
...~•~[Seminggu Kemudian, Kantin Kampus]~•~...
"Itu disana," ucap seseorang yang menunjuk ke arah Ela dari jauh.
"DIA?"
'Berarti perempuan itu yang menolong Rivaldo di belakang gedung kampus dan ternyata dia perempuan yang saya cari?' Batin Riky
Riky dan temannya memperhatikan Ela yang sedang berada di kantin. Tidak lama kemudian Ela mendapatkan telefon dari Bimo yang meminta Ela untuk datang kerumahnya.
"Dimana Ela kuuu," tanya Bimo melalui telfon.
"Di kantin kampus gua Bim mana sendirian lagi," keluh Ela.
"Lah Ado kemana?" tanya Bimo heran.
"Ado kecelakaan dia lagi di rawat di rumah sekarang," jelas Ela.
"Lah kok bisa bareng sama gua?" tanya Bimo.
"Mana gua tau!"
"Yaudah lo sini aja kerumah gua, gua udah di rumah nih dan jangan lupa bawa gorengan ya hahaha"
"Okey siap, Otw."
Setelah menerima telfon dari Bimo, Ela langsung bergegas kerumahnya menggunakan motor matic kesayangan.
Sebenarnya Ela dari tadi merasa seperti ada seseorang yang memperhatikannya namun ia masih mewajari hal itu karena ini adalah kampus.
Ela mulai melajukan motornya dan perasaan itu pun tetap mengikutinya sampai akhirnya Ela bergumam, "Aneh."
Karena rasa khawatirnya cukup tinggi, Ela berhenti di salah satu warung gorengan yang cukup ramai.
Jika perasaan yang ia rasakan ini benar, semua warga pasti akan membantunya dan orang jahat itu pasti akan kabur.
'Sial perasaan ini tiba-tiba hilang, apa karna aku sengaja kesini dan mungkin orang itu paham perasaan aku? argh apaansih La mikirin yang aneh-aneh mulu' batin Ela.
Ela membeli beberapa gorengan dan juga beberapa roti untuk di santap bersama di rumah Bimo nanti dan kembali melanjutkan perjalanannya.
...~•~[ Rumah Bimo ]~•~...
Ela menyadari bahwa perasaan yang mengikuti ia tadi bukanlah orang lain melainkan bunda Bimo sendiri.
"Tadi tante ketemu kamu dijalan, eh kamu tiba-tiba kamu menepi ke warung gorengan" ujar bunda Bimo.
"Hehehe iya tante tadi Bimo minta beliin gorengan jadi yaudah sekalian mau kesini saya beliin aja hehehe" jelas Ela.
"Emang ya Bimo ini."
Ela dan bunda Bimo pun masuk bersama kedalam rumah. Saat berjalan masuk ke rumah Bimo, Ela membatin lagi, "Kirain orang jahat gak taunya bundanya Bimo hahaha."
__ADS_1
Ela menemui Bimo di taman belakang rumah sambil membawa gorengan yang sudah di tata di piring dan juga beberapa roti.
...~•~[Taman Belakang Rumah Bimo]~•~...
"Woy!" panggil Ela.
"Wah Sobat gua akhirnya dateng juga, makasih ya gorengannya."
"Dih gila gorengannya doang yang di ambil! gua gak di sambut huu dasar" sindir Ela.
"Hahaha iya deh sini sahabatku yang paling cantik sini"
"Kok lo udah pulang? kan baru seminggu di rawat. Emang gak apa-apa?" tanya Ela khawatir.
"Gak apa-apa, tapi kata dokter gua belum boleh kuliah sampe 2 bulan karna pemulihan dan mau gak mau harus di rawat jalan gini deh hehehe," jelas Bimo.
"he he he, inilah gak kasian sama bunda lo. Lo malah lebih mentingin ego lo untuk ngilangin rasa kekecewa lo itu." Sindir Ela sembari mengomeli Bimo.
Akhirnya mereka berdua bisa kembali mengobrol bersama ditemani gorengan hangat dan tidak lama kemudian bibi datang membawakan minuman yang segar.
"Makasih bi," ucap Bimo dan Ela.
Mereka berdua bercerita tentang banyak hal sampai akhirnya, Bimo melontarkan pertanyaan penasaran ke Ela.
"Lo ada hubungan apa sih sebenernya sama Ado? gua sih cuma penasaran doang soalnya lo nemplok bener sama Ado. Udah kek gak ada orang lain lagi di depan lo," tanya Bimo panjang lebar.
"Gak ada apa-apa sih, yaaa cuma temen biasa aja, lo sangka apa?" tanya Ela balik.
"Hmm mentang - mentang gua udah jarang maen sama lo, lo malah mikir berlebihan tau gak."
"Hehehe iya deh maaf, btw gimana kabar Ado? kata lo tadi kecelakaan?"
Ela menjelaskan bagaimana keadaan Ado sekarang serta kronologisnya bagaimana Ado bisa mengalami hal tersebut.
Bimo pun memiliki pemikiran yang sama seperti kak Anir, "Itu pasti di rencanain sama seseorang deh." Ela hanya mengangguk-anggukan kepala saja.
Saat mereka berdua asyik mengobrol, Bunda Bimo memanggilnya "Bimo ada temen kamu lagi tuh dateng."
"Siapa Bim?" tanya Ela penasaran.
"Gak tau gua, sebentar ya gua cek dulu."
Ela mengiyakan dan Bimo menghampiri temannya sambil bertanya-tanya ke dirinya sendiri, "Siapa yang dateng? bukannya anak-anak kampus udah dateng pas masih di RS ya?"
Sedangkan Ela sedang mengabari kak Anir kalau dirinya sedang berada di rumah Bimo dan akan pulang sebentar lagi.
Ela juga mengabarkan Ado kalau dirinya sedang berada di rumah Bimo dan juga memberitahukan bahwa ada beberapa tugas kuliah yang harus di kumpul 4 hari lagi.
10 menit kemudian, Bimo datang bersama temannya yang ternyata seorang perempuan cantik bertubuh jenjang.
Ela belum menyadari kalau perempuan itu merupakan temannya juga. Ela masih fokus pada handphone yang ia pakai sampai akhirnya.
__ADS_1
"Fokus bener sih kamu ini Rain gak berubah," Ledek perempuan itu diiringi respon Ela.
(Menoleh ke arah suara yang menyapanya) "Eh Ryca? hahaha astaga gua kira siapa ih ahahaha."
Mereka berdua berpelukan sembari tersenyum lebar. Setelah 3 tahun lebih mereka tidak bertemu, akhirnya mereka dipertemukan kembali oleh keadaan Bimo.
"Ish Ryca kita berubah banget ya Bim," ucap Ela.
"Iya, gua geh pangling bener pas Ryca dateng. Gua kira mah model dari mana kok kenal sama gua yang kek gini hahaha," canda Bimo.
"Ih apaan sih kalian, aku tuh baru pulang dari Australia langsung kesini karna denger Bimo kecelakaan."
"Wah bawa oleh-oleh gak nih?" tanya Ela.
"Bawa dong, ini." Memberikan beberapa bingkisan dari totebagnya.
"Ngapain lo ke Australia?" tanya Bimo penasaran.
"Bantu nyokap ngurus Cafe. Jadi pas lulus SMA, aku langsung ke Australia gantiin Mbak aku karna dia mau lanjutin S1 di sana sampai di bisa ngimbangin antara kuliah sama kerja baru deh aku bisa pulang kesini. Ya walau pun cuma sebentar tapi lumayan lah bisa ngilangin rindu sama kalian," Ryca menjelaskan panjang lebar.
"Oalah, sampe kapan Lo disini?" tanya Bimo lagi.
"Bulan depan Aku balik ke Australia lagi," jelas Ryca.
Mereka bertiga mengobrol bersama membahas kejadian di masa kecil hingga matahari terbenam.
Ela benar-benar lupa kalau ia tadi bilang akan pulang sebentar lagi, namun nyatanya ia pulang sudah hampir gelap.
Bimo berniat mengantarkan Ela karna Bimo takut kejadian yang menimpa Ado terjadi juga di Ela. Namun Ela menolak karena Bimo belum sembuh sepenuhnya.
Bimo mengiyakan perkataan Ela dengan satu syarat, yaitu melacak keberadaan Ela selama pulang.
Ela tidak mempermasalahkan hal tersebut dan syarat itu juga berlaku ke Ryca agar kedua tuan putrinya selamat sampai tujuan.
Ela mulai melajukan motornya dengan sangat cepat karna ia tak ingin kakaknya khawatir. Sesampai di persimpangan taman dekat gang masuk Rumahnya, tiba-tiba saja lampu sekeliling jalan padam.
Hanya ada lampu penerangan di motor Ela. Rasa khawatir mulai muncul dan terlihat juga beberapa motor mengikutinya.
Sampai akhirnya ada satu motor yang menyalip motor Ela lalu berhenti tepat di depannya.
Tangannya mulai bergetar dan seluruh tubuhnya mulai kaku. Ela tidak mengenal orang yang ada di depannya karna penutup wajahnya dan pakaiannya berwarna hitam.
"TURUN!" suara serak orang itu membuat hatinya bergetar.
Matanya mulai berkaca-kaca karena motor yang Ela kenakan ditahan oleh preman itu.
"GUA BILANG TURUN!" bentak preman itu lagi.
Belum sempat Ela menurunkan Standar motornya, tiba-tiba terdengar suara 'Bugh' datang dari arah belakang Mereka berdua dan suara yang sama pun muncul tepat di hadapan Ela.
Bersambung...
__ADS_1