
Tidak butuh waktu lama untuk mengumpulkan massa di depan gedung rektorat. Mahasiswa dari berbagai kalangan pun muncul, bahkan ada beberapa wartawan datang untuk membuat berita.
"Gua gak salah denger?" tanya Pian.
"Iya, jadi maksudnya pihak kampus melakukan korupsi dana? Makanya jurusan mereka gak berkembang," ucap Bimo kebingungan dengan sistem kampus.
Dreet ... dreet ... dreet ....
Tiba-tiba Ela mendapatkan sebuah telfon dari sang kakak untuk menanyakan bagaimana kondisinya.
POV telfon.
"Halo, kamu dimana?" tanya kak Anir.
"Kampus kak, kenapa?"
"Pulang aja sekarang, kalian gak bakal ada kelas. Soalnya mereka lagi pada demo."
"Iya kak, tapi gerbang di tutup gak bisa keluar."
"Kan ada gerbang belakang. Nanti aa jemput kamu."
"Ih nanti aja a, aku masih mau disini. "
"Udah pokoknya nanti aa jemput kamu."
Tut ... tut ... tut ....
POV telfon selesai.
"Kenapa?" tanya Valdo.
"Aa nyuruh pulang, entah kenapa? Padahal aku masih mau ada disini."
"Karena demo La, kakak lo khawatir sama lo."
"Iya sih emang."
"Tapi aa tau dari mana?"
"Siapa kakak lo?" tanya Pian.
"Kak Anir. "
"Anir D'naisy?" tanya Pian lagi.
"Kok lo tau? Jangan-jangan lo ya temen kak Anir yang bantuin aa untuk mecahin masalah Valdo waktu itu?"
"Hah? Eh b-bukan gua."
"Tapi kok lo bisa tau?"
"I-itu karena Anir kawan smp gua, kmrn gua ketemu dia lagi jalan sama cewe." Pian beralasan.
"Bohong kan lo?!"
"Udah, yaudah aku anter kamu pulang aja yuk," ajak Valdo.
"Ih gak mau pulang."
"Kita nongkrong di Cafe Ela aja yuk," ajak Ryca.
"Boleh tuh." Bimo setuju.
"Yaudah gass."
"Gua gak ikut ya, gua mau liat acara disini. Siapa tau seru," ucap Pian meninggalkan mereka.
Selama berjalan ke arah yang belum tau dimana, Pian membatin, 'Ampir aja gua ketauan sama adeknya Anir.'
__ADS_1
"Ternyata Ela itu adeknya Anir. Pantes Anir khawatir banget sama tuh anak, keliatan banget kalo Ela ini ceroboh," gumam Pian.
Bimo, Valdo, Ela, dan Ryca pergi meninggalkan kampus. Mendorong motor sampai tepat di gerbang belakang kampus, mereka pun akhirnya pergi meninggalkan kampus.
Ela mengabari kak Anir kalau dirinya dan Valdo sudah tidak di kampus dan sudah pergi menuju Rain's Cafe.
Di perjalanan.
Valdo dan Ela banyak bercerita mulai dari percakapan ringan hingga percakapan berat seperti waktu lalu.
Ryca dan Bimo yang melihat pemandangan tersebut hanya bisa tersenyum saja. Namun ada bahan kata lain di dalam hati Bimo, 'Andai posisi Valdo itu gua.'
Tapi itu semua hanya sebuah angan yang tidak bisa di gapai lagi. Karena Ela sudah memberi jarak antara mereka berdua.
15 menit perjalanan ke Rain's Cafe.
Akhirnya mereka berempat sampai di sana, Cafe ini sudah buka tepat jam 11 dan akan tutup kembali tepat pukul 22.00 WIB.
"Silahkan masuk," ucap Ela membukakan pintu.
"Terimakasih mbak Ela."
"Hehehe."
Valdo membantu Ela merapihkan semua yang ada di tempat ini hingga tertata rapih.
Sampai tepat pukul 12.00 pelanggan pun berdatangan, bahkan cukup ramai.
Tek ...
"Permisi kak," ucap seorang pelanggan.
"Iya, mau pesan apa?"
"Saya mau pesan milk sundae satu sama pencake cream keju satu."
"Baik kak, ini."
"Eh? Astaga Anton toh! kira siapa?!"
"Hehehe aku sengaja kesini supaya bisa bantuin kamu ngelarisin yang kamu jual," ucap Anton.
"Halah, bohong aja."
"Bener, gua liat di story lo jadi gua mampir deh kesini."
"Yaudah yuk ikut gua."
"Kemana?"
"Udah ikut aja."
Ela mengajak Anton ke ruang tempat Bimo dan Ryca berada. Seperti suprise, Anton masuk ke ruangan menemui kawan lamanya.
Grek!
"Siang guys!"
"Siang," jawab hambar dari mereka karena mereka berdua belum sadar siapa orang yang di depannya.
"Tumben kamu ini Do pake acara selamat siang segala," ledek Ryca.
Namun tidak ada jawaban yang datang dan saat mereka berdua menoleh ke arah suara tersebut...
"Ya ampun Anton!"
"Lah Anton!? Ngomong geh be*o kalo lo mau kesini!" lanjut ucapan Bimo.
"Hahaha lo ini Mo, gak berubah dari dulu ya."
__ADS_1
"Ini siapa?" tanya Anton.
"Masa iya lo gak kenal?" tanya Ela.
"Ih gua Ryca loh Anton!"
"Oalah Ryca?! Ya ampun cantik amat lu sekarang?"
"Hehehehe."
Perkumpulan geng pun akhirnya datang kembali, walau kurang lengkap tetapi mereka tetap menikmati waktu bersama.
Bahkan Valdo pun ikut bergabung dan duduk di samping Ela sembari tersenyum dengan perawakan tenang.
Sedikit terlihat raut wajah Anton tak senang kala Valdo mengobrol bersama Ela. Entah mengapa, tapi yang pasti Anton seperti tidak menyukai sikap Valdo.
...~▪︎~...
Tepat pukul 17.00 WIB.
Pengunjung sangat ramai sekali, bahkan kak Anir dan Gea pun ikut membantu menangani para pengunjung ini.
Gea berjaga di kasir, Ela mengantarkan pesanan, Kak Anir dan Valdo memasak pesanan yang ada.
Ruang Vvip.
"Wah rame banget ya!" ucap Bimo terkagum melihat ramainya orang-orang yang datang ke Cafe Ela.
"Iya, hebat ya mereka," ucap kagum Ryca.
"Gua mau nanya dong." Anton langsung mengajukan pertanyaan ke Bimo dan Ryca.
"Apa?" jawab kompak mereka berdua.1
"Cowo yang putih sama Ela tadi siapa? "
"Itu Valdo." Bimo menjawab sembari menganalisis raut wajah serta pertanyaan Anton menjurus ke mana.
"Valdo? Siapa?"
"Iya itu namanya Valdo, pacarnya Ela." Ryca langsung menjawab ke intinya.
Deg!
'Hah? Pacar Ela modelan kayak gitu? Gak pantes banget Anj**t, mending gua.' Anton membatin.
Bahkan dada Anton terasa panas kala Valdo mengelap keringat di wajah Ela, menyeka rambut yang menutupi wajah Ela ke telinganya.
Bahkan mengusap kepala Ela tanpa ragu, padahal di sana jelas-jelas ada kakak Ela yang terkenal galak, jutek bahkan sedikit judes.
'Kayak mana orang itu ngambil hati kak Anir?' tanya Anton dalam hatinya.
Deg!
'Saingan baru ya?' tanya Bimo dalam hatinya.
'Gua lebih dukung Valdo sih di bandingkan lo yang cuma bisa gonta-ganti cewe doang,' batin Bimo lagi.
"Oy Bimo kenapa muka lo ngerut kek gitu?" tanya Ryca membuyarkan lamunan Bimo.
"Gua lupa, gua ada tugas harus di kumpul semua pas masuk tapi tadi di kampus kayak gitu. Apa mungkin kita libur ya hari ini?" Alasan masuk akal dari Bimo.
"Enggak mungkin. Aku yakin kita libur hari ini Mo."
"Iya sih bener juga."
'Huh ... Gua tau lo merasa tersaingi juga kan Mo? Gua tau kok kalau lo suka sama Ela dari lama tapi sayangnya Ela cuma anggap lo kakak aja,' batin Anton
Bersambung ....
__ADS_1