Letter To My Albino

Letter To My Albino
Obsesi Gila


__ADS_3

Ela akhirnya mendapatkan ide untuk tugasnya setelah mengeluh ke Valdo dan Valdo pun memberikan sedikit saran agar Ela tidak terlalu frustasi.


...~•~●~•~...


Pekerjaan pun berlanjut hingga pukul 16.30 WIB.


Mereka sudah membereskan semua barang lalu pulang ke rumah masing-masing begitu pula dengan 2 sejoli ini.


"Mau jalan-jalan dulu atau langsung pulang?" Tanya Valdo.


"Kamu?"


"Ya aku sesuai kamu maunya gimana," ucap Valdo masih menunggu jawaban Ela.


"Terserah deh."


"Langsung pulang?"


"Basing," jawaban singkat dari Ela.


"Hadeh, yaudah ayok."


Ela sedikit kecewa karena mereka pasti akan langsung pulang terlebih dahulu karena sebenarnya Ela ingin jalan-jalan walau hanya mengatasi kota ini.


Ela tidak mengharapkan itu lagi kala di perjalanan karena Ela hanya bisa menatap layar handphonenya selama di perjalanan hingga Valdo membuka topik pembicaraan.


"La?!"


"Iya?"


"Liat geh, udah lama ya kita gak keliling lewat sini," ucap Valdo.


Ela pun mulai menengok ke arah depan dan sekelilingnya. Ela tersenyum gembira karena keinginannya di penuhi oleh Valdo.


"Bagus ya sekarang Val."


"Iya bener banget."


"Eh, memang eskrim kita ada disana tuh liat gak?" Tunjuk Ela ke arah dekat persimpangan tugu.


"Wah iya, beli yuk!"


"Iya-Iya mau."


Mereka pun akhirnya mampir ke tukang eskrim langganan mereka saat di kuliah dulu.


Makan di tempat sembari berbagi cerita dengan tukang es, Ela dan Valdo kembali mengenang masa kuliah dulu.


"Hahahaha iya, inget gak dulu waktu kita makan eskrim di deket taman?" Tanya Ela.


"Yang mana?"


"Itu loh yang pas kamu makan eskrim eh tiba-tiba gigi belakang kamu patah nyemplung ke eskrim kamu hahahaha." Ela tergelak dengan kejadian waktu itu.


"Owalah iya bener neng, waktu itu bapak juga liat masih inget malah."


"Oh yang itu ya hehehe." Valdo tersipu malu.


Flasback on.


Tepat saat selesai ujian skripsi, Ela dan Valdo merayakannya di sebuah taman dekat rumah mereka.


Menghampiri tukang eskrim langganan sembari memakan jajanan serta tekwan hangat yang baru saja di beli.


Tek ... tek ....


"Kayaknya gigi aku sakit deh La," ucap Valdo mengaduk tekwan miliknya.


"Kenapa? Berlubang kah?"


"Kayaknya sih iya."

__ADS_1


"Jangan langsung makan dingin den, nanti gigi mu patah loh. Soalnya kan abis makan yang lumayan panas."


"Iya juga ya kang."


"Tapi gak apa-apa lah, udah biasa makan yang hangat minum yang dingin."


"Hmm, itulah pemicu gigi sensitif. "


"Akang teh, kayak dokter gigi ya hehehe," sahut Ela.


"Bukannya dokter gigi, tapi ini mah nasihat emak dulu waktu saya SMP kalau gak salah."


"Wah masih di inget sampe sekarang, hebat ya akang."


"Wajar atuh neng."


Makan pun berlanjut hingga selesai dan saat makanan penutup sudah tersedia (eskrim), disinilah kejadian gigi Valdo bermula.


Trek ....


"Denger gak La?" Tanya Valdo.


"Apa? Enggak."


"Oh, kirain denger."


"Apaan emangnya?"


"Kayak ada yang patah gitu."


"Apa? Gak ada kok."


Tidak lama kemudian, Pluk ...


Gigi Valdo terjatuh tepat di cup eskrim miliknya membuat Ela dan tukang eskrim ini tertawa saja.


Bahkan Valdo pun tersipu malu karena giginya lompat ke cup eskrimnya dan ini lah kenangan berharga baginya.


"Ahahaha masih inget aja kamu dasar," ucap Valdo.


"Gak bisa di lupa ya neng," sahut tukang eskrim tersebut.


"Iyalah bener kang hahahaha."


'Alhamdulillah ya sudah 4 tahun aku bisa menjaga senyum itu di wajahmu dan semoga akan terus seperti itu.' Valdo membatin sembari menatap wajah Ela.


...~•~●~•~...


Tepat pukul 17.30 mereka kembali kerumah masing-masing. Valdo mengantarkan Ela kerumahnya dan Valdo pun kembali kerumahnya.


Tidak ada halang rintang lagi di kehidupan mereka bahkan orang tua Ela sudah memberikan izin jika aku akan mengikat Ela ke jenjang yang lebih serius lagi nanti.


...----------------...


Di tempat lain.


Dugh!


"Kak udah cukuplah lo kayak gini, gak usah terlalu mengharapkan apa yang bukan milik lo."


"Gua bukan berharap tapi itu milik gua dan harusnya jadi milik gua!"


"Haih terserah lo lah kak, gua capek ngomongin lo. Tapi gua cuma mau bilang suatu saat nanti lo bakal nyesel sama apa yang lo perbuat!"


Blam!


"Gua nyesel? Mungkin aja."


Siapa yang bercakap itu? Itu adalah Anton dan adiknya. Anton masih bersih keras untuk mendapatkan Ela tetapi Anton selalu gagal dalam hal apapun.


Bahkan misteri kotak hitam itu, merupakan kiriman Anton melalui para dukun yang ia datangi tapi beruntung keluarga Ela kuat akan agama.

__ADS_1


Sehingga mantra-mantra jahat terhalang dari rumahnya dan dirinya sendiri. Lalu mengapa keluarga Ela tidak langsung menyegrap Anton?


Bukan tidak mau, tetapi keluarga Ela masih memantau tindak jahat yang akan di lakukan Anton ke dua sejoli ini.


Sasaran Anton bukanlah keluarga Ela tetapi ke Ela itu sendiri. Karena dirinya terobsesi memiliki Ela dalam hidupnya.


_______________________________


Ela said: salah apa gua ini ya? Sampe jadi bahan rebutan. Udah kayak dagangan di pasar hiks ... hiks ..


_______________________________


Keesokan harinya.


Ela sudah di jemput oleh Valdo seperti biasa dan mereka pun berangkat bersama namun saat di perjalanan, lagi-lagi mereka bertemu dengan Anton.


"Hay!"


"Mau bareng gak? Bentar lagi ujan loh," tawar Anton.


"Enggak, makasih. Gua lebih suka hujan dari pada lo." Ela sudah mulai ilfil dengan Anton bahkan merespon saja sudah seadanya.


"Yakin?"


"Gua ini hujan ya pastinya gua gak masalah kalo hujan-hujanan."


"Oh oke, gua duluan. "


Untunglah saat Ela dan Valdo sampai di depan kantor, hujan lebat datang menyerbu.


"Alhamdulillah kita sudah sampai Val!"


"Iya bener La."


...~•~●~•~...


Hari ini Ela sudah mulai mengerjakan sebuah proyek komik berjudul, "My Albino." Cerita ini mengacu ke hubungan mereka berdua.


Bahkan Valdo tak segan-segan membantu Ela, mulai dari membuat sketsa, mengatur warna hingga memberikan saran karakter yang cocok.


"Hebat kalian ini, the Best couple," ucap atasan mereka memberikan dua jempol.


"Hehehe makasih pak."


Hingga 3 bulan berlalu.


Ela dan Valdo mendapatkan cuti selama satu minggu dan ini mereka pakai untuk berlibur berdua.


Valdo akan berkunjung ke makan papahnya, mamahnya dan nenek, kakek di tempat asal.


Ela pun ikut berkunjung, bermodalkan amanah serta wanti-wanti dari sang kakak, akhirnya Ela dan Valdo akan berangkat bersama.


...~•~●~•~...


"Dulu kita pernah naik pesawat bareng kan?" Tanya Valdo sembari menggandeng tangan Ela.


"Iya bener."


"Dari kota yang sama ke tempat tujuan yang sama juga dan sekarang kita naik pesawat bareng lagi."


"Iya bener Val, hehehe."


'Tidak akan aku lepaskan kembali genggaman tanganmu ini,' batin mereka berdua.


...----------------...


Di kursi belakang tempat mereka duduk.


"Sial! Bisa-bisanya mereka romantisan di depan gua! Kali ini bakal gua rebutan kembali apa yang harus jadi milik gua."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2