
kilas balik off
Ke esokan harinya di kampus
Ela melirik jam tangannya, sepertinya ia terlalu pagi datang ke kampus karna hanya ada beberapa orang saja di sini.
Ela langsung menuju gazebo fakultasnya lalu duduk disana sembari memakan roti berisi selai kacang kesukaannya.
Sembari memainkan hp dengan wajah berseri-seri. namun Ela belum menyadari akan kehadiran seseorang di sampingnya yang bukan lain adalah Bimo.
"Eh Bimo? kapan datengnya?"
"Dari tadi mba Ela, seru banget sih maen hpnya sampe yang disini gak keliatan lagi. Chatan sama sapa sih coba gua liat?"
"Ga boleh ih, lo ngeganggu privasi gua tau!"
"Huh... yaudah deh, minta ya rotinya gua laper."
"Ambil aja."
Setelahnya tak ada percakapan lagi antara mereka, Ela tetap fokus pada handphone nya sedangkan Bimo masih asyik makan roti itu sembari menatap wajah Ela.
Tak lama kemudian Ado datang sembari membawa beberapa brosur di tangannya lalu dan terlihat pula ia membagikan brosur itu ke mahasiswa yang lainnya.
Setelah brosur tersisa tiga lagi ado baru menghampiri benar-benar Ela dan Bimo.
Hal pertama yang Ado lontarkan ke mereka berdua hanya senyum manis berlesung pipi dan barulah ia menyapa "Hay, pagi Ela, pagi Bimo."
Ela terlihat senang karna Ado baik-baik saja setelah kejadian kemarin dan Ela pun baik-baik saja karna sekarang banyak penyemangat untuknya.
"Ini brosur UKM kampus kita, tadi saya di suruh orang TU bagiin ini," jelas Ado.
"Wahh, gila banyak banget UKM-nya cuy," seru Ela.
"Wah asik nih ada futsal, yuk futsal Do!" ajak Bimo.
"Boleh tuh, hayuk aja saya mah."
"Fix gua mau ngambil UKM ini!" semangat Ela.
"Apaan?" tanya Bimo heran.
"MAPALA!"
"Kamu serius mau ikut pencinta alam?" tanya Ado khawatir.
"Serius atuh masa mainan, gua ini mau keluar dari zona nyaman masa ga boleh?"
"Yaudah saya juga ambil mapala sama kayak kamu ya?" ucap Ado diiringi senyuman.
"Gitu dong, lo ikut ga mo?"
__ADS_1
"Gak minat, gua ga suka nanti gua hitem lagi," ucap Bimo sembari terlihat merinding.
Melihat reaksi temannya itu, Ado dan Ela hanya bisa tertawa saja. Setelah mengobrol bersama, Bimo pamit kepada mereka berdua untuk segera ke kelasnya, karna ada sedikit tugas yang tidak ia mengerti.
Sedangkan Ado dan Ela masih di Gazebo itu sembari berbincang banyak hal. Untunglah pendaftaran UKM kali ini secara online jadi tidak terlalu merepotkan.
"Do abis dari kampus cari seblak yok, gua lagi pengen banget nih makan seblak yang pedes."
"Iya siap, lagian juga hari ini saya bawa motor jadi kita ga perlu naik angkot oke."
"Wihh cakep banget, nanti kita pinjem aja helm Bimo, biasanya dia bawa dua helm."
Ado hanya menganggukan kepala saja lalu tersenyum lagi.
...~•~[ Parkiran Kampus]~•~...
Tepat pukul 11.30 mereka keluar juga dari kampus dan Ado sudah menunggu Ela di parkiran karna Ela harus absen ke toilet terlebih dahulu.
10 menit kemudian Ela datang dan di susul dengan Bimo yang sedang bergandengan tangan bersama perempuan cantik bertubuh bak model.
"Wah kebetulan kita ketemu di parkiran ya," sahut Bimo.
Sedangkan Ela dan Ado hanya mengangkat alis sebelah saja sembari menatap mereka berdua dengan penuh tanya.
"Selow geh woy, gua tau lah kalian bertanya-tanya ini siapa. Ya kan?" ucap Bimo menyadarinya.
"Ini Khintan, pacar baru gua," lanjutnya lagi.
"Oh, gua Ela dari fakultas Dkv dan ini Ado kita satu fakultas," jelas Ela dengan tegas.
"Yaudah ya, gua sama Ado mau pergi duluan bye," lanjut Ela.
Ela langsung menyuruh Ado menyalakan motornya dengan cepat dan pergi dari parkiran kampus secepat mungkin.
Di jalan Ela hanya diam, entah apa yang sedang ia pikirkan yang pasti dahinya dari tadi mengerut dan terlihat tatapan mata yang tajam.
Wajahnya pun nampak sekali dari kaca spion motor Ado yang membuat Ado bermain dalam fikirannya.
'Apa jangan-jangan Ela suka sama Bimo ya? tapi dia ga berani ngungkapin dan sekarang dia jadi emosi. pasti juga pikirannya campur aduk deh, hmmm... kata ibu kalo mau hilang stresnya makan yang manis kalo ga yang dingin,' batin Ado
Akhirnya Ado memutuskan untuk berhenti di minimarket terlebih dahulu, yang membuat Ela bertanya-tanya.
"Masuk dulu yuk La, saya haus. Kita beli minum dulu ya."
Ela hanya menganggukan kepala saja dan mengikutinya dari belakang.
Di dalam minimarket ini pun sama saja, Ela hanya mengikuti Ado dan tak membeli apa-apa. Sampai akhirnya Ado manyadari bahwa Ela tak membeli apa-apa.
Ado mungkin tak terlalu mengerti apa yang Ela mau tapi setidaknya ia membelikan beberapa coklat, susu, eskrim dan beberapa roti.
Ela masih diam dan di jalan pun begitu, Ado sedikit kesal karna ia takut ada kesalahan yang telah ia buat dan mengangagu suasana hati nya.
__ADS_1
...~•~[ Taman Tepi Trotoar ]~•~...
Ado memberhentikan Motornya di sebuah Taman agar suasana hati Ela kembali lagi. Walau Ela sedikit bertanya-tanya tetapi Ela tetap diam dan berfikir keras.
Ado mulai berani berbicara apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya Ela pikirkan.
"Ela kamu kenapa sih? kok dari tadi diem aja?" tanya Ado dengan suara lembut.
"Engga apa-apa kok."
"Risalah cewe, kalo bilang 'ga apa-apa' pasti ada apa-apa."
"Huh... cewenya Bimo itu, kayak gua kenal deh! tapi gua lupa siapa!"
"Kamu cemburu ya Bimo punya pacar?"
"Gila, enggaklah! jelas gua lebih bahagia kalo cewe itu bisa bantu Bimo keluar dari sifat buruknya. Tapi cewenya itu loh kayak gua kenal! tapi dimana ya?"
"Temen kamu kah? atau orang yang pernah jahatin kamu kah?"
"NAH IYA! cewe itu kan yang ngelabrak gua waktu di SMP!"
"Emang kenapa gitu?"
"Jadi ceritanya tuh gini."
Waktu SMP, gua pernah ikut seleksi OSIS. Nah terus gua kan masih anak baru yang bener-bener ga kenal sama ketuanya siapa, bendaharanya siapa dan sekertarisnya siapa. Sampe akhirnya ketuanya itu ngedeketin gua sampe acara seleksi selesai.
Nah di hari besoknya gua di tarik ke belakang Mushola sekolah sama Intan dan kawan-kawan, di kiranya gua itu perebut pacar orang. Sampe gua di cubit dan itu ngebekas sampe seminggu gak ilang.
Terus pas gua ga lulus seleksi, nama gua di buat jelek sama mereka dengan cara memfitnah kalo gua maling headphone punya temennya itu.
Padahal gua ga pernah ke kelasnya sama sekali. Sampe kenaikan kelas, barulah semuanya kebongkar kalo headphone itu ga hilang cuma lagi di pinjem sama adiknya Galang (si ketua osis itu).
Dari situlah mereka semua minta maaf ke gua dan akhirnya gua bilang ke Mama apa yang terjadi di Sekolah ini.
Mama mau marah tapi gua bilang "im oke ma" dan gua juga saran ke Mama "Mah, Ela pindah sekolah aja ya!" dan untungnya Mama langsung mengiyakan itu.
Akhirnya, gua yang lebih memilih pergi dari sekolah itu dan enggak pernah ketemu lagi sama orang-orang jahat itu.
kilas balik off.
"Nah sekarang gua malah khawatir dia bisa ga jaga Bimo dengan baik."
"Udah percaya aja Bimo pasti bisa bahagia kok. Apa pun yang kamu khawatirin itu ga bakal terjadi," ucapan Ado menenangkan Ela dengan suara lembutnya.
Bersambung...
..."Aku hanya ingat dan sampai kapanpun aku akan mengingatnya."...
...- Ela...
__ADS_1