
"Huh.. udah gua duga sih. Valdo juga sama, lupa sama gua. Jadi wajarlah kalau lo ngelupain gua," lanjutnya lagi diiringi nafas berat.
Riky hanya mengerutkan keningnya saja dan menatap tajam perempuan itu. 'Siapa dia? mengapa ia bisa kenal dengan Valdo?' batinnya.
"Riky.. Riky.. hahahaha muka mu itu loh, aneh kayak mikir sesuatu gitu."
Tiba-tiba perempuan itu mengacak-acak rambut Riky, seketika itu pula Riky bergumam "Gea?"
"Uh lama lo mikirnya," ucap Gea mengalihkan pandangannya.
"Lo Gea? dulunya tinggal di panti umma Lisa?" tanya Riky sedikit kebingungan.
Gea hanya mengangguk-anggukan kepala saja diiringi senyum manis berlesung pipi. Raut wajah Riky seketika berubah, ia dari tadi menatap Gea penuh dengan tanya.
"Kenapa lo ngeliatin gua kek gitu?"
"Lo cantik banget sekarang Ge," ucap Riky tersipu malu.
"Jelas dong, gua sekarang cantik gak kayak dulu lagi kan."
"Tapi dari dulu lo emang cantik lah Ge."
Pertemuan antara Riky dan Gea seakan akan di restui oleh alam semesta. Mengapa? karena hujan pun tak ingin reda sebelum semua pertanyaan yang selalu menghantui fikiran Riky selesai terjawab.
"Gimana kabar lo disini Ki?" tanya Gea menatap Riky.
"Baik, Lo sendiri gimana?"
"Alhamdulillah baik, gua boleh nanya ke lo beberapa hal?" tanya Gea.
Riky tahu kalau Gea bukanlah orang yang suka basa-basi, jika ingin bertanya maka akan ia utarakan, jika dia tidak suka maka ia sampaikan, itulah Gea.
Sifatnya tidak pernah berubah sama sekali, hanya pakaiannya saja yang lebih terjaga rapih.
"Apa itu?"
"Kenapa lo sekongkol sama Eja?"
"Maksudnya?"
"Gua udah tau semuanya Ki, banyak yang kasih tau gua tentang perkembangan anak-anak panti yang sudah seperti kita. Lo tau? kalo lo jahat itu Ki, kenapa lo gak memihak ke Valdo?" tanya Gea diliputi rasa penasaran yang cukup kuat.
Riky hanya bisa menundukan kepala saja, sembari mengepalkan tangan yang sedang bersandar di gagang kursi.
"Gua tau, gua salah Ge. Lo boleh benci sama sifat gua yang sekarang, lo boleh marah sama gua, lo boleh memihak ke Valdo tapi gua mohon lo jangan pergi dari gua ya Ge."
__ADS_1
"Huh... Riky, Riky. Lo sebenarnya tau gak sih permasalahan antara Valdo dan Eja? gua gak ada hubungan sama hal ini, tapi lo udah kelewatan batas tau Ki."
"Lo dan anak-anak buah lo, itu cuma sebatas boneka yang Eja mainkan. Seharusnya lo tau itu," lanjut Gea lagi.
"Gua.. gua gak ngerti apa maksud dari perkataan lo ini Ge."
"Gua bakal kasih tau lo, setelah lo bubarin geng brandalan lo yang gak jelas itu!" tegas Gea.
"Iya, gua ngerti Ge."
"Dan lo harus minta maaf ke Valdo, bukan ke gua."
"Udah, gua udah sadar akan hal yang gua lakuin Ge."
"So?"
"Bantu gua untuk buktikan kalau Eja itu salah, dan kita harus cari cara agar Eja gak ngelakuin hal buruk lagi ke Valdo."
Riky meminta bantuan Gea untuk menolong Valdo, itu lah yang ingin Gea dengar Riky.
"Btw, lo udah punya pacar Ki?" tanya Gea secara tiba-tiba.
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
Riky tersedak kala Gea bertanya seperti itu dan Gea hanya bisa tertawa lepas melihat tingkah Riky seperti itu.
"Hehehe ya abisnya gua penasaran geh sama lo."
"Setelah 15 tahun yang lalu kita enggak pernah bertemu, akhirnya kita bertemu juga tetapi dengan berita yang tidak enak untuk didengar."
"Iya, gimana lo udah baca kan surat-surat dari gua?" tanya Gea lagi
"Udah sih tapi lo alay banget tau gak," ledek Riky.
"Ih alay, alay tapi tetep lo baca sambil senyum-senyum kan."
"Ahahaha tauan aja lo ini Ge."
Canda tawa mereka yang dulu terputus, sekarang bersemi kembali. Seperti ada suasana baru tetapi masih dengan orang yang sama, orang yang pertama kali Riky kagumi dan orang pertama kali yang menjadi teman Riky.
...~•~●~•~...
Juni 1999
"Papah, Mamah, kapan aku punya adik?" ucap anak laki-laki kecil sembari mengusap perut sang mamah tercinta.
__ADS_1
"Sebentar lagi sayang," jawab sang mamah diiringi kecupan manis didahi anak itu.
"Aku gak sabar deh jadi kakak."
Percakapan yang singkat ini terjadi saat perjalanan ke rumah sakit ternama yang ada di Bandar Lampung.
Keluarga kecil ini ingin mengecek kondisi anak bayi yang ada di kandungan sang mamah. Niat hati ingin memeriksa, mereka malah mendapat kabar kalau mamah dari anak kecil ini harus di rawat inap karena beberapa hal.
"Kita nginep disini dulu gak apa-apa sayang?" ucap sang papah.
Anak laki-laki itu hanya mengangguk-anggukan kepala saja bahkan reaksinya itu sangat-sangat exaited.
Hampir 27 jam mereka di rumah sakit ini, dokter pun kembali memriksa. Jika sang Ibu tidak kontraksi maka dia akan segera di Pulangkan.
Baru saja dokter ingin menempelkan stetoskop di perut sang mamah, tiba-tiba saja mamah anak kecil itu kontraksi.
Membuat dokter sedikit panik, tetapi mereka melakukan sesuatu hal dengan baik ke seluruh pasien.
Tepat pukul 20.00 mamah anak kecil ini masuk ke dalam ruangan, diikuti dengan papah anak kecil ini.
"Kamu tunggu disini sebentar ya, papa mau temani mamah kedalam sebentar. Kamu tidak takut kan?" tanya papa anak tersebut diiringi jawaban yang menggemaskan.
"Iya, aku akan tunggu papa, mamah dan adik kecilku disini."
"Kalau ada orang lain ajak kamu pergi jangan mau ya."
Anak itu pun mengangguk-anggukan kepalanya lagi. Persalinan kali ini cukup memakan waktu yang lama entah karena apa.
Saat bayi yang ada di kandungan sang mamah lahir ke Bumi, suaranya tangisnya pun memecahkan ketegangan yang terjadi di ruang ini.
"Alhamdulillah, selamat ya pak, bu anak kalian laki-laki." ucap selamat dari dokter.
Di waktu yang bersamaan, anak laki-laki melihat lengkungan pelangi yang begitu indah terpancar jelas di langit sana.
Papah mengumandangkan Azan tepat di telinga bayi mungil ini. Walau terlihat aneh dengan kulitnya yang begitu putih dan rambutnya begitu sedikit pirang, tetapi keluarga mereka sangat-sangat bahagia.
Sesaat papa keluar dari ruangan sembari memeluk erat anak laki-laki pertamanya, tiba-tiba saja terdapat tragedi di ruangan bersalin.
Pendarahan pun terjadi membuat semua tenaga medis di dalam ruangan ini panik. Dokter pun melakukan pertolongan pertama pendarahan, tetapi tidak bisa.
Mau tidak mau, mereka harus memindahkannya ke ruang gawat darurat untuk di periksa lebih lanjut.
Hampir seharian Mama anak laki-laki itu berada di ruang gawat darurat, dokter pun memberi tahukan...
Bersambung...
__ADS_1
..."Indah bukan pelangi itu? datangnya sangat jarang dan perginya pun tiba-tiba."...
...- Ant...