Letter To My Albino

Letter To My Albino
Penangkapan


__ADS_3

Tidak lama kemudian


Wiu ... wiu ... wiu ....


Wiw ... wiw ...


"Wah umma ada pak pulici," ucap Viko kegirangan.


Deg ... deg ... deg ... deg ...


"Tumben?"


Deg ... deg ... deg ... deg ...


'Pasti ini kak Anir yang manggil,' ucap Ela dalam hatinya.


Deg ... deg ... deg ... deg ...


'Dia benar-benar memanggilnya. Aku tidak bisa berbuat apapun lagi.'


Saat semuanya sudah ricuh dan semuanya sudah kebingungan banyak mobil polisi mengepung panti asuhan ini, Eja menarik Valdo ke dalam.


"Kenapa kak?"


"Ini, lo ambil ini. Ini untuk lo dan semua berkas di dalam map ini punya lo semua," ucap Eja menyerahkan map berkas serta falshdisk dan juga kartu atm.


"Maksudnya?"


"Gua salah Val, gua pasrah. Lo harus bahagiin ibu ya dan tolong lo urus dengan benar semuanya, karena itu semua sudah atas nama lo."


"Papah, mamah, nenek dan kakek pasti bangga sama lo Val."


"Apaan sih kak maksudnya?"


"Gua sayang sama lo Val. Gua minta maaf ya," ucap Eja lalu meninggalkan Valdo.


Eja menuju ke lobby kembali dan benar saja, sudah ada tiga polisi di dalam lobby. Sudah bersiap untuk menangkap seseorang yang masih belum mereka tau siapa targetnya.


Saat Eja keluar dari dalam.


"Angkat tangan!"


"Diam di tempat," perintah polisi pun hanya bisa di tiruti oleh Eja.


Bruk ...


Semua berkas di tangan Valdo pun jatuh saat melihat kakak kandungnya sudah memakai borgol yang terikat di pergelangan tangannya.


"Ke-kenapa?" tanya Valdo.


"Pak! Sebentar! Gak mungkin kakak saya kan? Bapak salah orang!"


"Maaf, dia yang bernama Eja Rionansyah kan?"


"Hm? B-bu ..."


"Iya pak, benar," jawab Eja.


"Tapi kenapa?"


"Maaf tuan Eja di tangkap karena kasus penggelapan dana perusahaan, buron yang sudah kami kejar selama 5 tahun belakang dan juga kasus perencanaan pembunuhan."


Deg!


"T-tapi ..."


"Val, kakak memang salah."

__ADS_1


Deg!


"Hah?"


"Maaf ya," ucap Eja sembari tersenyum tulus dan berjalan ke dalam mobil polisi.


Tap ...


Ela mengusap pundak Valdo dan sedikit memeluknya.


'Maaf ya Valdo, ini rencana aa dan temannya,' ucap Ela di dalam hatinya.


"Apa iya kasus Kak Eja sebanyak itu?"


"Iya, Kami punya buktinya yang kuat. Bahkan kami sudah berhasil merampas dua cabang perusahaannya," jawab kak Anir.


"Kenapa kakak?" tanya Valdo.


"Karena dia yang melakukannya dan tidak pernah bertanggung jawab atas kasus yang ia perbuat sendiri."


"Kau yang memanggilnya?"


"Iya, aku yang memanggilnya. Karena jika dia terlalu lama menjadi buron polisi, maka ia tidak akan pernah bisa keluar dari penjara seumur hidup."


Deg!


"Apa dia akan lama di dalam jeruji besi itu?"


"Entahlah. Hanya hakim yang bisa memutuskannya."


"Maaf aku menahan kakak mu."


"Tidak apa. Terimakasih atas bantuannya."


Rasa berkecamuk di hati Valdo pun muncul. Padahal ia baru saja menjalin hubungan baik dengan sang kakak tetapi karena ulahnya sendiri ia malah di tangkap.


' Kenapa kakak rela menjadi buron selama 5 tahun? Aku tidak mengerti apa yang ia fikirkan. Yang pasti berkas yang ia titipkan itu pasti hal yang penting.'


Kakak dari wanita yang ia cintai lah yang memanggilnya polisi itu datang. Tidak mungkin ia meninggalkan Ela begitu saja. Bahkan hubungan Ela dan Valdo pun sama seperti hubungan dia dengan sang kakak.


Hatinya sedikit hancur tetapi dia harus tegar di kondisi seperti ini. 'Aku akan selalu mengunjungi mu kakak.'


~•~[ Di dalam mobil polisi ]~•~


Selama di perjalanan, Eja hanya bisa tertunduk lesu, meratapi nasibnya begitu sengsara di bandingkan sang adik.


Terjerat entah berapa tahun dirinya di dalam jeruji besi. Yang pasti Eja akan melalui proses hukum tanpa membantah.


'Aku akan cepat kembali bersama mu dan kalian semua.'


"Jika saja kau dari dulu menyerahkan dirimu, mungkin hukuman akan segera berakhir. Tapi kau malah egois, bodoh," ucap seseorang di balik kursi paling depan.


"Aku tau."


"Lalu? Apa kau tidak kasihan dengan adikmu itu?"


"Urusan adikku, itu urusanku. Urusan kalian adalah aku."


"Kau ini masih saja bisa berucap sombong seperti ini dasar muka seribu."


'Apa isi dalam sel jeruji besi itu? Apa aku akan mati di tempat? Tuhan tolonglah aku, ringankan hukuman di tempat ini.'


Penangkapan yang tidak terduga, barang sitaan yang di dapat membuat Eja sedikit mengalami kerugian karena mobil jeep hijau kebanggannya berharga fantastis.


Sedangkan handphone merk terbaru yang harganya sama dengan dp motor. Sedangkan dompetnya sudah tidak ada isi lagi. Hanya ada 3 kartu saja, yaitu 2 atm dan 1 ktp milik Eja asli.


Bahkan penangkapan Eja ini pun sampai terdengar di telinga Riky yang sesnag berada di kantor perusahaanya.

__ADS_1


Tok ... tok ... tok ....


"Masuk."


"Bos, maaf menganggu. Ada berita terbaru."


"Apa?"


"Eja tertangkap di Panti Asuhan umma Lisa. "


Deg!


"Kapan?"


"Baru saja terjadi."


"Sial aku tidak melihatnya langsung. Haduh! Mana tidak ada tayangan ulang lagi," ucap Riky sembari menatap Handphonenya.


"Hah?"


'Bos ku memang sedikit gila.'


"Yasudah lah kau pergi dulu dan buatkan artikel tentang dirinya."


"Baik bos."


"Sejauh-jauhnya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Benarkan itu Eja?" tanya Riky.


...~•~[ Panti Asuhan Umma Lisa]~•~...


Valdo membereskan berkas yang berjatuhan tadi. Bahkan kartu dan flashdisk yang di berikan sang kakak ia masukan ke tempat yang lebih aman.


Entah apa rasanya , seperti ada yang kurang tapi tidak tau apa. Ruang hatinya seperti ada yang kosong, namun saat Valdo melihat wajah Ela yang begitu menenangkan, hatinya pun merasa tenang.


'Tidak, aku tidak sendiri,' ucap Valdo meyakinkan dirinya.


Dan perjalanan yang mereka rencanakan pun akhirnya terlaksanakan juga tepat di pukul 15.00 WIB.


Menikmati kemacetan jalan raya di sore hari, menikmati senja di tengah perjalanan, mereka pun berhenti di salah satu restoran mewah untuk makan bersama.


"Ngapa makan disini sih kak?" tanya Ela tidak terlalu suka.


"Kenapa?"


"Aku gak suka tau."


"Udahlah, kita makan disini aja. Kalo mau di emperan, bakal susah keluarin mobilnya lagi."


"Hmm bilang aja kakak mau double date."


"Hah? Apa?"


"Enggak tau aku lupa ngomong apa."


Ela pun langsung pergi mencari tempat VIP yang agak sedikit tertutup dari banyak orang agar makan nanti terasa nyaman.


"Disini aja ya?" ucap Ela.


"Iya boleh, boleh," ucap Gea.


"Kita ngikut aja ya kan Do."


"Iya, kita ngikut aja."


Bisa di bilang makan malam bersama ini seperti layaknya double date, tetapi ini tidak di sengaja dan spontan saja acaranya ini terbentuk.


Bersambung....

__ADS_1


..."Kala kebahagiaan menjadi bomerang dalam hidup, tidak bisa berlari atau berlindung di tempat lain."...


...-Eja...


__ADS_2