
'Pelangi itu bagus ya, warnanya tumben terpancar jelas,' ucap anak laki-laki kecil tergaum saat melihat bianglala yang begitu jelas di nastabala.
"Ada apa dok? Mengapa istri saya di pindahkan ke ruang gawat darurat?" tanya papah anak laki-laki ini.
"Istri anda mengalami pendarahan yang cukup hebat, mau tidak mau kami harus memindahkannya ke ruang gawat darurat."
Papah sang anak laki-laki ini hanya bisa mematung saja, sembari mengenggam tangan anak sulungnya.
"Kalau begitu saya pamit dulu ya pak, bapak tenang aja kami akan berusaha sebaik mungkin."
Dokter itu pun meninggalkan mereka berdua. " Ada apa pah?" ucap anak laki-laki itu yang bingung melihat raut wajah papanya.
"Enggak, Enggak ada apa-apa kok."
"Ayok kita lihat adik kecilmu," lanjutnya lagi diiringi ajakan menjenguk bayi mungilnya.
Sambil bernyanyi, anak laki-laki itu sangat gembira menyambut adiknya. Sedangkan sang papah sedang dirundu rasa gundah, serta fikirannya pun terbang kemana.
"Kita sudah sampai dan itu adikmu," ucap papah menunjuk box bayi.
Di ruangan ini hanya ada 1 box bayi yang terisi yaitu box bayi, adik dari anak laki-laki itu.
"Wah dia putih sekali ya pah seperti bule," ucapan polos dari anak laki-laki ini saat menatap adiknya.
Sedangkan di Ruang gawat darurat, tenaga medis sedang berusaha melakukan yang terbaik untuk sang mamah.
Detak jantungnya mulai melemah, transfusi darah pun sudah di lakukan tetapi sang mamah sekarang dalam keadaan kritis.
Sudah hampir sehari mamah berada di ruang gawat darurat tetapi mereka berdua belum dapat kabar dari para tenaga medis yang berada di dalam.
Tit......
Tiba-tiba alat pengukur detak jantung mamah berhenti dan para tenaga medis pun segera melakukan tindakan lebih lanjut tetapi...
Grek.. (membuka pintu ruangan)
"Pah, pak dokter sudah keluar."
Dengan senyum terpaksa dan hati penuh dengan ke khawatiran, papah menghampiri dokter tersebut sembari bertanya, "Bagaimana kondisi istri saya dok?"
Dokter hanya diam dan menundukan pandangannya saja, seperti ingin berbicara sesuatu tapi tidak bisa terucap.
"Dok? Bagaimana kondisi istri saya?" tanyanya lagi.
"Hemmm huh... (menghela nafas berat) Maaf pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi tuhan berkehendak lain."
Jawaban dokter itu seketika membuat papa terpaku di depan ruangan ini, tubuhnya gemetaran dan hatinya berkecamuk.
"Dokter bohong kan?" tanya papa.
__ADS_1
Entah bagaimana rasa yang papah anak kecil ini rasakan. Bahagia? atau rasa sedih? Dia hanya bisa memukuli dadanya saja.
Berharap ini bukan hal yang nyata, tetapi semua ini sudah menjadi kehendak tuhan yang terbaik.
...~•~●~•~...
"Ki.. Riky liat itu ada pelangi!" ucap Gea.
Matanya berbinar kala melihat pelangi terpancar di nastabala berwarna abu-abu.
"Iya bagus ya," jawab Riky.
"Padahal ini udah masuk bulan juni ya, kok bisa hujannya deras banget terus ada pelangi lagi."
"Pertemuan pertama kali ini sangat indah ya Ge, aku akhirnya bisa ngeliat kamu setelah sekian lama dan alam semesta pun mengizinkannya."
"Iya, bener Ki. Oh iya, aku punya satu permintaan ke kamu Ki, boleh?"
"Boleh, apa itu?"
"Lepasin aku ya Ki, mungkin ini pertama dan terakhir kita bersama. Kenapa aku bilang kayak gini? karena aku sudah menemukan laki-laki yang tepat untuk hati ku. Jadi tolong kamu lepaskan aku dan cari pengganti yang lebih baik dari aku ya," jelas Gea.
Riky hanya terdiam dan berkata dalam hatinya, 'Mungkin ini yang terbaik untuk Gea dannjuga pelajaran untukku.'
"Iya Ge, aku ketemu kamu aja udah seneng banget," jawab Riky diiringi senyum pahit.
"Semoga kamu bahagia ya Ge dan doakan aku supaya aku mendapatkan wanita yang tepat untuk hati ku."
Gea hanya mengangguk-anggukan kepala saja dan setelahnya mereka berpamitan dan berpisah di taman sejarah Bandung ini.
Perjalanan pulang Riky sangat kacau, air matanya mengalir secara tiba-tiba. "Jadi begini yang rasanya patah hati, sakit ya sakit sekali.," gumamnya di dalam mobil.
Tanpa sadar Riky menginjak pedal gas mobilnya dengan penuh kecepatan tinggi.
Tin... tin.. tinnnnn
Brak
Mobil yang Riky gunakan tiba-tiba saja menabrak mobil lain dari arah yang berbeda dan mobil yang Riky gunakan pun terseret hingga masuk kedalam jurang.
Riky hanya bisa mendengar suara sirine mobil dan suara-suara warga, tetapi ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.
'Gelap, gelap sekali disini. apa tidak ada lampu?' ucap seseorang.
'Kamu kenapa disini Ki?' tanya seseorang di ujung lorong yang gelap ini.
'Si-siapa itu?'
'Kemarilah, aku ingin berbicara denganmu.'
__ADS_1
'Wah.. tempat ini ternyata bagus sekali dan siapa ka... Bunda?'
'Kemarilah bunda ingin memelukmu.'
'Aku merindukanmu bunda, aku sudah lelah dengan kehidupan di bumi. Aku ingin ikut bunda boleh kan?'
'Riky sayang, aku juga merindukanmu dan bagaimana kondisi papahmu? apa dia masih mabuk-mabukan? apa dia masih suka memarahimu?'
'Tidak, sekarang papa sudah baik dia sudah menyesuaikan perlakuannya dan sekarang dia membuka toko roti bersama aku."
'Toko roti? itu adalah impian ku dulu saat pertama kali menikah dengan papahmu. Tetapi..'
Riky hanya bisa diam sembari memandangi wajah cantik sang bunda tercinta.
'Tetapi kau harus berjanji padaku satu hal ya Ki.'
'Apa itu bunda?'
'Kau harus menjaga papahmu sampai kapanpun itu dan kau belum boleh ikut dengan ku. Jangan mengecewakan papahmu ya nak.'
Ucapan bunda Riky tiba-tiba saja membuat air mata Riky mengalir dan ia pun menangis dalam pelukan sang ibunda.
'Aku harus pergi, senang bisa melihatmu sudah dewasa seperti ini Ki, kau tampan sekali seperti papahmu dan aku akan selalu menunggu kalian berdua tapi jangan cepat-cepat ya menyusulku hehehe.'
'Enggak, aku gak mau tinggal disini sendirian bunda. Bunda? BUNDAAAAAA'
Tut... tut... tut...
Setelah terkapar di rumah sakit selama 3 hari dalam keadaan kritis, akhirnya Riky pun dapat melewati masa-masa kritisnya.
"Alhamdulillah ananda Riky dapat melewati masa kritisnya, kita tunggu saja dia sadar," ucapan dokter itu membuat hati papah Riky, Ado, Ela, umma Lisa dan juga Gea tenang.
"Alhamdulillah, terimakasih dokter atas bantuannya."
"Kenapa dia bodoh banget sih?!" gumam Gea.
"Terimakasih sudah mau membantu dan menunggu Riky disini, saya meminta maaf telah merepotkan kalian," ucap pak Jaya.
"Tidak pak, Riky adalah bagian dari kami juga dan dia juga seperti keluarga kami."
"Iya, maaf juga untuk nak Ado. Walaupun Riky pernah jahat kepada kamu tetapi kamu masih baik hati membantunya."
"Itu sudah masa lalu pak, Riky adalah sodara saya dan kami juga sudah sepakat untuk melupakan hal itu."
Bersambung...
..."Indahnya sebuah pelangi belum tentu ada kisah yang indah di baliknya. Tetapi pasti ada sebuah makna di balik semua kisah ini."...
...- Gea...
__ADS_1