
"Perihal?"
"Perihal Ado. Gua selama ini ngerasa kalau banyak hal yang Ado tutupin ke gua. Gua tau gua bukan siapa-siapa dalam hidupnya, tapi gua bisa kehilangan dia Ki. I need he, im really, really need he," ucap Ela dengan suara yang hampir serak.
"Mkasudnya gimana La?"
"Ado hari ini ngilang Ki, gua udah coba hubungin dia berkali-kali tapi ak ada jawaban sama sekali. Gua udah ke rumahnya tapi nothing. Gak ada siapa-siapa."
"Gua udah nanya ibu-ibu komplek yang sering nongkrong di depan ruko emak, tapi tetep gak ada yang tau mereka kemana."
"Ibu-ibu itu juga ada yang ngomong kalo ' Wajah ibu Yo serius banget, kayak lagi panik gitu' nah dari sini gua mulai overthiking lagi," jelas Ela.
"Mungkin dia lagi di rumah neneknya kali," ucap Riky
"Enggak, tapi gua yakin 99,9% kalau Ado ngalamin hak serupa kayak dulu itu deh," seru Ela.
"Ngalamin apa maksudnya?"
Ela pun menceritakan kembali kejadian Ado saat pulang menuju rumahnya setelah mengantarkan dirinya.
Riky pun mulai sadar kalau kejadian waktu yang dia alami Ado adalah kelakuannya bersama Eja dan teman-teman lainnya.
Riky hanya bisa tertunduk mendengar cerita Ela, sedangkan Gea hanya bisa tercengang saja mendengar cerita Ela.
Setelah Ela selesai bercerita, Riky pun melontarkan sebuah kata membuat Ela terkejut, "Ini pasti ulah Eja."
"Eja? Siapa dia?"
"Eja teman mereka saat masih satu panti. Dia masih tinggal di panti umma, tetapi setelah tahun baru kemarin dia tidak pernah kembali lagi ke panti," sahut umma memberikan penjelasan.
"Eja? Tapi kenapa? dan apa yang di lakukan Eja?" tanya Ela.
"Gua gak tau pasti apa sebab Eja benci sama Ado. Tapi yang pasti Eja biang dari semua kesengsaraan Ado," jelas Riky.
Ela hanya terdiam, membulatkan matanya yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Tidak banyak yang tau, kalau Eja dan Valdo merupakan saudara kandung. Orang tua mereka, lebih tepatnya papah kandung mereka dulu menitipkan ke panti umma sebelum papahnya wafat karena kecelakaan saat ingin pergi ke Surabaya," jelas umma.
__ADS_1
Penjelasan umma membuat Ela, Gea dan Riky tercenang. Karena mereka baru tau setelah mereka bersama selama beberapa tahun.
"Saat di kirimkan ke panti, Valdo sangat pendiam bahkan dia terlihat tidak akrab dengan kakaknya dan begitu pun sebaliknya."
Umma selalu menanyakan apa alasan Eja tidak mau berbicara dengan Adiknya dan saat Eja menjawab pertanyaan umma itu, umma hanya bisa terdiam. "Aku benci dia, dia anak pembawa sial!" itulah ucapan Eja dulu.
Umma masih tidak mengerti apa maksudnya dan saat umma menelisik lebih lanjut tentang keluarganya, barulah umma tahu semua cerita keluarganya.
Tahun 1999,
Saat Ado lahir ibunya mengalami pendarahan dan kondisinya pun semakin memburuk sehingga kritis. Nyawanya sudah tidak bisa di selamatkan lagi.
Rasa campur aduk itu mengelilingi keluarga Valdo. Satu sisi anak yang di tunggu-tunggu akhirnya lahir ke Bumi, tetapi satu sisi lain istri sekaligus ibu Eja kecil sudah tidak bisa di selamatkan lagi nyawanya.
Mau tidak mau papah mereka harus mengurus kedua anak laki-lakinya sendiri. Tidak, tetapi Valdo di urus oleh sang nenek yang berada di Bandar Lampung.
Sampai Valdo berusia 3 tahun, barulah Valdo tinggal bersama papahnya dan juga sang kakak tercinta.
Valdo dan Eja selalu kesana kemari bersama, masih ada raut wajah senang di antara mereka. Perusahaan yang di bangun papahnya di daerah ini pun mulai berkembang.
Eja selalu menjaga adiknya dari orang-orang yang mengejeknya seperti mayat hidup. Eja selalu berada di garis terdepan buat sang adik.
Sampai sekarang sifat yang di turunkan Eja masih terjaga di Valdo. Baik hati dan selalu menolong siapa saja sebisa mungkin, melindungi siapa saja yang ingin ia lindungi.
Sampai akhirnya di tahun 2004,
Perusahaan yang didirikan oleh papanya mengalami kebakaran hebat dan menghanguskan semua barang-barang yang ada didalam..
Bisik-bisik tetangga pun mulai terdengar. Banyak yang mengutuk Valdo sebagai anak pembawa sial karena tubuhnya berbeda dari yang lain.
"Itu pasti karena anaknya."
"Itu pasti karena si albino itu deh, makanya sekarang perusahanya jadi bangkrut."
Bisik-bisik itu membuat mental Valdo menjadi lemah dan Bisik-bisik itu pula lah yang membuat Eja membenci Valdo.
Eja menyadari dari awal kehadirannya semua menjadi kacau, Eja menyadari kalau saat sang ibu melahirkannya, nyawa sang ibu tercinta tidak bisa di selamatkan.
__ADS_1
Saat Valdo di asuh oleh sang nenek, kakek mengalami stroke ringan sehingga dia kesulitan dan saat Valdo tinggal lagi bersama mereka, perusahaan Papa hangus dan hancur.
Tetapi sang nenek tidak berfikir seperti itu. Nenek selalu menasehati Eja kalau semua itu hanyalah sebuah takdir dari tuhan agar kita bisa kuat menjalani hidup di kedepannya.
Tapi Eja tetap tidak bisa menerimanya dan Eja pun membenci Valdo sampai saat ini. Tapi tidak ada yang tau apa rencana Eja ke Valdo.
Dan pada tahun 2004 itu lah Valdo, Eja di titipkan ke panti umma karena sang nenek sudah tidak bisa lagi menjaga mereka.
Papah Valdo dan Eja sengaja melakukan perjalanan ke Surabaya untuk membeli obat buat kakek. Tetapi takdir berkata lain, Papa mereka malah mengalami kecelakaan dan papa Valdo meninggal saat perjalanan ingin ke rumah sakit.
"Dari mana umma tau cerita itu?" tanya Gea.
"Saat umma pergi kerumah nenek mereka berdua untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian papa mereka," jelas umma lagi.
Mendengar kenyataan yang baru saja mereka ketahui, Riky pun mulai paham apa yang sebenarnya Eja ingin kan.
Pak Jaya pun ingin membantu Valdo dari kejahatan sang kakak. Riky juga meminta ke papanya untuk di keluarkan dari rumah sakit secepatnya.
Pak Jaya pun menuruti permintaan anaknya itu. Mereka semua akan membantu Ado dengan cara mereka sendiri dan umma pun akan memberikan sebuah surat yang pernah di titipkan oleh sang nenek saat itu.
"Tolong sampaikan dan berikan ini Eja ya," ucap nenek bersuara lembut seperti Ado.
"Umma? Apa Valdo punya riwayat penyakit yang mematikan?" tanya Ela ke sumber pertanyaan yang selalu mengintai kepalanya.
Umma hanya diam, tidak berbicara dan tidak berkata. Seperti jawaban "Iya," tetapi Ela tidak mau menyimpulkannya.
Sampai akhirnya umma pun memberanikan diri untuk berbicara kembali, "Iya, Valdo mengidap penyakit kanker melanoma."
"Kanker?" gumam Ela.
'Benar ternyata prediksi gua selama ini,' batin Ela. Seketika airmata nya jatuh tidak beraturan.
"Berarti cowo yang waktu itu gua tabrak, itu Ado? Karena ciri-cirinya sama persis dan ternyata benar dugaan gua selama ini," gumam Ela sembari menunduk.
Bersambung...
..."Tarkdir, ya.. Takdir yang tuhan berikan itu selalu baik, hanya saja orang yang menerimanya berpandang seperti apa."...
__ADS_1
...-Anonim...