Letter To My Albino

Letter To My Albino
Amnesia


__ADS_3

Perjalanan pulang kali ini, Ado hanya diam seperti waktu lalu. Ela sangat khawatir akan kabar buruk terjadi di Riky, tetapi Ela membuang pikiran buruk yang mengelilingi pikirannya.


"A.." ucapan Ela terpotong.


"Ela," panggil Ado memotong ucapan Ela.


"Iya, Do?"


Ado diam kembali, dia sepertinya ingin menyampaikan sesuatu tetapi itu tidak bisa di ucapkan.


"Kenapa Do? Kondisi Riky gak baik-baik aja ya?" tanya Ela penasaran.


Ado memang salah karena dia tiba-tiba saja diam. Seharusnya dia menyampaikan apa yang sedang ia pikirkan.


Satu satunya tempat paling tenang untuk membicarakan hal penting adalah taman. Taman tempat mereka pertama kali bertemu.


Sesampainya di taman, Ado mengajak duduk Ela di bangku dekat tukang es kacang merah. Ela hanya memandang Ado dengan wajah penuh pertanyaan, wajahnya serius sekali dan pandangannya hanya tertuju ke Ado.


"Ini," Ado memberikan es kacang merah yang baru saja ia beli untuk meredamkan suasana.


"La," panggil Ado.


Ela hanya menoleh saja dengan tangan menyendok eskrim ke mulutnya. Dirinya hanya menaikkan alis sebelah kiri seperti isyarat kata "Apa?"


"Kata dokter Riky mengalami cidera ringan di kepalanya, kemungkinan besar dia hanya mengingat sebagian dari aktivitasnya,. Entah itu dari kejadian lampau atau kejadian baru," Jelas Ado.


Mata Ela seketika membulat sempurna dan memandang Ado dengan penuh pertanyaan di kepalanya. Namun tidak terucap, 'Serius?' itulah kata yang ada di pikiran Ela saat memandang Ado.


Ado menganggukan kepalanya dan menjelaskan kembali kondisi Riky, "Kata dokter kalau hasil pemeriksaan kemarin keluar dan mereka menemukan kejanggalan dikepalanya, kemungkinan besar Riky mengalami kondisi amnesia disosiatif."


"Hah? Amnesia? Emang ada ya? Te-terus amnesia disosiatif itu apa?" pertanyaan full dari Ela pun keluar.


Amnesia disosiatif merupakan kondisi dimana seseorang tidak mampu untuk mengingat berbagai informasi pribadi yang dinilai sangat penting. 


"Jika seseorang dengan amnesia ini bisa saja lupa siapa nama dan segala hal yang berkaitan dengan dirinya," Ado menjelaskan apa yang sudah di katakan di ruangan dokter tadi.


"Tapi tadi Riky inget kok namanya, masa iya masih divonis mengidap penyakit amnesia?" tanya Ela lagi.


"Kan hasil pemeriksaannya belum keluar Ela, ini kan masih praduga."


"Oh gitu, gua kira amnesia itu cuma suatu karangan di komik-komik aja. Ternyata emang ada penyakit amnesia itu," ucap Ela sembari memakan eskrimnya.


Ado menatap Ela dengan raut wajah sedih dan ia pun bergumam dalam hatinya, 'Kamu juga sedang mengalami hal itu La, malahan kamu sudah mengalaminya sangat lama. Tetapi tidak ada yang pernah bilang ke kamu tentang hal sebenarnya.'


"Kenapa?" tanya Ela membuyarkan lamunan Ado.


"Enggak apa-apa, aku mau ngajakin kamu pulang tapi kamu masih menikmati eskrimnya," jelas Ado mengalihkan pertanyaan Ela.


"Oh, yaudah ayok kita pulang."

__ADS_1


Seperti biasa, Ado mengantarkan Ela ke depan rumahnya dan akan pergi jika Ela sudah masuk ke dalam rumah.


10 Menit perjalanan kerumah Ado, akhirnya ia sampai di rumah.


Ado memerkirkan motornya di depan rumah dan langsung bergegas ke dalam rumah mencari sang ibu. "Bu? ibu?" panggil Ado.


"Iya, ada apa? Ibu sedang di halaman belakang rumah."


Ado berlari menuju tempat ibunya dan langsung memeluk erat ibunya. "Eh? Kamu kenapa Do?" tanya ibunya kebingungan.


"Ado minta maaf ya bu," ucapnya dengan suara sedikit berat.


"Kamu ini kenapa sih Do?" tanya ibunya lagi.


Hiks... hiks...


Ibu Ado terdiam, sepertinya ibunya memahami isi hati sang anak tercinta. Ibunya pun mengajak Ado duduk di meja makan untuk mengobrol bersama.


"Ada apa Do?" tanya ibu dengan suara lembutnya


"Apa aku ini anak pembawa sial?" lirihnya sembari menunduk.


"A-Apa maksud ucapanmu?"


"Dulu setelah Aku menemui Rain, Rain tertimpa nasib buruk dan harus kehilangan ingatannya selama bertahun-tahun. Setelah Rain, bapak. Bapak mengalami kecelakaan kan bu waktu itu, beliau juga mengalami cidera ringan dan harus menanggung hilang ingatan selama beberapa bulan."


"Tidak, tidak. Kamu gak boleh ngomong kayak gitu sayang, kalau Allah dengar bagaimana? Dia bisa marah denganmu."


"Semua yang terjadi itu adalah takdir, bukan karena dirimu. Bahkan bapak meninggal pun ibu sudah tau sebelum kami mengangkat kamu menjadi anak kami." ucap Ibu menenangkan sedikit hati Ado.


"Sedangkan Rain, itu takdir yang ia buat. Karenanya seseorang bisa selamat dan karenanya kamu bisa selamat."


"Semua itu takdir Do, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Takdir tuhan itu selalu bagus, mau tidak mau ya kita harus menerima dengan lapang dada." lanjutnya lagi.


Ado hanya diam sembari menyeka air matanya yang terus saja mengalir. "Tapi Kenapa kak Eja begitu benci padaku bu?" tanya Ado.


"Apakah terjadi sesuatu pada orangtua asliku?" tanya Ado lagi.


"Ibu tidak tahu tentang itu Do, mengapa kamu tidak menanyakan hal seperti ini ke umma Lisa?"


"Iya ibu benar, maaf jika Ado berfikir buruk tentang diri Ado sendiri."


Ibunya hanya memeluknya, mengusap pundaknya agar gundah di hatinya hilang, agar beban pikiran di pundaknya menghilang.


...~•~[ Rumah Ela ]~•~...


'Jika amnesia itu ada, apa mungkin kah aku juga mengalami hal yang serupa?'tanya Ela dalam hatinya.


'Tapi apa yang membuat ingatan kita muncul kembali ya?' tanya Ela dalam hatinya lagi.

__ADS_1


"Oh iya album."


Ela mencari album di seluruh ruangan rumah ini dan mengumpulkannya di dalam kamarnya.


Ada 6 Kurang lebih album ini dan Ela pun membuka satu persatu, mulai dari yang berwarna hijau tua.


Bandar Lampung, 2008


"Wah ini foto di rumah tante Arista."


Cukup lama Ela membuka satu persatu album. Sampai akhirnya Ela menemukan Satu album bertulis "Singapur"


Foto pertama diberikan penjelasan, 'Jakarta 2005, Ela masuk ke rumah sakit karena sebuah kecelakaan yang cukup parah.'


foto kedua sampai foto ke sepuluh masih sama berbagai di Indonesia. Saat membuat lembaran berikutnya, Ela menemukan sebuah map surat.


"Apa ini?" tanya Ela


Ela pun membuka map coklat berisi surat-surat keterangan dari RS terkenal di Jakarta.


...~•~•~•~•~•~~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•...


...RUMAH SAKIT SEHAT...


..."Telp (0898765432112), Fax (-)...


...SURAT KETERANGAN SAKIT...


Kami selaku RS. Sehat menerangkan bahwa :


Nama : Ela D'naisy Rain


Jenis Kelamin: Perempuan


Umur: 6 tahun


Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah kami laksanakan, pasien yang bersangkutan dalam keadaan sakit. Sehingga pasien tersebut memerlukan waktu untuk beristirahat selama 4 bulan.


Diagnosa : Cidera otak


Jakarta, September 2005


...~•~•~•~•~•~~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•...


Mata Ela seketika membulat, terpampang jelas diagnosa dokter kalau dirinya pernah mengalami cidera otak.


"A-apa kemungkinan besar aku juga mengalami amnesia? Tapi kenapa gak ada yang pernah bilang?"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2