sia.
"Heh, hanya melihat muka dungumu saja aku sudah tahu." Xiang Yi Bai menyampingkan tubuhnya dan menatap Xue Zhan lekat-lekat.
"Kau adalah reinkarnasi si Raja Muda Perang?"
Xue Zhan sontak terkejut sampai tidak dapat berkata-kata, "Bukan! Aku juga tidak tahu siapa Raja Muda Perang itu-"
"Oh. Salah." Xiang Yi Bai menyipitkan matanya sampai menghilang. "Anaknya?"
Xue Zhan menjawab, "Maaf Tetua, aku sama sekali tidak tahu siapa kedua orang tuaku."
Pemuda itu mengelus kepalanya yang sakit sembari menjawab. "Ada begitu banyak hal yang terjadi, aku sempat kembali ke Desa Guxia untuk mencari jawabannya. Tapi sayangnya satu-satunya orang yang tahu tentang kebenaran ini telah tiada, dia adalah kakekku."
Duka terlihat di wajah Xue Zhan yang perlahan muram, saat ini semua ingatan melintas di kepalanya dan membuatnya murung.
"Tapi," sahut Xue Zhan tiba-tiba, "Orang lain memanggilku sebagai iblis dan di tubuhku terdapat sebuah kekuatan berbahaya yang disebut Dosa. Manusia membenci iblis sepertiku. Itulah yang membuatku mati ke dalam Jurang Penyesalan ini."
Xiang Yi Bai bangun dan berjalan menuju tepi sungai, satu-satunya penerangan hanyalah api unggun. Xue Zhan yang sejak tadi tercekik oleh udara dingin mengikuti lelaki itu untuk segera duduk di dekat api unggun tersebut.
"Iblis telah lama punah. Siapa sangka kau benar-benar selamat setelah hari itu."
Xiang Yi Bai hanya bergumam sementara bocah itu tak mendengarkan dan sibuk mendekatkan diri ke api. Dia betul-betul kedinginan sampai suara gemerutuk giginya terdengar.
"Di tempat ini, bukan hanya hewan buas. Suhu saja bisa membunuhmu."
Xue Zhan mengangguk, menatap Xiang Yi Bai cukup lama dan akhirnya membuat laki-laki itu kesal.
__ADS_1
"Apa? Kau melihat apa?"
Sikap dan tempramen laki-laki itu tidak terlihat seperti orang dewasa, Xue Zhan menganggapnya seperti seorang kakak perguruan melihat betapa mudanya laki-laki itu. Dia tidak tahu Xiang Yi Bai mungkin lima kali lebih tua dari perkiraannya.
"Tetua Xiang, apa sekarang aku boleh bertanya?"
Xiang Yi Bai belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Dia tidak menjawab, anak itu langsung berbicara.
"Aku benar-benar berterima kasih Tetua Xiang mau menyelamatkanku. Aku juga tidak menyangka ada orang yang hidup di tempat berbahaya seperti ini, tapi melihat kemampuan Tetua Xiang sepertinya bahaya itu tak ada artinya. Hanya saja ..."
Ucapannya terhenti di saat Xiang Yi Bai menoleh ke arahnya lagi.
"Mengapa Tetua Xiang menyelamatkanku dan alasan Anda mengurung diri di jurang ini?" Xue Zhan meralat, "Jika Tetua Xiang tidak berkenan menjawab aku tak akan memaksa."
"Bukan aku yang menyelamatkanmu, tapi kau sendiri yang meminta untuk diselamatkan. Kau menolak Gerbang Kematian dan mati-matian kembali ke dunia walaupun kau tahu kehidupan dunia menyakitkan. Jika aku memiliki pilihan antara hidup dan mati, aku akan memilih mati."
Dia mencerna omongan Xiang Yi Bai beberapa detik, apakah maksud lelaki itu dia tidak bisa mati? Orang-orang sering menyebutnya dengan keabadian. Seumur hidup Xue Zhan tidak pernah melihat langsung orang yang benar-benar abadi seperti yang diceritakan.
Xiang Yi Bai membuang muka, sesaat terdengar helaan napas darinya hingga akhirnya dia mengeluarkan suara.
"Tidurlah. Aku akan menjaga api agar suhu terjaga. Cobalah untuk beradaptasi dengan cuaca di jurang ini jika kau tak mau menyia-nyiakan nyawamu lagi. Jika ada marabahaya kau tangani sendiri."
Xiang Yi Bai melompat tinggi dan menghilang di dalam kegelapan. Dia berdiri sambil bertanya-tanya.
"Apa aku menyinggungnya? Sial, harusnya aku bertanya tentang Iblis Dosa saja tadi. Jangan bilang dia meninggalkanku di tempat mengerikan seperti ini," gumamnya kebingungan seperti anak ayam kehilangan induk. Anggap saja Xiang Yi Bai adalah ibu tirinya dan sekarang Xue Zhan ingin memanggil-manggil ibunya seperti yang Xian Shen lakukan.
"Siapa yang meninggalkanmu bocah nakal?" seruan datang dari atas. Xiang Yi Bai duduk di salah satu dahan pohon yang tersangkut di dinding jurang.
Tepat setelah berkata demikian sesuatu terdengar bergerak dari sisi lain jurang. Xiang Yi Bai menyadarinya dan langsung turun menghabisi sesuatu yang bergerak ke arah Xue Zhan.
Apa pun itu Xue Zhan yakin mahluk itu amat berbahaya dari energi jahat yang dikeluarkannya. Hanya saja dia tidak menyangka, meskipun Xiang Yi Bai menyebalkan dan suka mengumpat-umpat, dia masih berbaik hati menjaga Xue Zhan dari dahan pohon agar bisa melihat lebih luas ancaman yang datang.
"Perbaiki pernapasan dalammu, jangan melamun saja! Kau terlanjur hidup di sini, besok akan kuhajar habis-habisan agar kau tahu susahnya hidup di sini!"
Xue Zhan menyatukan kedua tangannya sambil membungkuk, "Baik, Tetua Xiang!"
Tatap matanya berubah lebih cerah, dia bergumam sangat kecil. "Tetua Xiang telah memberikanku kesempatan untuk memperbaikinya. Aku akan kembali setelah menjadi lebih kuat dan meluruskan semua yang terjadi." Ketika itu dia mengingat semua mimpi buruk yang ditemuinya. Lin Yu Mei, Kang Jian dan teman-temannya. Bahkan ambisinya untuk menjadi Pedang Suci dan memberantas kelompok Taring Merah. Semangat hidup yang semula padam kembali berkobar. Xue Zhan menunduk sekali lagi.
__ADS_1
"Aku akan berusaha yang terbaik agar tidak mengecewakanmu!"