Letter To My Albino

Letter To My Albino
Pameran Seni


__ADS_3

...~•~●~•~...


Seminggu sudah keluarga Ela pergi ke tempat asal Gea dan selama seminggu itulah Ela tinggal hanya sendiri di rumah.


Tapi Ela kadang mengundang Ryca untuk menginap dan mengundang Cila untuk menemaninya.


Jika di kampus pasti selalu bersama Valdo entah itu dari berangkat hingga malam hari.


Hiks ... hiks ... hiks ....


"Aku gak bisa selesain ini, Valdo ini susah tau! mana deadline sebentar lagi!" Keluh Ela sembari menangis.


"Bisa-bisa, ayok kita selesain bareng-bareng! Kita pasti bisa kok," ucap Valdo menyemangati Ela.


"Enggak bisa, hiks ... hiks ... susah tau!" Keluh Ela walau masih mengerjakan tugasnya.


"Ayok semangat, kita bisa beresin ini pas sampe waktunya kok," ucap Valdo menyemangati Ela.


Hiks ... hiks ... hiks ....


Dan begitu seterusnya hingga deadline tugas selesai. Bahkan Ela dan Valdo sudah selesai 3 lebih dulu sebelum deadline pengumpulan.


...~•~●~•~...


Ela mengajak kakak, mamah, dan papahnya untuk mengunjungi pameran seni yang di selenggarakan fakultas DKV.


"Bisakan kita ngerjain semuanya pas sesuai dengan waktu." Valdo merangkul Ela.


"Hehehe iya, tapi ngeluh itu perlu tau biar tugasnya cepet selesai."


"Iya kamu itu, ngeluh terus tapi selesai. Makasih ya bantuannya." Valdo tersenyum memandang Ela.


...~•~●~•~...


"Wah bagus-bagus ya pah!" Ucap mamah Nia.


"Iya bagus, mana punya si Rain sama Valdo?" Tanya Papah Roy.


"Itu di sana," tunjuk kak Anir.


Mereka bertiga menuju ke kreasi Ela dan Valdo. Banyak dari orang-orang yang kagum melihat hasil karya mereka.


"Apa ini?" Tanya pengunjung yang datang melihat kreasi mereka berdua.


"1.000 Gelombang korek api." Valdo menjelaskan apa makna yang ada di dalam kreasi mereka.


"Wah, keren ya."


"Wah aestetik banget ya!"


Kekaguman dari pengunjung yang datang pun terdengar jelas. Bahkan mahasiswa-mahasiswi di kampus ini juga banyak yang berdatangan.


Ryca, Bimo, Anton dan Pian pun datang untuk melihat pameran seni ini. Berfoto-foto dan tidak lupa membuat sebuah video cinematik disana.


"Gila bangga gua sama lo Val," ucap Bimo sembari menepuk pundak Valdo.


"Hehehe makasih Mo, makasih Ca."


"Ihhh kawai banget tau gak sih buatan kalian," ucap Ryca begitu takjub.


"BTW baju kalian couple nih yee!" Ledek Ryca.


"Hehehehe." Ela hanya tersenyum saja dan sedikit malu-malu.


"Iya, ini asli buatan Ela dan gambarannya pun Ela sendiri yang buat. Dari tokoh dari komiknya di tuang ke atas kain katun," jelas Valdo merangkul pundak Ela kembali.


Ela hanya tersenyum malu-malu mendengar pujian dari Valdo. Begitupun dengan Valdo tersenyum bahagia saat bersama Ela.

__ADS_1


"Kalian gak mau foto apa?" Tanya Bimo.


"Mau, tapi tadi udah foto kok." Ela menjawab.


"Sini kita berdua fotoin lagi." Bimo langsung mengeluarkan handphone nya dan Ryca mengatur posisi Ela dan Valdo.


"Satu ... dua ... tiga ..."


Ckrik ...


"Lagi geh, lagi geh."


"Satu ... dua ... tiga ...."


Di tempat yang sama.


Mata tidak suka menyorot ke arah mereka berdua dengan tatapan tajam, sembari mengepalkan tangan.


'Sebenarnya Bimo ini gimana sih?' Batin orang yang sedang memperhatikan mereka berempat.


'Andai gua yang di posisi itu! Tapi memang seharusnya gua yang ada di posisi itu!' Batin orang ini lagi.


Di tempat kak Anir, mamah Nia dan papa Roy berada.


Puk ...


"Assalamualaikum!" ucap Pian menghampiri sahabatnya.


"Waalaikumsalam!" Jawab mereka.


"Aih Pian apa kabar?" Tanya mamah.


"Alhamdulillah baik mah." Pian bersalaman dengan kedua orang tua Ela.


"Udah lama ya kita gak liat kamu Yan!" Ucap papah.


"Iya Mah, bener," jawab Pian tersenyum.


"Saya bolehkan bawa Anir pergi sebentarkan mah, Pah?" Tanya Pian lagi.


"Boleh-boleh, jangan lama ya tapi. Anir bentar lagi mau nikah loh!" Ucap mamah Nia bernada meledek.


"Wah kapan nih?" Tanya Pian.


"Ada deh," jawab Kak Anir langsung menarik lengan Pian.


Kak Anir dan Pian pun pergi ke arah dekat Ela berada. Berhenti di salah satu patung buatan anak-anak DKV lain sembari berbisik ke Kak Anir.


"Mau kemana sih?" Tanya kak Anir.


"Shttt, liat tuh cowo yang ada di samping Ela." Pian menunjuk kecil.


"Valdo? Gua kenal itu," jawab kak Anir santai.


"Bukan! Cowo yang pake kemeja biru itu!" Tujuk Pian lagi.


"Anton?" Tanya kak Anir.


"Lo tau?" Tanya Pian balik.


"Tau, itu temen Ela SMP."


"Oh," ucap Pian sedikit terkecoh dengan pikirannya.


"Emang kenapa?" Tanya kak Anir mulai curiga.


"Gua curiga dia bakal ngelakuin sesuatu yang fatal ke hubungan adek lo," jelas Pian.

__ADS_1


"Maksudnya?" Tanya kak Anir mengerutkan dahinya.


Pian pun menjelaskan sesuatu ke kak Anir secara rinci dan detail. Walau sedikit tidak percaya dengan ucapan sahabatnya itu tetapi ....


"Lo bilang ke Ela, hati-hati." Pian mengingatkan.


"Iya-iya."


...~•~●~•~...


Tempat lima sekawan ini berada.


"Udah yuk kantin, gua laper banget nih." Bimo memegangi perutnya.


"Alay banget sih lo Mo!" ucap Ela menepuk lengan Bimo.


"Hehehe, ayoklah kantin kita!" Ajak Bimo.


"Iya ayok, ayok." Ryca setuju.


"Kita belum bisa, karena masih harus di sini sampai selesai. kalian duluan aja," ucap Ela menolak.


"Oh gitu, yaudah deh. Nanti kita tunggu di gazebo ya!"


"Oke siap," jawab kompak Ela dan Valdo.


Pameran seni pun selesai pukul 14.00 dan setelahnya mereka melakukan penilaian. Karya Ela dan Valdo mendapatkan nilai cukup sempurna.


Proses memang tidak menghianati hasil, setelah menangis-nasing selama hampir 2 minggu lebih demi tugas ini akhirnya terpuaskan oleh nilai dan juga para pengunjung yang menyukai ini.


"Alhamdulillah, proses gak bakal menghianati hasil kan," ucap Valdo.


"Iya bener kamu Val," jawab Ela dengan tersenyum manis.


"Yaudah ayok kita ke Gazebo, kumpul sama mereka."


"Iya boleh."


...----------------...


'Gimana caranya ngejauhin mereka berdua?' Batin orang yang selalu mengintai mereka berdua.


'Gua pasti bakal ambil apa yang gua mau, jadi tunggu aja!' batin orang itu merencanakan sesuatu.


Gazebo.


"Maaf ya lama." Ela menyapa mereka.


"Iya sih gak apa-apa, jadi gimana? Apa hasil nilainya?" tanya Ryca.


"Alhamdulillah bagus dong," ucap Valdo.


"Hmm, makan-makan nih," kode Bimo memegangi perutnya lagi.


"Makan mulu lo ini Mo!" cetus Ela.


"Tau kamu ini Mo makan mulu ih!" Ryca ikut menimpali.


"Ya ampun kalian berdua jahat banget gak bela gua! Valdo bela gua geh, masa iya gua gak boleh makan?" pinta Bimo.


"Ih jijik sih Mo, udah lah ayok kita ke Rain's Cafe aja, ada menu baru tau disana," ajak Ela ke Cafenya.


"Nah gini nih gua suka, ayoklah!" Bimo bersemangat.


Seperti biasa mereka berangkat beriiringan ke Rain's Cafe. Ela bersama Valdo, Bimo bersama Ryca dan Anton membawa mobilnya sendiri mengikuti mereka berempat.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2