Letter To My Albino

Letter To My Albino
Pemicu


__ADS_3

...~•~●~•~...


Setelah sampai di rumah Tante Arista, Valdo dan Ela kemungkinan akan menginap di sini selama beberapa hari karena mereka akan berkeliling ke tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi.


Sampai akhirnya tante Arista mengajak Ela dan Valdo ke sebuah pantai baru yang cukup hits di kalangan anak muda.


Lettak pantainya dekat dengan pelabuhan hanya berjarak beberapa kilo dari pantai tersebut.


Tetapi Ella tidak memperbolehkan Valdo untuk terlalu lama berada di bawah matahari sehingga mereka menyewa sebuah pondokan untuk bersantai menikmati pantai.


"Kamu di sini aja ya Val. Aku temenin kamu," ucap Ela duduk di dalam pondokan sembari membawa mie instan cup.


"Ini." Ela memberikan mie tersebut.


"Kamu ini terlalu perhatian loh sama aku La sampak kamu sendiri gak perhatiin diri kamu." Valdo berdialog sembari mengaduk mie instan tersebut.


"Emang kenapa sih? Bukannya dari dulu aku emang kayak gini ya?" Ela bertanya kembali.


"Iya sih, kamu ini selalu jadi superhero setiap orang, sampai kamu lupa akan bahaya menimpah kamu."


"Hehehe gak apa-apa itu ma, asal aku berada di sisi kamu udah cukup."


"Kamu ini bisa aja buat orang bahagia." Valdo mengelus kepala Ela.


Mereka berdua menikmati mie instan bersama, sembari memandangi pemandangan pantai yang begitu bersih dan air lautnya begitu biru.


"Ehem ... ehem ..." Tante Arista datang bersama para asisten rumahnya.


"Eh tante, sini te aku udah sewa pondokan ini."


"Ya ampun kamu ini repot-repot. Padahal tante udah sewa 2 loh di samping kamu ini," ucap tante Arista.


"Namanya juga anak muda bu, mau ngobrol berdua mereka," sahut asistennya.


"Oh iya juga ya, yang muda yang bercinta hehehe, jangan aneh-aneh kalian. Tante tetep pantau loh dari sana," ucap tante Arista mengancam.


"Iya tan, aku mana berani aneh-aneh sebelum ngesah in wonder women ini," ucap Valdo ebari mencubiti pipi Ela.


"Hmmm sakit tau."


"Yaudah tante kesana ya, mau foto-foto. Kalau kalian mau ikutan boleh."


"Iya tante nanti kita nyusul."


Valdo dan Ela kembali menikmati makanan mereka, sembari mengobrol bersama dengan topik yang beragam.


"Kita disini sampe kapan?" Tanya Valdo.


"Kayaknya sih sampe sunset, biar kita bisa foto kayak orang-orang." Ela menjelaskan.


"Oh iya-iya boleh."


Ela dan Valdo bercerita tentang apa saja yang sedang mereka fikirkan, melihat tante Arista berfoto ria sembari memberi tahu Valdo tentang para asisten tante Arista.


Ela juga memberi tahu pengalamannya selama tinggal di tempat ini 3 tahun lamanya.


Valdo begitu exaited saat mendengar Ela bercerita bahkan tatapan Valdo begitu dalam ke Ela membuatnya semakin tepana akan manisnya wanita yang ada di hadapannya.


Di tempat lain.


"Itu Ela?" Tanya seseorang saat sampai di parkiran laut.


"Akhirnya ketemu juga," Lanjutnya lagi.


Orang tersebut langsung menepikan motornya dan berjalan pelan melangkah ke arah Ela berada.


"Pasti, dimana ada Ela, pasti disitu ada Valdo," gumamnya.


Langkah demi langkah maju kedepan hingga akhirnya Ela berdiri seperti ingin pergi ke suatu tempat.

__ADS_1


...~•~●~•~...


Tempat Ela berada.


"Val aku ke toilet dulu ya."


"Mau aku jagain gak?" Tanya Valdo sembari tersenyum.


"Ih! Gak, gak usah."


"Yaudah hati-hati."


"Iya-Iya kan pemilik hati ada disini," gombal Ela ke Valdo.


"Haih ya ampun kamu ini masih sempet ngegombal malah," ucap Valdo tersenyum sembari menggelengkan kepala.


Ela pun langsung berlari ke arah toilet berada dan di kesempatan seperti ini lah seseorang tadi memanfaatkan waktu.


Melangkah maju secara perlahan hingga akhirnya ia berdiri tepat di samping Valdo.


Valdo dan orang itu saling bertatapan. Kening Valdo mengerut bertanda tidak suka akan kehadiran orang ini.


"Eh? Valdo, lo disini juga?" Tanya orang itu basa-basi.


"Iya."


"Biasanya ada Valdo pasti ada Ela. Mana Ela?" Tanya orang itu lagi.


"Lagi di toilet, kenapa?"


"Gua cuma mau bersaing sama lo secara adil Val. Kalo gua menang Ela, gua bakal ngelamar Ela dan kalo gua kalah gua bakal ngejauh dari segala hal yang berhubungan dengan Ela."


"Gimana?" Tawar orang itu diiringi senyum tersunging.


"Boleh! Apa itu?" Valdo menerima tawaran mentah-mentah tanpa tau apa seberapa rencana yang akan di lakukan orang itu.


"Jadi?" Tanya Valdo singkat.


"Gua tantang lo berenang sekarang!"


Deg!


"Di mulai dari jembatan cokelat itu sampai ke perbatasan gimana?"


Valdo sedikit ragu karena cuaca hari ini sangat terik. Jika ia memaksa berenang sama saja ia menyiksa dirinya sendiri.


Tapi bagaimana dengan perjanjian awal tadi?


Valdo masih berfikir bagaimana cara mencegah perlombaan itu sampai akhirnya Ela datang tepat waktu.


"Sudah!"


Deg! (Ela melihat seseorang yang berada di samping Valdo.


"Ngapain lo?" Tanya Ela singut.


"Liburanlah gua."


"Liburan? Yakin lo?" Tanya Ela lagi.


"Iya lah, kenapa sih La? Kayaknya gak suka banget kalo gua ada disini."


"Bukan gak suka tapi gua gak mau liat muka lo."


Ela pun langsung menarik tangan Valdo ke pondokan tempat tante Arista. Ela meminta bantuan ke salah satu asisten tante Arista untuk menyiapkan makan siang.


'Dia bener-bener beruntung, tapi seharusnya itu gua bukan lo!' Batin orang itu.


Ela tidak tinggal diam, karena Ela tau ada maksud tujuan orang itu mendekati Valdo. 'Ada yang mencurigakan dari orang itu,' batin Ela menatap langkahnya pergi.

__ADS_1


Setelah makan bersama-sama .... maksudnya makan berdua, Ela dan Valdo berjalan-jalan mengelilingi pantai ini karena cuaca sudah mulai redup.


Tap ... tap ... tap ...


"Ih bagus banget ya!"


"Iya pantainya bersih banget, terus putih lagi."


"Karena masih baru Val, coba kalo udah lama. Pasti sampah semua isinya."


"Iya ya bener itu."


"Oh iya, Liat geh!" Ela tiba-tiba berjongkok, mengambil pasir lalu menarik tangan Valdo untuk berjongkok juga.


"Val, liat geh!"


"Apa? Ada yang aneh tah sama pasirnya?" Tanya Valdo.


"Iya!" Ela mentap serius pasir di tangannya.


"Apa?"


"Pasirnya putih banget kayak kamu hehehehe."


"Dasar, kirain apa."


"Hehehe kan biar ada obrolan gitu."


"Iya-Iya basing kamu lah sayang."


Ela merasa tenang selama berjalan-jalan tetapi hatinya gelisah sekali entah mengapa.


'Kenapa sih? Kok gua aneh banget?! Satu sisi gua ngerasa tenang satu sisi hati gua gelisah! Apa yang bakal terjadi?' Batin Ela menebak-nebak.


Hingga akhirnya di pertengahan jam siang menuju petang, perlombaan itu pun di mulai tanpa adanya Ela.


"Gimana? Lo udah siap?" Tanya orang itu.


"Saya selalu siap dan akan siap."


"Bagus!"


"Hitungan ketiga kita mulai. Satu, dua, tiga!"


Byur!


Bersambung...


_______________________________


Sedikit info.


Kalau gak salah kemarin saya akan membuat eps kurang lebih 90 eps tapi udah kelebihan ternyata. Tapi-tapi .....


Aku punya sedikit info kalau sebentar lagi Latter to My Albino akan menuju End!


Mohon bantuannya ya minnasan.


Dan jang lupa komen-komen, serta beri masukannya.


_______________________________


Q¹ : Orang itu? siapakah dia?


Q² : Apa yang terjadi setelah perlombaan ilegal itu?


Q³ : Apakah akan ada sesuatu yang terjadi lagi?


_______________________________

__ADS_1


__ADS_2