Letter To My Albino

Letter To My Albino
Dunia Kerja


__ADS_3

...~•~●~•~...


Keesokan harinya.


Valdo menjemput Ela agar mereka bisa masuk kantor bersamaan, mengerjakan tugas bersama, makan bersama lalu pulang pun bersama.


Di tengah perjalanan menuju kantor, mereka mendapati sebuah insiden kecil yaitu motor Valdo mogok karena kehabisan bensin.


Ela dan Valdo hanya bertatapan saja saat motornya kehabisan bensin lalu tertawa bersama sambil mendorong motor kesayangan Valdo.


Baru saja mereka berjalan sejauh 200 meter, tiba-tiba klakson mobil yang tidak asing terdengar jelas.


Tin ... tin ... tin ...


"Hah?" Ela dan Valdo menoleh ke arah mobil tersebut.


"Kenapa?" Tanya Anton.


"Biasalah mogok," jawab Ela santai.


"Mogok kenapa?" Tanya Anton lagi.


"Abis bensin," jawab Valdo.


"Kalian mau kemana emang?" Tanya Anton lagi, lagi dan lagi.


'Orang ini mancing banget sih?!' Batin Valdo.


'Ih Anton ini nanya mulu!' Batin Ela.


"Kerjalah," Jawab Ela.


"Udah telat loh ini? Gak mau bareng gua aja apa?" Tawar Anton.


"Enggak makasih, kita beda arah." Ela menolak langsung.


"Yakin? Udah jam segini loh!"


"Yakin, lagian juga pompa bensin bentar lagi sampe tuh ada plangnya," tunjuk Ela.


"Oh, yaudah kalo gitu gua duluan ya."


"Iya hati-hati," Ela menjawab basa-basi.


Perjalanan pun di lanjutkan. Valdo mendorong motornya sedangkan Ela memayungi tubuh Valdo agar panas matahari tidak menyengat ke tubuhnya.


"Kenapa kamu gak mau ikut Anton?" Tanya Valdo.


"Untuk apa?" Tanya Ela.


"Ya kamu kalo kayak gini kepanasan sama aku, terus juga kamu bakal terlambat masuk kerja."


"Val, kita ini kerja di tempat yang sama. Kalo kamu telat aku juga telat, kalo kamu kesusahan aku bantu kamu," Jawab Ela membuat Valdo tertegun.


"Jadi mau gimana kondisi kamu sekarang, selagi kita bersama aku its oke." Ela melanjutkan pembicaraannya lagi.


"Hehehe makasih ya Ela sayang."


'Hmm? Apa? Sayang? Hmmmm astagaaaa gue salting woy!' Batin Ela walau masih fokus dengan jalan.


...~•~●~•~...

__ADS_1


Setelah mengisi bensin dan kendaraan pun sudah menyala, Ela dan Valdo pergi menuju kantor.


Perjalanan pun memakan waktu 15 menit dan mereka berdua sudah terlambat 5 menit yang lalu.


Tap ... tap ... tap ....


Ela dan Valdo berlari ke gedung kantor, meminta maaf ke kepala staf karena saat di perjalanan mereka sedikit ada insiden.


Untunglah mereka hari ini selamat karena mereka selama ini kerja dengan bagus dan tepat waktu.


_______________________________


Sekilas info.


Ela dan Valdo sudah di terima kerja jauh sebelum mereka wisuda. Pekerjaan yang mereka lakukan sangat baik dan para atasan mereka menyukai kerja Ela dan Valdo.


_______________________________


"Huh ... untung aja kita masih selamat kali ini Val," ucap Ela saat menaiki tangga.


"Iya bener, alhamdulillah. "


Ela dan Valdo memasuki ruang kantor, menyalakan komputer masing-masing sembari melihat tugas apa aja yang harus di selesaikan kali ini.


Srek ... srek ... (membalik kertas)


'Yang ini bukannya udah ya?' Batin Ela.


"Val, coba tolong liat buku jurnal kamu, kamu udah yang ini belum?" Tanya Ela ke Valdo yang berada di depan mejanya.


Sembari menunjukan buku jurnal milik Ela serta halaman yang Ela maksud.


"Udah kok, ini aku kirim," ucap Valdo mengirim konsep gambar yang di maksud Ela melalui email.


"Udah, makasih ya." Pekerjaan mereka pun di mulai.


Kembali menggambar sketsa, membuat warna pada konsep gambar serta mengatur teks yang cocok.


...~•~●~•~...


Tepat pukul 11.30 WIB.


Ela di panggil oleh kepala staf, tapi Ela tidak tahu mengapa dirinya di panggil. Ela langsung menemui kepala staf tersebut di ruang meeting.


Cklek.


"Permisi," sapa Ela saat hendak masuk.


"Masuk, masuk."


"Maaf pak, ada apa ya sebelumnya?"


"Duduk dulu, duduk dulu."


Ela menarik kursi yang bersemangat dengan kepala staf tersebut dengan raut wajah panik, bingung dan sedikit cemas.


"Kami akan melakukan projek baru bertema kekasih unik. Kalau melihat dari hasil skill kuliah kamu kamu yang cocok ngambil projek baru ini."


"Maksudnya pak? Saya belum terlalu faham."


"Gini loh nak Ela, kamu pinter buat komik. Bahkan kamu sama Rivaldo bisa duet untuk buat projek ini."

__ADS_1


"Nah sekarang bapak mau menugasi kamu untuk mengambil projek ini, karena bapak yakin kamu mampu ngambil projek terbaru ini."


"Maaf pak, bukan saya menolak tapi saya sedang ada projek colab bersama Valdo pak." Ela menjelaskan.


"Iya tidak apa, nanti bisa saya alihkan ketemuan kerjamu yang lain."


"Tapi pak-"


"Udah kamu tenang aja, tugas yang sekarang ini akan bapak alihkan ke teman kamu dan kamu memiliki tugas baru untuk membuat karya bertema kekasih unik."


"Iya pak baik, terimakasih. "


Ela pun kembali ke kantor sembari melihat isi map tersebut, lembar demi lembar Ela baca dengan teliti dan Ela sedikit terkejut karena bab yang di minta cukup banyak.


'Ini individu? Hah? Emang gua bisa buat ini semua dalam waktu 7 bulan aja?' Batin Ela.


Ela memikirkan tentang tema dari projek ini. Ela belum tau akan membuat apa dan bagaimana alur ceritanya.


Sampai jam istirahat datang pun Ela masih fokus menatap map di mejanya tersebut.


Puk ...


"La ayok kita istirahat dulu." Valdo mengajak Ela untuk makan siang di kantin dekat Kantor mereka.


"Huh ...." Ela hanya bisa menghela nafas berat.


...~•~[ Kantin]~•~...


"Kenapa?" Tanya Valdo.


"Itu, masa kerjaan aku yang colab sama kamu bakal di alihkan ke teman kerja yang lain."


"Terus aku dapet projek individu tentang kekasih unik, jadi aku bakal buat komik sendiri selama 7 bulan."


"Wah keren, hebat kamu La."


"Ih hebat gimana? Aku pusing tau! Karena aku belum ada ide dan bab yang di minta dari cerita itu juga banyak banget, entah aku bisa apa enggaknya selama 7 bulan nyelesaiin ini."


"Bisa-bisa. Inget waktu kita buat tugas pas mepet acara, kamu bisa nyelesain tugas itu dan ketika tugas selesai, kamu buat desain baju untuk kita. Iya kan?"


"Beda itu Valdo, kalo tugas itu selesai, kan kamu juga yang bantuin karena kita sekelompok. Lah kalo ini? Aku gak bisa kalo sendirian." Ela sedikit frustasi.


"Gini nih, kalo cewe tukang overthiking plus pesimis ada aja pasti bahan ngeluh sebelum di coba buat."


"Ngeluh itu harus selesai tugas itu wajib."


"Nah itu tau dasar kamu ini Ela, Ela." Valdo mengelus kepala Ela.


Makanan pun datang dan perbincangan pun terhenti karena mereka asyik menikmati makanan sendiri.


Setelah selesai makan, Valdo membuka obrolan lagi dan memberikan saran untuk Ela agar memiliki ide yang pas dengan tema.


"Oh iya La, kamu punya komik kan di rumah?"


"Banyak banget malah."


"Bukan, buka komik jadi atau komik baca. Tapi ini komik yang kamu buat sendiri. "


"Ada, masih on going dan lebih tepatnya hiatus. "


"Coba kamu lanjutin cerita komik kamu. Siapa tau temanya pas sama yang di tugasin ke kamu."

__ADS_1


"Hah? Eh iya juga ya. Kayaknya emang pas deh."


Bersambung ....


__ADS_2