
...~•~[Rumah Ela]~•~...
"Mah, pah, kak, aku berangkat ya!"
"Iya sayang, hati-hati ya."
"Mari kita jemput Valdo," ucap Ela yang sedang mengenakan helm.
Tin ... tin .. tin ... (Klakson mobil seseorang do depan rumah Ela)
"Siapa sih?" tanya Ela keluar dari gerbang sembari membawa motornya.
"Pagi Ela, berangkat bareng yuk ke kampus," ajak teman Ela.
"Gak makasih, gua udah ada janji."
"Kali ini aja."
"Enggak! Gua udah ada janji, udah ya gua takut telat bye." Ela langsung menaikkan gas motornya dan meninggalkan orang itu di depan rumahnya.
'Apaan sih? Kok dia jadi kek gitu sekarang? Apa cuma perasaan gua aja ya?' tanya Ela.
Tapi Ela memiliki feeling kalau laki-laki itu masih mengitunya sampai akhirnya Ela memiliki satu ide bagus.
Ela tau benar lokasi disini, jadi ia tau selah untuk menghindari kendaraan yang sedang mengejarnya, apalagi itu kendaraan mobil.
Ela menaikkan kecepatan motornya dan menarik rem saat masuk ke garasi milik warga sekitar. Untunglah ada sang pemilik rumah jadi Ela tidak perlu khawatir.
Tetapi pemilik rumah hanya bisa terpelanga kala Ela sedikit melakukan atraksi sampai garasinya.
"Kunaon teh?" tanya bapak itu.
"Sttt, numpang sebentar ya bapak."
"Ada yang ngejer ya?"
Ela menjawab pertanyaan bapak tersebut dengan anggukan saja. Setelah mobil orang itu lewat dan dirasa sudah cukup jauh, Ela langsung menuju rumah Valdo.
Meminta maaf ke bapak pemilik garasi dan berterima kasih tidak lupa, kemudian Ela melajukan kendaraannya kembali.
"Alhamdulillah, " gumam Ela.
5 menit kemudian.
Sampaikan Ela di depan rumah Valdo. Valdo sudah siap, bahkan menunggu sang ke kasih tepat di teras.
"Maaf ya aku telat," ucap Ela memberikan senyuman manis.
"Iya gak apa-apa kok."
"Udah mau berangkat ya?" tanya ibu Valdo.
"Iya bu," ucap kompak dua sejoli ini.
"Oke, tunggu sebentar ya."
Ela memberikan kode ke Valdo, "Apa?" dan Valdo hanya menaikkan pundaknya saja dengan kedua tangan.
Tidak lama kemudian, ibu Valdo datang dan memberikan totebag ke Valdo. Tapi Valdo dan Ela tidak mengetahui apa isinya.
"Yaudah aku berangkat ya bu," pamit Valdo dan begitu pun dengan Ela.
Selama di perjalanan, Ela dan Valdo bercerita banyak bahkan Valdo hari ini memakai topi yang Ela buat senada dengan pakaiannya.
"Ela?" Panggil Valdo.
"Iya?"
__ADS_1
"Kapan-kapan kita beli baju couple yuk!" Ajak Valdo agak sedikit ragu dengan ucapannya.
"Boleh yuk! Kapan?" tanya Ela lagi.
"Nanti, kita nabung dulu gimana? Terus kita cari desain yang gak orang punya, jadi cuma kita sendiri yang punya," ucap Valdo memberikan ide.
Di belakang kendaraan mereka.
"Huh ... gua selalu dapat apa yang gua mau! Tapi kenapa? Kenapa kali ini gua kalah sama orang yang jelas-jelas kurang?!" ucap orang yang sedang mengikuti kendaraan Ela.
'Kayaknya ada mobil di belakang gua deh! Dan kayaknya ngikutin gua!' Batin Ela sedikit kesal.
Ela memberikan kode ke Valdo untuk berpegangan dan Ela pun menaikkan gas motornya hingga menjauh dari mobil itu.
"Gila! Ela ini bener-bener kalo bawa kendaraan gak inget nyawa!" umpat laki-laki yang sedang mengikutinya.
'Baguslah mobil itu akhirnya menjauh juga!' Batin Ela.
Sesampainya di kampus.
"E ... La! Kamu ... udah ... kayak ... pem-balap aja!" ucap Valdo sedikit pusing.
"Hehehehe, sorry ya Valdo."
"Huek!"
"Hehehehe baru kali ini liat Valdo mabok kendaraan, " gumam Ela hanya bisa menyengir saja.
Tiba-tiba Bimo dan Ryca datang menghampiri sembari bertanya-tanya.
"Ngapa si Valdo?" Tanya Bimo.
"Mabok hehehe," ucap Ela sembari mengaruk-garuk kepalanya walau tidak gatal.
"Ya ampun Ela, kamu pasti bawa motornya ngebut banget yak!"
"Hmmm pantes, spek Valentino Rosi emang gak cocok sama garong putih," ledek Bimo.
"Garong putih maksudnya?" ucap Valdo sudah kembali normal.
"E-eh hahaha enggak, bukan apa-apa kok."
"Yaudah ayok kita ke Gazebo."
Mereka berempat pun jalan menuju Gazebo. Tapi entah siapa yang berani menduduki Gazebo sepagi ini.
Gaya yang sedikit sok diiringi cup kopi di depannya, sembari mengobrol dengan teman lainnya.
Puk!
Bimo menepuk pundak yang laki-laki yang sedang duduk memunggungi mereka berempat.
"Ngapain disini?" Tanya Bimo.
"Eh? Kalian udah dateng toh." Pian berdiri.
"Oh elo Yan! Gua kira siapa!" ucap Bimo agak sedikit malu.
"Siapa?" tanya Ryca.
"Anak pindahan," ucap Pian lalu pergi meninggalkan mereka.
"Pindahan dari mana?" Tanya Ryca.
"Kalian gak kenal?" tanya laki-laki itu.
"Hah?" Ucapan kompak mereka berempat.
__ADS_1
Wajah mereka sama-sama mengkerut, bertanya-tanya dalam hati sembari membatin, "sok amat sih!"
Laki-laki itu pun melepaskan kecamatan dan ternyata, Anton. Anton sengaja pindah ke Bandung dan pindah ke kampus yang sama dengan mereka.
Anton juga memberikan alasan yang masuk akal mengapa ia pindah ke kota ini dan mengapa juga ia mengambil kampus ini.
Perkumpulan SMP pun kembali terbentuk, walau Ela menaruh sedikit curiga ke Anton.
'Harus hati-hati, dia bukan lagi Anton SMP yang gua kenal.' Ela membatin.
Dan tidak lama mereka berbincang disini, kelas pun dimulai. Semua mahasiswa-mahasiswi masuk ke kelas dan fakultas masing-masing.
Di kelas Desain Komunikasi Visual.
"Jadi sudah sampai mana proses karya kalian masing-masing?" tanya dosen.
Deg!
Ela lupa dengan karya yang harus ia buat karena sebentar lagi pentas seni akan dimulai. Tidak sekarang tetapi beberapa minggu lagi.
"Do gimana?" Bisik Ela.
"Udah tenang aja, aku udah ada ide."
"Hehehe alhamdulillah bagus deh."
Dosen pun menunjuk Valdo untuk menjelaskan apa karya yang akan dia buat. Valdo sudah merancang desainnya di tablet canggih miliknya.
Valdo menjelaskan dengan lantang tanpa ada kata yang tersendat bahkan Valdo pun bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dari dosen.
"Baiklah, akan saya tunggu karya kalian berdua," ucap dosen itu. Membuat hati Ela sedikit bergetar karena ia sedikit lupa dengan tugasnya.
"Kok kamu gak ingetin aku sih Do?" tanya Ela.
"Aku gak mau ganggu kamu, kan semalem kamu lagi buat sketsa komik kamu. Jadi ya aku selesaikan sendiri aja."
"Ih Valdo kamu baik banget, " ucap Ela bernada manja.
Valdo hanya tertawa akan tingkah Ela seperti itu, bahkan Valdo tidak merasa terganggu sama sekali.
"Habis kelas kita makan bekel di taman kampus yuk," ajak Ela.
"Boleh." Valdo pun menuruti ajakan Ela.
...~•~●~•~...
Kelas pun selesai.
Valdo dan Ela segera bergegas ke taman kampus. Sudut mata pun memperhatikan gerak-gerik mereka berdua.
"Kan gua kalah langkah lagi!" gumamnya.
...~•~[ Taman Kampus]~•~...
"Aku heran kenapa si anton pindah ke sini?!" Ucap Ela tiba-tiba.
"Kok gitu, emang kenapa?" tanya Valdo.
"Enggak kenapa-kenapa tapi aku heran aja. Oh iya, apa yang di bawain ibu kamu?" tanya Ela baru saja teringat.
"Bekal untuk kita berdua."
"Awh! Ya ampun ibu kamu baik banget deh, sama kayak kamu," ucap Ela langsung mengambil bekal dari tangan Valdo.
'Anton ya? Apa dia juga orang yang sama di ...' batin Valdo menebak.
Bersambung ....
__ADS_1