
Setelah selesai membersihkan badan, mencuci wadah bekal, Ela kembali ke kamarnya lagi sembari tersenyum-senyum.
"Kenapa kamu?" tanya kak Anir saat baru turun dari tempat kerjanya.
"Kenapa apanya?" tanya Ela sedikit bingung.
"Kesambet kamu ya?!" ucap kak Anir meledek Ela.
"Apaan sih? Gak jelas banget!" Cetus Ela langsung membuka pintu kamarnya.
"Dih dasar bucin!" ledek kak Anir.
"Biarin dari pada kakak?! Jomblo akut," ledek Ela balik.
"Aa punya geh,"
"Halah, punya kok cuma diem-dieman aja pas ketemu. Ngobrollah!" Ledek Ela lagi dari kamarnya.
Dan Ela tidak membalas lagi ledekan kak Anir dari balik pintunya.
Ela kembali ke meja belajarnya untuk lanjut membuat sketsa gambaran komik yang tertunda sangat lama.
Ting! (Notifikasi chat)
'Pasti Valdo deh,' ucap Ela dalam hatinya.
Ela langsung mengambil handphone miliknya dan membuka beberapa pesan dari sang kekasih.
POV Chat.
"Assalamualaikum, bidadari ku."
^^^"Waalaikumsalam Valdo."^^^
"Lagi apa kamu?"
^^^"Lagi buat sketsa komik nih."^^^
"Mana? Coba aku liat."
^^^"Ini," Ela mengirimkan gambar.^^^
"Wah bagus banget." Valdo memuji.
^^^"Belum jadi tau ini, masih sketsanya aja."^^^
"Masih sketsa aja udah bagus apa lagi udah jadi, nambah cakep banget pasti."
^^^"Hehehe makasih Valdo."^^^
"Yaudahlah kalo kamu lagi buat sketsa, aku gak mau ganggu ya."
^^^"Ih temenin geh!"^^^
"Yaudah mau di temenin gimana?"
^^^"Hmmm gak tau."^^^
Tidak lama kemudian Valdo mengajak panggilan video atau video call untuk menemani kekasihnya.
POV chat selesai.
'Valdo benar-benar peka ya!' Batin Ela sembari tersenyum-senyum.
Mengangkat ajakan panggilan video call, Ela menaruh handphonenya di sebuah holder yang menyatu dengan lampu belajarnya.
POV video call.
Ela tersenyum imut ke depan kameranya membuat Valdo sedikit gemas dengan pipi Ela yang lumayan chuby.
Ela : "Oh iya Val, aku punya game. Kamu mau ikut main gak?"
Valdo : "Apa itu?"
Ela : "Denger klunya baik-baik ya!
Ela : "Pilih Jawaban."
"1. Di pilih atau memilih?"
Valdo: "Dipilih"
'Oke sama!' Ucap Ela dalam hatinya sembari mengisi tabel data dengan tanya ceklis.
__ADS_1
Ela : "2. Hitam atau putih?"
Valdo : "Karena aku udah putih jadi yang hitam aja lah."
Ela : "3. Di tunggu apa menunggu?"
Valdo : "Menunggu."
'Hmmm, oke jawabannya sama lagi," batin Ela.
Ela : "4. Besar kecil?"
Valdo : "Besar."
'Eh? Hahahaha agak ambigu juga pertanyaan gua yang ini ya.' Ela tergelak sendiri.
Ela : "5. Baik atau jahat?"
Valdo : "Baik."
'Oke, masih sama.' Ela mengacak pertanyaan yang ia buat sendiri.
Ela : "6. Motor atau mobil?"
Valdo : "Motor."
Ela : "7. Mencari apa di cari?"
Valdo : "Di cari."
'Ih? Kok di cari sih? Seharusnya mencari dong!' batin Ela kesal.
Ela : "8. Atas atau bawah?"
'Lah ngapa pertanyaan gue gini sih? Huaaa ambigu sendiri gue.' Ela membatin malu.
Valdo : "Bawah."
Ela : "9. Cantik atau manis?"
Valdo : "Manis."
'Hihihi yes, gue banget kalo manis kan?!' Ela terlalu PD.
Valdo : "Dighosting."
'Huaa kasian banget Valdo di ghosting, lah gue tukang ghosting hehehe.' Ela membatin lagi.
Ela : "Terakhir ya!"
Valdo : "Oke."
Ela : "11. Bosen atau enggak kamu setiap hari ketemu aku?"
Valdo : "Enggak sama sekali, aku malah seneng kalo ketemu kamu tiap hari."
Deg ... deg ... deg .... deg ....
Jantung Ela sedikit berdegup kencang kala ucapan manis terucap dari mulut Valdo langsung.
Valdo : "Udah?"
Ela : "Udah kok."
POV video call selesai.
Ela pun melanjutkan sketsa komiknya lagi dan setelah itu Ela mereka semua jawaban dari permainan yang telah di selesaikan mereka berdua.
"Oke, ada sebelas pertanyaan."
"Mari kita hitung jumlah total semuanya," ucap Ela mentotal semua jawaban.
"Jawaban yang sama ada ..." ucapan Ela terpotong karena menghitung dalam hati.
"Satu, dua, tiga, empat, lii ... ma, enam, tujuh ... delapan, jadi jawaban yang sama ada delapan."
"Total soal di kurangi jawaban yang sama. Jadi sebelas di kurang delapan sama dengan 3."
"JADI!?"
"Aku dan Valdo memiliki kecocokan yang sempurna yaitu 8% atau sama aja 80% dan ke tidak cocokan sama dengan 3%"
Begitulah permainan kecocokan yang di buat sendiri oleh Ela. Bermodalkan logika, bermodalkan media sosial, Ela berhasil mengambil kesimpulan dari permainan tersebut.
__ADS_1
Akhirnya Ela bisa tidur dengan nyenyak setelah mengetahui dirinya telah menemukan tempat yang tepat.
Tap ... tap .. tap ...
Ela menuju ke rancangan, merebahkan tubuhnya sembari memandangi boneka paus putih yang di pajang di balik lemari gantung transparan.
"Night Valdo."
...~•~ [ Rumah Valdo]~•~...
"Night to Ela," ucap Valdo memandang langit-langit kamarnya.
"Semoga kita bertemu di dalam mimpi," gumam Valdo sebelum terlelap masuk ke dalam alam bawahsadarnya.
...----------------...
"Apaan sih lo?!"
"Lo ini kenapa sih? Kenapa lo gak suka banget gua deket sama Valdo?! Kenapa?"
"Karena seharusnya yang ada di posisi ini gua buka orang aneh itu!"
'Hah? Ela debat sama siapa?' tanya Valdo.
"Orang aneh? Lo yang orang aneh! Gua kira lo temen gua, tapi ternyata lo musuh! terbesar gua, inget itu!"
"Kenapa? Kenapa gua musuh lo? Gua suka sama lo La, apa itu salah?!"
"SALAH! Yang seharusnya lo suka itu ... dan bukan gua!" ucap Ela begitu tegas.
Matanya berkaca-kaca, entah apa yang terjadi tapi Valdo tidak bisa menggapai tangan Ela bahkan melangkah saja rasanya sulit sekali.
'Apa ini mimpi?!' tanya Valdo.
"Hiks ... hiks ... hiks ... Yang gua mau buka lo! Tapi Valdo, Valdo!" ucap Ela sembari menangis.
Memukuli pria yang ada di depannya lalu terjatuh ke tanah sembari menangis sejadi-jadinya.
"Apa ini? Apa? Aku kenapa?" tanya Valdo bingung.
"Sekarang lo PERGI DAN GUA GAK MAU KETEMU SAMA LO LAGI, INGET ITU!"
"Gua minta maaf La, itu cuma ..." ucapan laki-laki itu langsung di pungkas oleh Ela.
"Apa? Cuma apa? GUA BILANG LO PERGI DARI SINI SEKARANG ATAU GUA PANGGIL SATPAM UNTUK GERET LO PERGI?!"
"O-oke, oke."
Laki-laki itu pun pergi meninggalkan Ela sendiri. Ela menopang tubuhnya sendiri untuk dapat berdiri dan berjalan sedikit terhuyung.
...----------------...
"Laa?"
"Elaaaa?!"
"Ya ampun, udah jam enam bukannya bangun malah mengigau!" ucap ibu Valdo sembari membuka hordeng.
Srek ...
"Valdo bangun! Ela udah jemput tuh di depan," ucap ibu agar sang anak cepat bangun dari tidurnya.
Bruk!
"Hah? Iya tah bu?"
"Ini jam berapa?" tanya Valdo langsung bangkit dari ranjangnya.
"Jam enam sayang, ayok sana mandi abis itu sarapan. Ibu udah buatkan kamu sarapan ya," ucap ibu keluar dari kamar sang anak.
"Huh ..."
"Yaampun mimpi apa tadi? Dan siapa laki-laki yang adu mulut sama Ela?" tanya Valdo heran sembari masuk ke toilet.
...~•~[Rumah Ela]~•~...
"Mah, pah, kak, aku berangkat ya!"
"Iya sayang, hati-hati ya."
"Mari kita jemput Valdo," ucap Ela yang sedang mengenakan helm.
Tin ... tin .. tin ... (Klakson mobil seseorang do depan rumah Ela)
__ADS_1
Bersambung ...