
Seperti biasa mereka berangkat beriiringan ke Rain's Cafe. Ela bersama Valdo, Bimo bersama Ryca dan Anton membawa mobilnya sendiri.
Kali ini Valdo yang membawa motor Ela. Ela memeluk tubuh Valdo sembari bercerita banyak.
...~•~●~•~...
Rain's Cafe.
Clink ...
"Selamat datang," sambut pegawai Cafe ini.
Ela sudah memiliki beberapa pegawai, mulai dari pramusaji, barista, dan staf lainnya.
"Permisi non, tadi pak Anir kesini dan bawa barang ke ruangan nona. Saya di minta menyampaikan pesan ini ke nona, jangan lupa di ambil barangnya," ucap salah satu pegawai menyampaikan pesan dari kak Anir.
"Oh, iya terimakasih atas infonya."
"Iya non, saya kembali lagi ya."
Ela mengiyakan dan mengajak teman-temannya ke ruang atas tempat biasa mereka berkumpul.
"Gua tinggal dulu ya, gua mau ke ruangan bentar," ucap Ela saat sampai di lantai atas.
"Ikut La, aku mau ke toilet," ucap Ryca.
"Ayok, Val kamu ikut aku bentar yuk!"
"Yakin?" Tanya Valdo.
"Iya, ayok!" Ela langsung menarik tangan Valdo.
...~•~●~•~...
"Di mana toiletnya?" Tanya Ryca ke Ela.
"Itu tuh, sebelah kanan deket lukisan komik itu." Ela memberikan arahan.
"Oke, oke makasih."
Ryca langsung menuju ke toilet, sedangkan Ela dan Valdo menuju ke ruangan kerja Ela.
"Kami kenapa ajak aku La?" Tanya Valdo.
"Gak biasanya kak Anir bawa barang ke sini dan gak biasanya kak Anir ninggalin barang disini tanpa chat aku atau telfon aku."
"Aku sedikit curiga, jadi aku minta kamu ikut sama kau biar ada yang jagain gitu hehehe," lanjut penjelasan Ela lagi.
"Iya deh, gak apa-apa."
Grek!
Tap ... tap ... tap ...
Langkah demi langkah mereka masuk ke dalam ruang kerja Ela sembari memantau kondisi sekitar, apa ada yang salah atau tidak.
Sampai akhirnya mereka melihat sebuah benda kotak berwarna hitam di atas sebuah sofa berwarna biru muda.
__ADS_1
'Kotak apa itu?' Tanya Ela dalam hatinya lalu melirik Valdo.
Pikiran Valdo pun sama dengan Ela dan saat mereka menganggukan kepala secara bersama, mereka mendekati kotak itu.
Terdapat kertas putih bertuliskan 'BUKA!!' di kotak hitam tersebut. Ela pun mengambil kertas tersebut dan mengambil kotak hitam ini ke atas meja kerjanya.
"Yakin ini dari kak Anir?" Tanya Valdo.
"Kita pastiin dulu, kalau memang ini bukan dari kak Anir, baru kita telfon kak Anir." Ela menjawab dengan tegas.
Jantung Ela berdegup kencang, tetapi kali ini bukan karena jatuh cinta tetapi karena khawatir tentang isi kotak ini.
"Buka ya?" Ucap Ela.
"I-iya udah," ucap Valdo sedikit ragu.
Ela pun mengangkat tutup kotak hitam tersebut dan menaruhnya di samping kotak hitam. Terlihat ada beberapa kertas dan juga sebuah botol berisi kertas kusam.
Satu amplop, dan juga boneka yang sudah tercabik. 'Apa bener ini dari kak Anir?' Tanya Ela takut.
Ela memandang Valdo dan Valdo pun langsung mengambil gambar dari isi kotak tersebut. Mengirimkannya ke kak Anir sembari bertanya, "Maaf kak, apa ini benar dari kakak? Kotak hitam yang berada di ruang kerja Ela di Rain's Cafe."
Ela mengeluarkan satu demi satu barang-barang yang ada di sana. Ela menemukan foto dirinya 1 minggu lalu saat berada di Panti Asuhan Umma Lisa.
Deg!
"Ini? Bukannya ini foto aku pas lagi ngerjain tugas kita ya Val?" Tanya Ela ke Valdo.
"Iya, ini kan aku di samping kamu," jawab Valdo membenarkan hal tersebut.
"Tapi siapa yang ambil?" Tanya Ela.
"Enggak, kak Anir waktu itu lagi gak di Bandung. Tapi ini?" Tanya Ela bingung.
Mereka menerka-nerka siapa yang mengambil foto-foto ini, bahkan setiap detik menit semua ada foto Ela.
"Terus ini boneka siapa dan untuk apa?" Tanya Ela.
Tidak lama kemudian, notifikasi chat dari hp Valdo berbunyi.
Ting!
"Nah, kak Anir bales mungkin." Valdo langsung mengecek isi ponselnya dan benar saja notifikasi tersebut dari kak Anir.
...POV chat....
^^^"Maaf kak, apa ini benar dari kakak? Kotak hitam yang berada di ruang kerja Ela di Rain's Cafe."^^^
"Iya itu saya yang taruh di ruangan kerja Ela."
"Itu semua berhasil saya kumpulkan dari secara kebetulan. Karena saya curiga ada yang sedang mengincar Ela ataupun kamu."
"Karena ini berhubungan benda mistis tapi saya masih mengumpulkan semuanya." Jawab kak Anir panjang lebar.
^^^"Terus kak, kakak dapet ini dari mana? Boneka ini maksudnya apa? Terus kertas-kertas ini pesan berantai?"^^^
^^^"Yang bales ini Ela."^^^
__ADS_1
"Yaudah sekarang kalian berdua pulang dan kesini sekarang biar kakak jelasin semua."
^^^"Kemana?"^^^
"Rumah kita Ela."
^^^"Oke."^^^
"Bawa kotak hitam itu!"
^^^"Iya."^^^
...POV chat selesai. ...
"Kata kak Anir kita pulang dulu Val, sekalian bawa kotak ini."
"Pulang? Ke rumah kamu?"
"Iya, kotak ini kita masukin di plas- paperbag aja deh!" Ela langsung mengambil paperbag putih dari lokernya.
"Yaudah ayok kita pulang sekarang."
"Iya."
Valdo dan Ela pun pergi keluar ruangan, mengunci ruangan kembali lalu menuju ke parkiran.
...~•~[Ruang Vip lantai atas]~•~...
Sebelum ryca kembali dari toilet, terjadi perdebatan cukup tegang di antara Bimo dan Anton.
"Gua heran sama lo Mo! Lo ini sebenernya dukung siapa sih?" Tanya Anton.
"Gak dukung siapa-siapa. Arah pertanyaan lo ini kemana?" Bimo langsung menyecar Anton kembali
"Ya lo bilang kita bersaing secara adil, tapi satu sisi lo kayak belain Valdo sama Ela. Gua gak ngerti tujuan lo ini gimana," umpat Anton.
"Gua dukung Ela, karena Ela berhak mendapatkan kebahagiaannya." Bimo menjawab dengan santai.
"Maksud lo?"
"Gini ya Ton! Kita udah gede, lo, gua, Ela, Ryca udah tau mana yang bener dan mana yang enggak."
"Jadi jangan paksa orang untuk suka sama lo Ton, kalau hanya sekedar ganteng, Le min Ho lebih ganteng dari lu!"
"Tapi apa? Ela tetep milih Valdo kan karena tulusnya bukan karena saingan hati yang gak ada ujungnya." Lanjut Bimo lagi.
Deg!
"Jadi lo bela Valdo? Oke, gua pernah gagal dalam segala hal dan gua bakal dapetin apa yang gua mau!" Ucap Anton.
"Dan gua! Bakal ngelindungin apa yang harusnya gua lindungi. Termasuk sahabat gua!" Bimo menegaskan ucapannya.
"Gua gak suka sama sifat lo yang kayak gini Ton! Sikap lo yang angkuh, karena kekayaan bokap lo, karena lo bisa dapetin apa-apa yang lo mau!"
"Termasuk Cewe. Bukan gua iri tapi dengan cara lo yang kayak gitu, lo gak pantes untuk Ela!" Bimo langsung menegaskan.
Deg!
__ADS_1
"Iya, lo gak suka? Itu hak lo, tapi permainan akan tetap berjalan!"
Bersambung....