Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 62 - Pelarian dan Perangkap


__ADS_3

Tak pernah terpikirkan bahwa sekarang pertama kali seumur hidupnya Jiazhen Yan berlari terbirit-birit ketakutan saat menghadapi musuh, ini semacam penghinaan baginya tapi di sisi lain tidak ada yang bisa diperbuat empat bocah seperti mereka melawan salah satu dari Enam Cahaya Taring Merah, jika diibaratkan sebagai penghuni lautan maka mereka adalah cumi dan Lan Shuiyang adalah hiu. Jelas beda kasta.


Jiazhen Yan tahu belum saatnya dia menghadapi laki-laki itu, tapi sebagai bayaran kekesalannya dia sedikit mengecoh lawan dengan perangkap tikus buatannya. Ketika sedang memulai keisengannya tiba-tiba orang di sebelahnya memukul belakang kepalanya cukup keras.


"Kau gila? Sekali kau jatuh kami bertiga harus menyelamatkanmu dan kita bisa mampus konyol di sini. Kau mau menjadi pendekar tingkat menengah kan? Lupakan hal konyol seperti membuat wahana anak-anak pada laki-laki Tua Bangsat itu!"


"Aku tidak butuh wahana, bocah tengik!" Seruan menyambut menggelegar dari belakang dan beberapa saat setelahnya dua pohon tumbang, langkah Lan Shuiyang semakin cepat mengejar mereka berempat dan tanpa butuh waktu lama lelaki itu hanya terpaut sepuluh langkah di belakang mereka.


"Lakukan sesuatu, dia akan menangkap kita-!" Xian Shen menjerit karena dia berada di paling belakang sesekali menoleh ke belakang dan bulu kuduknya merinding sebadan. Lan Shuiyang tak ubahnya maut yang tengah mengincar nyawa mereka di dalam hutan itu, percuma meminta bantuan, mungkin saja tidak ada yang menangkap sinyal dari Xiao Rong atau kemungkinan lain mereka sudah tahu dan tak mau ambil pusing.


Dengan dalih, "Ini adalah Ujian Pendekar Menengah dan tingkat kesulitannya memang tinggi, kematian itu wajar."


Xue Zhan tidak memikirkan satu cara terbaik pun saat ini, dia mengusulkan satu-satunya ide yang terpikirkan.


"Kita berpencar empat arah!"


"Hoi, otakmu jatuh di jalan apa bagaimana?!" Jiazhen Yan memaki dan mengumpat, Xiao Rong turut menimbrungi.


"Orang itu sudah pasti akan mengejarmu dibanding kami!"


"Karena itu tiga orang yang tidak dikejar segera mencari pertolongan atau jika tidak hasilnya akan sama saja. Kita berempat akan ditangkap dan tidak ada yang peduli soal kenapa kita mati."


Dia berbisik sangat kecil, "Ini sementara, aku akan menyusul secepat mungkin."

__ADS_1


Penjelasan Xue Zhan membuat mereka kehabisan akal untuk mengelak, Xian Shen semakin dekat dengan senjata Lan Shuiyang. Xue Zhan tak mau ambil pikir lagi dan segera mengambil arah berbeda dari jalur mereka, "Aku duluan!"


Ketiganya masih berlari lurus ke depan sedangkan Xue Zhan berbelok ke kiri diikuti Lan Shuiyang yang tertawa terbahak-bahak menertawakan kebodohan Xue Zhan.


Satu lawan satu dengan kekuatan Lan Shuiyang sekarang adalah ide terburuk. Laki-laki itu bisa dengan cepat menangkap kaki Xue Zhan dengan ujung tombaknya, dia memutar Tombak Suci di atas kepala. Melemparkannya ke arah Xue Zhan.


Pemuda itu merunduk. Membiarkan Tombak Suci tertancap ke salah satu batang pohon hingga retak besar, fokus pada jalan di depannya tanpa menghiraukan seruan dan panggilan pengecoh dari belakang. Sekali lagi Lan Shuiyang melambungkan serangan dengan melemparkan tombaknya, benda itu menancap di pohon tepat di depan Xue Zhan.


Xue Zhan berlari ke atas pohon dan berpijak pada kayu Tombak Suci, melompat jauh di atas Lan Shuiyang memutar arah balik menuju ke arah teman-temannya. Lelaki itu tak mengedipkan mata, dia lupa bahwa iblis itu jauh lebih cerdik dibandingkan dirinya.


"Benar-benar ..." Dia menggenggam erat tombak, serta merta menyusul Xue Zhan dengan kecepatan penuh.


"Kau hanya memperbesar jarak agar teman-temanmu aman, mengandalkan trik sampahmu untuk membuat jarak dan kembali pada teman-temanmu? Beraninya kau membodohiku, akan ku cincang kau kalau dapat!"


Mereka melalui jalur yang pernah Xue Zhan lalui sebelum bertemu dengan Jiazhen Yan–lebih tepatnya ketika dia sedang dikejar-kejar mahluk misterius dan berulang kali hampir terjatuh dalam perangkap. Kali ini, Xue Zhan dengan senang hati memasuki perangkap itu karena dia telah mengetahui seluk-beluknya dengan melihat beberapa mayat peserta yang mati di sekitar. Ada beberapa tewas oleh tikaman dua puluh pedang, terpotong bahkan remuk hancur hingga ke tulang-tulangnya.


Kakinya menginjak seutas tali yang disamarkan di rerumputan, Xue Zhan merunduk dan dua puluh pedang muncul dari sebuah papan yang tersembunyi di dahan pohon, melontarkan senjata tajam tepat persis ke arah Lan Shuiyang yang berada di tempat Xue Zhan semula. Dia masih mengejar dan tidak membaca sejauh mana Xue Zhan sedang memutar otak untuk mengakalinya.


Ketika dia menyadari serangan dari pedang itu, langkahnya masih terus maju mengejar dan telat menangkap sebuah kayu mengayun dengan pemotong raksasa yang mampu membelah tubuh manusia di perut sampai putus. Lan Shuiyang menangkis pedang dengan Tombak Suci miliknya, menghindar secepat mungkin dan berhasil selamat dengan refleksnya yang memang tidak bisa diragukan lagi.


Sepuluh cakram muncul dari sepuluh arah, dia menangkis hingga membelah cakram menjadi dua di udara dan menangkap salah satunya dengan tangan kosong.


"Menciptakan perangkap untuk menangkapku?" Nadanya menyiratkan emosi yang begitu kental.

__ADS_1


Xue Zhan mengelak, "Sudah kubilang berada di sini artinya kau juga sama seperti kami, melewati Ujian Pendekar Menengah dengan perangkap dan musuhnya. Tidak peduli dengan cara apa pun kau mati, kau sudah bersedia untuk semua konsekuensinya setelah menapakkan kaki di sini."


Menggunakan perangkap ujian untuk menjebaknya? Yang benar saja! Lan Shuiyang tak habis-habisnya menggerutu di dalam hati, soal kekuatan dia boleh menang, tapi soal otak anak itu bisa diperhitungkan. Tapi tetap saja, tidak akan ada yang mampu menyentuhnya dengan perangkap lemah seperti itu-


Tuk!


Sebuah pemukul kayu raksasa berputar dari sebuah dahan tinggi setelah pemicunya berupa segel di bawah kaki Lan Shuiyang yang disembunyikan di dalam semak-semak diinjak. Sekali lagi laki-laki itu jatuh terlentang, Xue Zhan nyaris tergelak dan hampir melupakan ini kesempatannya untuk kabur.


Di dalam pelariannya dia melihat dua belas petugas Ujian Pendekar Menengah—lima di antaranya adalah pendekar tingkat atas berlari cepat ke arah di mana Lan Shuiyang berada. Salah satu dari mereka menyeru padanya, "Cari tempat berlindung teraman sampai ujian selesai! Jangan lakukan tindakan ceroboh!"


Beberapa detik Xue Zhan berhenti dan menyadari ketiga temannya telah kembali dengan napas ngos-ngosan. Xiao Rong yang kelihatan paling berantakan, Xian Shen memasang muka bodoh dan Jiazhen Yan tidak perlu di tanya lagi, pasti kerjanya mengumpat seperti penagih utang.


"Masih untung kau baik-baik saja. Telat sedikit sudah bertemu Sang Pencipta kau, Xue Zhan."


Xue Zhan tergelak mendapatkan sambutan pahit dari Xiao Rong, membalas di tengah napasnya yang masih tidak stabil. "Syukurlah kalian baik-baik saja dan mengirimkan bantuan tepat waktu. Aku hampir kehabisan cara menghadapi orang itu ..."


"Berhenti basa-basi basi kalian!"


Teriak seseorang bernada tinggi.


"Kau-!" Ultimatum pertama, Jiazhen Yan menunjuk ke arahnya dengan wajah emosi. Xue Zhan menutup telinganya, Xiao Rong memungut dua batu dan menyumbat di telinganya sendiri sementara Xian Shen jongkok di pojokan sendirian sambil bertanya di dalam hati,


"Kenapa aku bisa di sini? Mahkluk-mahkluk ini tidak normal ... Aku ingin kembali, ibuuu!"

__ADS_1


__ADS_2