
...----------------...
Malam pun tiba.
Ela mengantarkan Valdo ke rumahnya menggunakan kendaraan Valdo dan Ela menunggu sebentar di rumah Valdo sampai kak Anir datang.
Ela juga sempat mengobrol bersama ibu Valdo walaupun hanya sebentar dan setelah kak Anir datang, Ela berpamitan untuk pulang kerumah.
"Hati-hati ya nak Ela."
"Iya bu, aku pulang ya bye."
Blam!
"Itu siapa?" tanya Kak Anir.
"Itu ibunya Valdo."
"Oalah itu ibunya!"
"Iya ibu angkatnya Valdo. Kalau ibu aslinya sudah meninggal."
"Oh gitu."
"Setau kakak, orang-orang kayak Valdo itu gak bisa bawa kendaraan deh, soalnyakan jarak pandang dia terbatas. Apa lagi kalau dia pakai kacamata, agak susah walau sudah terbantu," ucap kak Anir.
"Iya aku tau, aku juga pernah nanya ke Valdo. Tapi kata Valdo kalau hanya jarak dari rumah kita ke rumah dia, Valdo masih bisa soalnya jalan tempat kita sepi dan gak terlalu banyak kendaraan lewat."
"Terus juga jalan dari tempat kita ke rumah Valdo kan gampang di hafal tuh," lanjut ucapan Ela.
"Iya sih bener, tapi waktu pas Valdo kena musibah itu, dia bisa bawa kendaraan malem-malem?" tanya kak Anir.
"Itu sih dia aja yang nekat. Padahal dari kampus sampe ke rumah aku yang selalu bawa."
"Kamu gak ...?"
"Apa? Kok gantung, kalo mau nanya ya nanya aja kak."
"Enggak jadi La."
Ela sebenarnya tau ada yang ingin kak Anir katakan. Hanya saja dia takut menyinggung perasaan Ela yang sedang di mabuk asmara.
...----------------...
Sesampainya dirumah, Ela langsung membersihkan diri dan setelahnya ia duduk di meja belajar sembari mengeluarkan buku diary.
'Akan aku tulis kembali kisahku bersamamu, di tempat yang sama seperti dulu.' Ela mengungkapkan perasaannya di dalam hati.
..._______________________________...
Senin, 7 September.
Sebenarnya kisah ini hanya pengulangan saja, tapi apa kau tau? Ada yang baru dalam hubunganku.
Apa itu?
Aku mengaku kalau aku menyukainya Valdo, temanku, teman masa kecilku dan dia adalah suport systemku.
Perilaku dan pembawaannya yang begitu lembut membuat aku terpanah. Jarang bukan ada laki-laki yang bersikap lembut seperti itu.
Aku menyukainya dan kami pun sudah punya hubungan baru, walau status kami tidak berpacaran tetapi dia milikku dan aku miliknya.
Dear diary.
Kisah yang sulit ini membuat aku sadar akan rasanya kehilangan dan rasanya merindukan. Aku berjanji akan menjaga, melindungi apapun yang ingin aku lindungi.
Termasuk orang tuaku, kakakku, dan juga orang yang aku cintai Valdo.
__ADS_1
Aku tak ingin lagi menulis di selembar kertas agar tidak terbawa angin. Aku hanya akan menulis di buku ini lagi, supaya aku bisa mengulang kisah dulu saat aku berada di masa depan nanti.
Harapan terbesarku adalah aku bisa bahagia selamanya bersama orangnya yang aku cintai. Hanya itu dan tidak lebih.
"I wish you stay in my heart, to together a forever."
Salam hangat dari ku,
Rain, hujan yang terus ada di sampingmu.
..._______________________________...
Begitulah pengungkapan Ela dalam buku diary. Kisah yang selalu ia harapkan, kisah yang selalu ingin ia gambarkan di atas sebuah kertas dan kisah yang ingin selalu ia ciptakan.
Ela tersenyum-senyum kala melihat buku dan tulisannya, kali ini Ela benar-benar di mabuk asmara.
Seperti anak-anak remaja di sekolah menengah atas, bahkan bisa di bilang mereka berdua saling di mabuk asmara.
Ting! (Notifikasi hp Ela muncul.)
Membuyarkan senyumannya dan juga hayalan yang sedang menari di atas kepalanya.
"Hmmmm ya ampun Valdo lagi, haduh ... haduh ...." ucap Ela heboh saat di kamar.
POV chat.
"Sudah sampe?"
^^^"Udah kok, ini juga baru selesai bersih-bersih. "^^^
"Bagus deh, besok aku jemput lagi ya!"
^^^"Gak! Gak usah, aku aja nanti yang kerumah kamu."^^^
"Ih tapi La masa cewe yang jemput."
"Ya gak salah sih tapi kan gak enak aja gitu."
^^^"Udah sttt gak usah dengerin kata orang. Kalo aku mau jemput kamu ya kenapa emang masalah sama mereka?"^^^
"Iya udah deh iya, nanti aku tunggu kami."
^^^"Nah gitu dong bagus."^^^
Bahkan semalam mereka mengobrol melalui chat pribadi. Bahkan rasa lapar pun hilang kala bersama orang yang kita suka.
Bukan-bukan.
Maksudnya, rasa lapar akan hilang jika seseorang terlalu dimabuk asmara seperti Ela dan valdo.
...~•~[ Ruang makan rumah Ela]~•~...
Tek ....
"Si Rain gak makan?" tanya mamah Nia.
"Entahlah, mungkin udah makan kali mah."
"Oalah. Oh iya besok papah mau ke kantor kamu boleh kan?" tanya mamah Nia.
"Boleh, dateng aja. Kalau mamah mau dateng juga dateng aja gak apa-apa. "
"Yaudah nanti mamah kasih tau papah ya."
...~•~[ Kembali ke kamar Ela ]~•~...
Tepat pukul 23.30.
__ADS_1
Ela masih membalas chat dari Valdo begitupun sebaliknya.
"La kamu tahu gak? Tadi ada anak kecil ngeliatin aku tau, ngeliatinnya mana dari atas kebwah, dari bawah ke atas."
^^^"Hah? Dimana?" tanya Ela.^^^
"Pas aku ke warung tadi."
"Anak kecil takut sama aku ternyata :v"
^^^"Ih ya ampun, di tuh bukan takut loh Val. Dia cuma penasaran aja karena kamu terlalu putih kayak bule hehehe."^^^
"Iya mungkin ya."
^^^"Udah jangan minder, jadi kayak Valdo atau Ado yang aku kenal ya."^^^
"Iya makasih ya La."
^^^"Hehehe sama-sama Valdo."^^^
"Kamu gak mau istirahat tah? Besok kita berangkat pagi loh."
^^^"Gak pagi-pagi bener tapi Do."^^^
"Iya, sih."
^^^"Ini udah lumayan ngantuk sih."^^^
"Yaudah tidur sana."
^^^"Iya, selamat malam Valdo."^^^
"Selamat malam juga bidadari ku."
POV chat selesai.
Deg ... deg ... deg ... deg ....
"Woy lah Rivaldo! Jangan buat jantung gua melayang dong," gumam Ela sembari memeluk boneka paus putih.
"Hmmmmm, jadi gak ngantuk gini kan!" ucap Ela seperti berbisik.
...~•~[ Rumah Valdo]~•~...
"Ya ampun Ela kamu gemes banget sih," ucap Valdo tersenyum-senyum sendiri.
"Good night my angel!" ucap Valdo sembari menatap langit.
"Besok buatin Ela bekel lah, siapa tau dia suka."
Dan rencana yang sama pun terucap dari mulut Ela. "Besok buatin bekel untuk Valdo lah siapa tau dia suka Heheheh."
Malam yang indah bukan? Rasa-rasanya malam hari ini hanya milik mereka berdua.
Untung saja keromatisan dari Valdo belum terlalu nampak, jika di publik. Tetapi jika mereka hanya berdua Valdo sangat-sangat romantis.
"Aku milikmu dan kamu milikku," ucapan kompak dari mereka berdua sebelum tidur.
Di tempat lain di waktu yang bersamaan.
'Kenapa harus dia yang jadi pacar Ela?'
'Kenapa bukan gua? Apa karena gua gak ada effort deketin dia?'
'Apa benar pepatah itu nyata?' Batin seseorang saat duduk di balkon sembari memandang nastabala.
Bersambung ...
__ADS_1