
Kedua orang saling berhadapan tanpa melepaskan pandangan satu sama lain. Xiang Yi Bai mengambil posisi duduk di atas batu besar sambil menenggak arak. Menganggap ini adalah latihan pertama Xue Zhan setelah sekian lama sekaligus ajang memperlihatkan kemampuan muridnya. Dia cukup penasaran dengan apa yang telah dilalui muridnya itu dan sampai sejauh mana perkembangannya.
Sunyi senyap menghampiri, hingga akhirnya suara lengkingan Fenghuang mengoyak keheningan menjadi genderang perang untuk pertempuran di dasar Jurang Penyesalan.
"Hantu Sebelas Jari adalah lawanku. Kau boleh menghajar sisanya semaumu."
Fenghuang berujar kesal. "Baru melihat wajahnya saja aku muak apalagi bertarung dengan Hantu Busuk itu."
Fenghuang terbang kencang ke arah Hantu Sebelas Jari, tembus begitu saja dan sedikit melukai lelaki itu dengan goresan di pipi. ketika Hantu Sebelas Jari mengikuti arah terbang Fenghuang yang sedang menuju pasukan Taring Merah, Xue Zhan mengeluarkan suara.
"Lawanmu adalah aku."
"Cih, jangan besar kepala dulu."
Dia menarik seutas senyum licik. "Kau lupa, di antara para Hantu dari Menara Giok Hantu aku adalah salah satu yang terkuat?"
Xue Zhan menggenggam erat pedang di tangannya tanpa mempedulikan celotehan laki-laki itu.
Dia mulai berjalan pelan ke arah Hantu Sebelas Jari yang hanya berdiri siaga mewanti-wanti serangan dari arah depan. Ini adalah pertarungan antara Hantu dan Iblis.
"Kita lihat, di antara kita berdua, siapa yang lebih dulu mencium kerak neraka." Hantu Sebelas Jari sempat-sempatnya tertawa lepas. Sementara itu sebelah jarinya mulai menunjukkan pertanda aneh.
__ADS_1
"Kau saja yang duluan. Para buyutmu mungkin sedang menunggu untuk menamparmu di akhirat," balas Xue Zhan menyolot. Hantu Sebelas Jari makin tertawa kencang.
"Bocah bermulut besar, jangan berharap bisa mengirimku ke sana. Kau kira kemampuanku hanya sebatas di tanganku?"
Dia mengambil pedang yang terselip di balik pundaknya, Xue Zhan tetap berjalan mendekat tanpa sedikitpun keraguan. Namun tentu dia memikirkan kemampuan asli Hantu itu. Melihat caranya memegang pedang dan kemampuannya untuk mengalirkan kekuatan dalam tubuhnya, mungkin saja dia juga seorang ahli bela diri seperti Xiang Yi Bai.
Xue Zhan memulai pertarungan dengan tebasan menyilang dari atas. Hantu Sebelas Jari menangkis dengan mudah, kedua pedang saling bertahan satu sama lain. Saat yang sama Xue Zhan membalik pedangnya untuk menyerang dari titik lain, Hantu Sebelas Jari mengikuti gerakannya sama cepat.
Tabrakan kedua besi kembali mengeluarkan suara dentingan yang intens. Hantu Sebelas Jari tak membiarkan Xue Zhan lebih cepat darinya dan terus mengikuti pola gerakan Xue Zhan. Saat Xue Zhan merunduk dia melakukan hal yang sama dan langsung menangkis pedang pemuda itu tanpa ampun.
"Kemampuan lain Hantu Sebelas Jari adalah meniru gerakan lawannya?" batin Xue Zhan meskipun dia hanya berasumsi. Tak bisa dipungkiri, di dalam Menara Giok Hantu dia mungkin adalah yang terkuat. Bukan tanpa alasan, Hantu Sebelas Jari ternyata memiliki kemampuan lain yang membuatnya lebih unggul dibandingkan hantu-hantu lain.
Pertarungan berlangsung sengit selama beberapa menit tanpa ada yang terluka karena keduanya seimbang. Adu tangkis dan jurus itu menjadi tontonan yang seru untuk Xiang Yi Bai. Bagaimana tidak, detik-detik pertama saja muridnya bertarung imbang melawan Hantu Sebelas Jari. Sulit menentukan pemenangnya.
Kali ini saja, Fenghuang lagi-lagi turun menukik dari ketinggian, sayapnya mengeluarkan sinar merah tajam yang jika dilihat sekilas mirip seperti sebuah meteor yang jatuh ke bumi. Bebatuan di dinding mulai berjatuhan, kemungkinan terjadinya longsor ikut membesar.
Setelah melihat kemampuan meniru gerakan milik Hantu Sebelas Jari, Xue Zhan merasa ini semua sia-sia. Dirinya tak mau menghabiskan tenaga hanya untuk menerima tangkisan dari laki-laki itu terus menerus. Xue Zhan mundur lima langkah, merentangkan pedang dengan kedua tangan di hadapan musuh.
"Sekarang aku mengerti caramu bertarung."
Hantu Sebelas Jari tak menyahut melainkan mengamati setiap inci gerakan lawan.
__ADS_1
Xue Zhan memutar tubuh, tebasan pedang mengikuti gerakan tubuhnya. Hantu Sebelas Jari melakukan gerakan yang sama. Air sungai terciprat ke atas, kedua mata pedang mereka saling berbenturan.
Xiang Yi Bai tertegun sejenak, dia sedikit ragu dengan dugaannya sendiri dan mencoba memperhatikan lebih jelas lagi gerakan-gerakan yang dimunculkan Xue Zhan.
Baru saja Xue Zhan melakukan gerakan dasar milik Gunung Pohon Seribu. Tapi yang membuatnya kaget gerakan itu tak memiliki kemiripan seratus persen dengan yang diajarkannya. Sebaliknya ada sesuatu yang berubah dan ditambah. Jelas saja dia kebingungan.
Di depan sana Xue Zhan menghilang dari hadapan Hantu Sebelas Jari saat cipratan air sungai menghalangi pandangan musuhnya. Mendadak tanah di tepi sungai bergetar, Hantu Sebelas Jari berubah waspada sampai ketika guncangan itu membuat lubang besar yang membuatnya terjatuh ke dalam.
Sepersekian detik setelahnya Xue Zhan justru muncul dari atas sambil melepaskan serangan fatal.
Satu hantaman mengenai Hantu Sebelas Jari dengan telak, mata pedang Xue Zhan langsung menuju ke arah kepala Hantu Sebelas Jari.
Hantu Sebelas Jari menahan serangan itu dari menembus kepalanya dengan menghadangnya menggunakan satu tangan. Pedang tembus di tangan tersebut, darah jatuh bercucuran, Xue Zhan dan Hantu Sebelas Jari saling bertatapan sengit.
"Iblis yang dilatih oleh seorang monster. Tak mengherankan mengapa kekuatanmu berkembang sehebat ini."
Di sisi lain Xiang Yi Bai masih mencoba menebak. Xue Zhan melakukan sesuatu terhadap jurus yang dia turunkan padanya. Seperti serangan tadi, Xue Zhan menggunakan teknik Tikus Tanah Penghancur untuk membuat Hantu Sebelas Jari masuk ke dalam lubang tanah besar. Tapi setelahnya dia malah muncul dari atas dan langsung melepaskan gerakan Angin Membalikkan Awan.
Tiga detik itu, Xue Zhan langsung menggunakan dua jurus.
Tidak pernah ada satu pun dari lima ribu murid di Gunung Pohon Seribu yang pernah melakukan hal tersebut. Hanya Xue Zhan yang melakukannya, justru karena hal itulah dia semakin terkejut. Menyatukan kedua gerakan sekaligus akan menciptakan teknik baru yang mungkin lebih kuat. Xue Zhan telah mengenali gaya bertarungnya sendiri dan menyesuaikan enam gerakan yang diajarkannya dengan caranya bertarung.
__ADS_1
Mungkin itu adalah alasan mengapa Xue Zhan begitu lama di Air Terjun Panas. Perkembangannya tidak sia-sia. Xiang Yi Bai yang tadinya berniat memarahi Xue Zhan karena terlalu lama mengurung diri kini mengurungkan niat dan ingin melihat kejutan lagi yang akan ditunjukkan muridnya itu.
"Kau mengingatkanku pada muridku sebelumnya. Matamu, caramu bertarung dan ambisi besarmu ...." sesaat lelaki itu kembali merindukan murid lamanya, senyum pedih terlihat di wajahnya sejenak. "... Atau justru kau akan melebihi muridku yang sebelumnya, iblis kecil?"