
Wanita itu muncul dari balik bambu yang hancur akibat tebasan Xiang Yi Bai sebelumnya. Dia mengenakan jubah ungu dan bola mata berwarna senada, terlihat cantik namun mengerikan. Kuku jarinya yang lentik menyentuh perlahan bambu-bambu merah yang menutupinya.
Dengan suara melengking, wanita itu mulai berbicara. "Aku telah menunggu kedatanganmu selama dua puluh tahun, Yi Bai. Aku tahu kau akan terus hidup untuk menyelesaikan semua ini."
Xiang Yi Bai yang sebelumnya terlihat tenang kini berubah. Dia tahu bahwa dirinya harus berhati-hati menghadapi wanita ini. Karena lawannya sekarang bukan lagi pendekar kelas teri atau seekor Kelabang Ungu. Usai membaca situasi di sekitarnya Hua Lian akhirnya bersuara.
"Dia Yue Linghe?" tanya Hua Lian yang berdiri di samping Xue Zhan tak percaya. "Mengapa dia terlihat begitu muda? Dan dia memanggil guru anda Yi Bai. Aku seperti pernah mendengar nama itu di sebuah buku ...."
Jika Yue Linghe mengenal laki-laki itu sudah tentu keduanya pernah bertemu sebelumnya, wanita itu mengatakan keduanya pernah bertarung satu sama lain dan sekarang adalah penentuannya.
Xue Zhan menjawab sambil menahan perih di bahunya, "Dia mungkin menggunakan sejenis teknik yang sama seperti Guru untuk selalu terlihat awet muda, aku yakin dia tidak lain hanyalah nenek lampir bermuka gadis. Sebaiknya kau berhati-hati dengannya."
"Apa Gurumu tidak apa-apa bertarung sendirian?" Dia bergidik seram ketika melihat Yue Linghe.
"Ibu tiri jauh lebih kejam daripada nenek lampir."
Hua Lian terheran-heran dengan jawaban itu dan sempat mengira pendengarannya terganggu oleh angin kencang yang datang dari tempat Yue Linghe berada.
Yue Linghe menatap intens ke arah Xiang Yi Bai, "Kau pikir kau bisa mengalahkanku hanya bermodal pedang tua itu? Kau salah besar, Yi Bai."
Xiang Yi Bai mengangkat pedangnya dan bersiap untuk bertarung. "Aku lebih khawatir kau langsung kalah hanya dengan tangan kosong, wanita ular."
Yue Linghe tertawa melengking, "Kau akan menyesal telah mengatakan hal itu, Yi Bai."
Daun-daun berjatuhan dari langit saat Xiang Yi Bai dan Yue Linghe mengeluarkan kekuatan dahsyat dari dalam tubuh mereka. Angin kencang berhembus dan meniup segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Serangkaian cahaya keemasan dan ungu terpancar dari tubuh mereka disertai kekuatan besar yang tak terkendali.
__ADS_1
Hawa kekuatan yang keluar dari tubuh Xiang Yi Bai dan Yue Linghe begitu besar dan mampu menghancurkan segalanya di sekitarnya. Bahkan tanah di bawah kaki mereka terbelah, menciptakan jurang-jurang dalam yang dalam. Hua Lian dan Xue Zhan melihat dengan ngeri, ini adalah tingkat kekuatan yang jauh di atas kekuatan manusia biasa dan tidak pernah mereka lihat seumur hidup.
Pertempuran antara Xiang Yi Bai dan Yue Linghe dimulai, keduanya berlari ke arah lawan masing-masing. Hantaman pedang mereka memecahkan udara, menciptakan dentingan keras yang bergema di sekitar hutan. Saat pedang mereka bertemu, percikan api terlihat memancar dari bilah pedang, angin membelah pohon-pohon besar dan batu-batu di sekitar mereka.
Xiang Yi Bai menggunakan gerakan cepat dengan serangan pedang bertubi-tubi yang tidak ada hentinya. Namun Yue Linghe dengan mudah menghindari dan membalas setiap serangan Xiang Yi Bai dengan kecepatan yang sama besar. Di sekitar mereka, pohon-pohon terus roboh dan terhempas ke tanah.
Setiap kali pedang mereka saling bertemu, lontaran energi memenuhi udara dan menyebabkan kehancuran di sekitar mereka. Dalam sekejap hampir seperempat daerah Hutan Bambu Kuning telah hancur, pohon-pohon besar terguling, dan batu-batu besar hancur menjadi serpihan kecil.
"Jadi ini yang terjadi ketika dua pendekar terhebat bertarung ... Benar-benar mengagumkan," gumam Xue Zhan tanpa sadar. Bukan hanya Hua Lian, dia sepertinya baru kali ini melihat Gurunya benar-benar bertarung.
Kedua kubu terus bertarung tanpa henti, pedang mereka saling berbenturan dan mengeluarkan semburan energi yang kuat, membuat tanah berguncang dan langit bergemuruh.
Dalam satu serangan tiba-tiba Xiang Yi Bai berhasil mengeluarkan tendangan keras yang membuat Yue Linghe terhempas jauh ke belakang. Yue Linghe dengan kesal bangkit, melihat Xiang Yi Bai dengan mata yang dipenuhi kemarahan dan berkata, "Kau telah menghancurkan kebahagiaan ku, kau pikir kau bisa hidup dengan damai setelah itu!?"
"Kau menangis hampir mirip seperti orang yang menangisi kemalangannya akibat perbuatanmu."
"Laki-laki brengsek!"
Xiang Yi Bai dan Yue Linghe saling menyerang dengan kekuatan lebih besar, kekuatan dahsyat dari setiap serangan mereka membuat Hutan Bambu Kuning hancur berkeping-keping. Xiang Yi Bai menerjang maju dengan serangan pedangnya yang membelah udara. Dia memutar tubuhnya dan menyerang dengan cepat, membuat Yue Linghe kesulitan menghindarinya. Dia nyaris tidak bisa menghindari serangan itu, secara tak terduga Yue Linghe bahkan mampu mengeluarkan serangan balik di situasi terdesak dengan gerakan tangan yang begitu cepat punggung tubuh Xiang Yi Bai.
Tidak lama kemudian, Yue Linghe melepaskan serangan tinju beruntun yang begitu cepat dan mematikan. Xiang Yi Bai mengambil jarak. Wanita itu mulai menyerang dengan gerakan melingkar yang membuat serangan pedangnya terlihat seperti sambaran petir. lawannya telah membaca alur serangan darinya dan segera cepat bergerak menghindari setiap serangan yang datang. Pohon-pohon bambu dan tanah di sekitar terkena serangan nyasar dan semakin bertambah hancur setiap detiknya.
Tanah bergoyang saat mereka saling menghantam, membuat pepohonan dan batu-batuan terlempar ke segala arah. Bambu-bambu raksasa terpotong menjadi dua oleh pedang Yue Linghe, menimbulkan patahan kayu yang menutupi jalan. Xue Zhan merapatkan giginya, dia tidak bisa melihat pertarungan itu begitu saja. Namum racun di tubuhnya begitu sulit dinetralkan. Ini bahkan seribu kali lebih berbahaya dari racun Cicak Loreng yang pernah dimakannya.
Ketika Yue Linghe menghindar dari serangan Xiang Yi Bai, dia membenturkan telapak tangannya ke tanah, menciptakan lubang raksasa yang mengguncangkan tanah di sekitarnya. Xiang Yi Bai hanya menghindari serangan itu dengan melayang ke udara, melihat tanah di bawahnya berguncang dan menghancurkan ratusan pohon bambu. Yue Linghe benar-benar meluapkan kemarahan yang ditanggungnya selama ini.
__ADS_1
Hujan kayu dan batu berjatuhan. Meskipun Yue Linghe terlihat unggul dalam pertarungan, Xue Zhan bisa melihat bahwa Xiang Yi Bai tampaknya memiliki kekuatan lebih besar dari Yue Linghe dan mampu bertahan dari setiap serangan mematikan.
Hanya saja, laki-laki itu tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya seperti yang Yue Linghe lakukan.
Yue Linghe mengamuk besar. Wanita itu mulai mengungkit dendam masa lalunya 20 tahun lalu ketika Xiang Yi Bai membunuh seseorang yang sangat berarti baginya, tak lain adalah salah seorang pendiri Kelabang Ungu. Di masa lalu saat Xiang Yi Bai menjadi Ketua Agung Dunia Persilatan dia membasmi ratusan penjahat tanpa belas kasih dan hal itu menekan kuat pergerakan kelompok aliran hitam namun sebagai bayaran musuhnya bertambah banyak dan dia menjadi buruan musuh.
"Kau benar-benar iblis, Yi Bai." Bola mata ungu menatap nyalang ke arah Xiang Yi Bai. "Apa kau kira di dunia ini kejahatan benar-benar ada sehingga kau pantas membunuh orang lain hanya karena salah tidaknya mereka?!"
"Kejahatan ada karena hadirnya kebaikan. Kau melindungi apa yang kau anggap berharga, dengan menghancurkan apa pun yang tidak berarti bagimu. Begitu pun denganku. Aku melindungi apa yang kuanggap benar. Itu adil. Karena itu adalah hukum yang berlaku."
Yue Linghe terlihat begitu geram hingga mulutnya bergetar. "Takdir membuatmu lahir di dunia ini untuk menghancurkan kami. Kau membunuh puluhan ribu manusia dan bahkan temanmu sendiri dengan pedang kebajikan sambil tersenyum iblis, kau bahkan lebih jahat dari kejahatan itu sendiri. Akan kuhabisi nyawamu kali ini," marahnya, nada bicaranya berubah berat, "Mungkin dengan kematianmu akan menyelamatkan hidup orang banyak."
Xue Zhan terdiam membeku. Yue Linghe menyimpan dendam besar atas sesuatu yang terjadi di masa lalu, namun dia belum menangkap semuanya selain kenyataan bahwa Xiang Yi Bai mungkin telah membantai lebih dari ribuan manusia demi keadilan. Dia mulai mempertanyakan, sebenarnya apa itu keadilan. Apakah keadilan hanya untuk orang-orang yang berada di jalan yang benar? Sehingga mereka yang melenceng ke arah sebaliknya tidak layak hidup?
Pikirannya mengambang, Xue Zhan menatap ke atas, matanya terbuka lebar saat dia melihat Xiang Yi Bai dan Yue Linghe terbang di atas awan. Kedua orang itu mulai saling menyerang dengan kecepatan kilat, pedang mereka saling bertabrakan menghasilkan suara yang keras dan menusuk telinga. Xue Zhan melihat ke atas, mencoba mengikuti gerakan mereka, tetapi terlalu cepat bahkan setelah dia menajamkan penglihatannya.
Sebuah cahaya terang muncul dua detik di langit saat Xiang Yi Bai menyerang dengan kekuatan penuh. Yue Linghe menghindar, bergerak dengan cepat di atas awan saat serangan itu meledak dan menciptakan ledakan besar yang seolah mengguncangkan langit. Sesaat Hua Lian dan Xue Zhan bisa merasakan gelombang energi yang memenuhi udara.
Yue Linghe balas menyerang dengan kekuatan yang sama besar. Tidak bisa dipungkiri suara ledakan dahsyat kembali terdengar hingga menggema ke tempat jauh.
"Pertarungan ini sangat mengerikan. Mereka seperti bukan seorang manusia."
Hua Lian berdecak. Dia bahkan tidak terlibat pertarungan sama sekali, padahal dirinya sudah mempersiapkan diri bertahun-tahun untuk menghabisi Yue Linghe dengan tangannya sendiri. Namun setelah melihat langsung kekuatan wanita itu dia mengerti bahwa dirinya bukanlah lawan yang sepadan.
Xue Zhan kembali menatap ke atas, melihat serangan terakhir Xiang Yi Bai yang menghancurkan pedang Yue Linghe hingga menjadi debu. Ledakan terakhir mengguncang langit, udara bergetar menimbulkan lingkaran asap yang terus melebar ke segala arah. Yue Linghe jatuh ke dalam Hutan Bambu Kuning.
__ADS_1