
Jantung Ado mulai berdegup kencang dan tangannya mulai gemetaran.
Ado tidak berani menatap orang itu karna dirinya pasti akan di hajar abis-abisan oleh orang itu.
"Turun!" Ucap pria yang menghadang jalan Ado.
Ado Turun dari motornya dan hanya bisa menunduk saja. Ado bukan pengecut yang tidak bisa bertarung, tetapi Ado menghindari pertengkaran yang sudah terjadi sejak dia kecil.
"Ada apa ki?" tanya Ado dengan suara lembutnya.
"Gua mau ngobrol sama lo bentar," ucap Riky bernada santai.
Mendengar suara Riky yang tidak bernada tinggi, Ado pun menuruti Riky untuk ngobrol bersama di Taman.
Tepatnya di tempat waktu Ado dan Ela makan Eskrim kacang merah bersama. Riky memesankan dua eskrim untuk mereka berdua sebelum memulai pembicaraan.
"Ini den, dua es kacang merah spesial buat aden-aden berdua." ucap tukang eskrim kacang merah itu diiringi dengan senyuman.
Ado hanya melihat Riky yang sedikit berubah. Riky sepertinya menikmati eskrim yang ada di tangannya itu, "Kenapa gak di makan?" tanya Riky.
"Makasih ki teraktirannya," ucap Ado sembari tersenyum.
Di tengah keheningan saat memakan eskrim, Riky membuka pembicaraan.
"Gua minta maaf do sama lo." Jelas Riky tanpa basa-basi.
"Maksudnya?" tanya Ado terheran-heran.
"Ya gua minta maaf, masa lo gak ngerti." Cetus Riky.
"Hahahaha, iya saya udah maafin kamu kok sebelum kamu meminta maaf." ucap Ado sembari tersenyum.
"Lo gak punya dendam ke gua gitu?" tanya Riky heran.
Ado hanya menggelengkan kepala saja dan berkata "Kata Umma kita gak boleh dendam sama siapapun, karena dendam itu perbuatan syaitan yang membuat dosa."
"Kan, kan, malah ceramah. Lo tuh pantesan jadi penceramah tau gak dari pada lo jadi komikus." cetus Riky.
"Ahahaha ilmu saya belum cukup ki," Ado menanggapinya dengan santai.
__ADS_1
Mereka berdua mengobrol bersama lagi setelah kejadian 15 tahun yang lalu. Ado dan Riky juga sepakat, kalau mereka akan melupakan masa-masa kejam yang terjadi dulu.
Masih di tempat yang sama, Ela dan kak Anir datang untuk membeli es kacang merah karena cuaca hari ini sedikit panas dan gerah.
"Kita beli yang lima ribu aja ya kak, kalau kita beli enam gimana?" tanya Ela sembari menghitung dengan jari mungilnya.
"Banyak amat 6 buat apaan?" tanya kak Anir kebingungan.
"Buat aku dua, buat kakak dua, terus buat mamah sama papah." jelas Ela yang masih fokus dengan kuku jarinya.
"Eh jangan deng, kak Anir 1 aja nah satunya buat aku, jadinya aku makan 3 eskrim hehehe." sambung Ela sembari tersenyum manis.
Perjalanan ke Taman melelahkan karena sedikit menanjak. Ela mengandeng sang kakak layaknya sepasang kekasih. Kak Anir juga tidak risih dengan sikap adiknya yang sedikit manja.
Sesampainya di tukang Eskrim, Ela melihat Ado sedang duduk bersama seorang laki-laki. Ela membatin 'Kayaknya serius banget obrolannya.'
Ela memesankan 4 Eskrim dan memesan satu untuk langsung dia makan.
"Itu Ado bukan sih La?" tanya kak Anir.
"Kayaknya sih iya kak."
Ela menghampiri Ado sembari berteriak, "ADO." Ado mencari sumber suara yang tidak asing di dengar dan ternyata Ela memanggilnya.
"Kamu ngapain disini?" tanya Ado.
"Lagi beli eskrim ini sama kak Anir," jelas Ela sembari memakan eskrim favoritnya.
"Kok lo belum pulang sih? emang ibu gak khawatir?" tanya Ela.
"Sebentar lagi pulang kok, lagi ngobrol sama Riky sebentar." jelas Ado.
"Oh, oke gua duluan ya bye."
"Eh, Do jangan lupa besok kita punya janji oke."
Ado hanya memberikan jempol sebagai isyarat "iya" atau "oke" dan Ado kembali mengobrol bersama Riky.
Riky mulai bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, "Sejak kapan Ado mengenal Ela? Semenjak kuliah kah atau bukan? bagaimana cara Ado bisa sekarang itu dengan Ela?" pertanyaan yang memutar-mutar di kepalanya membuat Riky membuka topik pembicaraan baru.
__ADS_1
"Do, sejak kapan lo kenal sama Ela?" tanya Riky serius.
"Kamu juga kenal Ela ki?" tanya Ado kembali.
"Iya, gua kenal beberapa hari yang lalu." jelas Riky walau sebenarnya ia kenal dengan Ela sudah sangat lama.
"Oh begitu, saya kenal Ela sudah lama mungkin sekitar 15 tahun yang lalu saat ia menolong saya pertama kali. dan akhirnya kita bertemu lagi akhir tahun kemarin saat menghadiri pernikahan sepupu teman saya." jelas Ado panjang lebar.
Riky hanya bisa terdiam karena dirinya juga mengenal Ela 15 tahun yang lalu saat awal mula Riky membenci Ado.
Riky membatin 'Apa mungkin kisah gua bakal sama lagi kayak dulu? padahal gua baru aja bangun hubungan baik dengan Ado.' Huuh (Riky menghela nafas berat.)
"Ki, kamu di DO dari kampus karena saya. Sekarang nasib kamu kayak mana?" tanya Ado merasa bersalah.
"Ya gak gimana, gimana. Gua gini, gini aja kok." jelas Riky yang sedikit sulit di mengerti.
"Maksud saya, kamu.." ucap Ado terpotong karena singkat untuk dibicarakan.
"Tenang aja, gua gak kena marah bokap kok. Ya, walau bokap gua kecewa tapi dia percayain satu toko rotinya ke gua buat usaha untuk nambah biaya lanjutin kuliah lagi." jelas Riky diiringi dengan senyuman.
Baru pertama kali, Ado melihat senyum Riky yang begitu tulus tanpa ada tekanan dendam yang mendalam. Riky menepuk pundak Ado sembari berkata, "Gua sukses, lo juga harus sukses ya Do. lupain masalalu yang menyakitkan bagi lo dan bagi gua."
Ado hanya menganggukan kepala saja dan dia juga membatin, 'Entah apa yang terjadi dengan Riky sampai dia mau berubah seperti ini.'
"Rasanya udah lama ya kita gak ngobrol berdua kayak gini ki, terakhir itu pas kita lagi ceramahin sama umma karena kita berantem di sekolah pas SD." ujar Ado membayangkan masa kecil mereka.
"Hahaha iya ya, gua jadi kangen sama umma. Udah lama gua gak main ke panti, lebih tepatnya gua gak pernah main lagi setelah di ambil sama orang tua gua."
"Main gih ke panti, umma selalu nanyain kabar kamu."
"Iya nanti gua mampir kesana sambil bawa buku-buku dongeng untuk anak kecil baru disana."
"Iya bagus, udah banyak perubahan panti. Oby di angkat jadi anak sastrawan asal Malaysia tapi dia tetep tinggal disini bareng sama ibu sambungannya. Sedangkan Ryca denger-denger sekarang tinggal di Australia bantu ibunya buka Cafe, sedangkan Gea gak ada kabar dimana sekarang." jelas Ado.
Wajah lesu Riky seketika terlihat jelas kala Ado menyebutkan nama "Gea."
Ado secara sengaja melontarkan pertanyaan yang ada di kepalanya sejak dia masih kecil dan respon Riky sangat membuatnya terkejut.
Bersambung...
__ADS_1
...aku masih menunggumu, sampai kamu datang. Aku akan menanyakan semua yang ada di kepalaku dan aku tak akan pernah melepaskanmu....
...-Riky Jaya...