Letter To My Albino

Letter To My Albino
Pertanda


__ADS_3

Sesampainya di taman, Ela dan Ado berhenti untuk mengambil beberapa gambar, untuk tugas kuliahnya.


Untunglah taman sore ini sedikit ramai pengunjung, jadi Ela dan Ado bisa mengambil gambar dengan engle foto berbeda walau masih di tempat yang sama.


Tugas mereka tidak susah, hanya mengambil gambar sesuai tema yang di tentukan. Tetapi pengambilan warna dan cahaya sangat sulit untuk di tentukan bagi pemula.


Satu jam lebih mereka berada di sana hanya untuk mengamb gambar.


"Gua dapet 3 gambar Do, lumayan lah bisa di kumpul semua. Kalo lo gimana?"


"Saya juga dapet 3 gambar, kayaknya kali ini nilai saya bisa terpenuhi."


"Amiin semoga ya."


Ado dan Ela masih mengoreksi gambar mereka satu sama lain dan tidak lama kemudian hujan turun sangat deras.


Ado dan Ela segera menepi ke ruko warung klontong yang menyediakan banyak jajanan anak-anak.


"Wah ujan gua seneng deh," ucap Ela diiringi senyum saat melihat hujan.


"Hemmm," Ela menghirup bau hujan.


Ela sangat suka 2 hal saat hujan. Pertama, aroma hujan yang menenangkan dan kedua pelangi yang indah saat hujan.


"Jelaslah kamu suka hujan, karena namamu juga hujan kan," sahut Ado sembari memberikan botol minum berisi susu coklat.


"Iya juga ya hahahaha, mamah itu kerjaannya ngasih nama gua Rain."


"Unik tau La."


"Iya sih. Oh iya, kemaren itu lo ngobrolin apa sama Riky?" tanya Ela.


"Kamu kenal Riky?" tanya Ado heran.


'Aih Iya, gua hampir aja keceplosan sama kejadian waktu malem itu.' batin Ela.


"Kan lo yang kasih tau gua kalau yang ngerundung kamu itu namanya Riky atau namanya buka Riky ya?" tanya Ela sambilemutar otak agar ia tidak keceplosan.


"Oh iya juga ya, saya yang lupa."


"Itu, Riky minta maaf ke saya karena waktu itu dia ngelakuin hal buruk ke saya." Jelas Ado dengan hati yang legowo.*


"Jadi lo maafin?" tanya Ela kesal.


"Iya saya maafin lah, masa iya tuhan aja maafin kita walau kita sering buat dosa. Masa kita manusia yang banyak dosa gak mau maafin sesama manusia." ujar Ado.


"Iya sih."


"Ujan-ujanan mau gak?" tanya Ado


"Boleh, ayuk."


Ado dan Ela menerjang hujan yang cukup deras. Tawa dan senyum bahagia terpancar dari wajah Ela.

__ADS_1


Tepat di gardu posko kavling, suara dan sekilas gambar tiba-tiba saja lewat di depan wajahnya.


Ting...


'Hah? Perasaan ini lagi?! Apa sih sebenernya itu? ganggu banget deh,' batin Ela.


...~•~[Rumah Riky]~•~...


Bruk...


Riky membaringkan tubuhnya ke kasur. di tangannya terdapat buku kecil berwarna cream bergambar pita.


Riky mulai membuka buku itu, mulai dari bagian pertama. Bertulis "Aku, namaku Cut Gea Vieka."


Kemudian di baris kedua bertulis, tentang dirinya secara detail. mulai dari umur saat menulis di buku ini, makanan favorit minuman favorit dan warna favorit.


Tetapi ada satu bagian di baris terakhir yang membuat Riky bingung.


"Aku selalu mengikutinya dan aku selalu bersamanya. Tapi mengapa Aku tidak bisa mengenalnya? apa aku tidak di takdirkan bersama? Tuhan, diriku sudah dibuang oleh orang tuaku. Lalu, apa kau juga akan membuang perasaanku kepadanya?"


"Apa kau tidak sayang kepadaku tuhan? Mengapa kau jahat sekali seperti orang tuaku? Aku hanya ingin dia, dia menjadi teman hidupku selamanya."


Tertulis juga tanggal di buku itu yaitu tanggal 22 April 2005.


"Kisah hidupmu tragis ya Gea, maaf jika hidupku sekarang begitu kasar semoga kau mengerti dan memaafkan kesalahan." ucap Riky kepada buku itu.


...~•~[Panti Asuhan Umma Lisa]~•~...


"Apa dia pernah datang lagi ke panti ini umma?"


"Sekarang dia bagaimana umma?"


"Dia sekarang lebih tampan dan lebih gagah. Sayangnya, ia baru saja di DO dari kampus beberapa bulan yang lalu."


"Apa dia membuat masalah? Atau dia terlibat dengan secandal?"


"Iya, dia terlibat perkelahian dengan Valdo sampai akhirnya Riky harus di DO. padahal ia seharusnya sedang mengurus judul skripsi."


"Dia itu benar-benar ya! Apa dia belum membaca surat ku yang ada di dalam buku?" ucapnya kesalnya.


Umma Lisa hanya bisa tersenyum saat mendengar ucapannya.


...~•~●~•~...


Rumah Ela.


Akhirnya Ela sampai di depan rumahnya dengan pakaian basah kuyup dan rambutnya begitu lepek. Begitupun dengan Ado.


Sesampainya di dalam rumah, Ela hanya bisa tersenyum lebar saat masuk rumah. Mama dan Kak Anir hanya bisa diam, tidak berkata sedikit pun.


"Aku mandi dulu ya mah," ucap Ela langsung menuju kamar mandi.


...~•~[ Rumah Valdo ]~•~...

__ADS_1


Kejadian yang sama pun terjadi juga ke Ado. Ibunya hanya bisa diam sembari memperhatikan anak semata wayangya pulang dengan baju basah kuyup.


"Kamu ini Val kayak anak kecil aja main ujanan," ucap sang Ibu sembari menyiapkan teh hangat dan mie rebus.


"Tadi aku antar Ela dulu bu, kebetulan ujan jadi aku ajak aja Ela hujanan. Lagian juga dia suka hujan-hujanan," jelas Ado yang baru saja membersihkan tubuhnya.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya ibu menatap Ado.


"Udah mendingan kok bu, sudah gak memar lagi."


"Tapi kamu harus berobat secara rutin Val, ibu mau kamu sembuh apapun yang terjadi."


"Iya Bu, aku akan sembuh percayalah."


"Tahun depan kau harus mengambil cuti dari kuliahmu, untuk menjalani perobatan,"ucap ibu di sambut anggkukan saja oleh Ado.


Setelah mengobrol dan memakan makanan hangat, Ado kembali ke kamarnya. Ado membatin, 'Mengapa ini harus terjadi lagi? ini menyakitkan untukku. Tidak, bukan aku tapi ibu.'


Ado hanya bisa diam sembari menutupi wajahnya dengan tangan, sepertinya ia sedang menangis.


"Tuhan, Aku mohon sembuhkan lah agar aku tidak merepotkan ibu lagi," gumam Ado.


...~•~●~•~...


Kamar Ela.


Bruk!


"Tadi itu apa? Gambaran seperti apa yang terlihat? aku ingin tau seperti apa kisah masa kecilku dulu," gumam Ela.


Ela membuka kembali buku album masa kecilnya yang tertutup oleh debu dan ia pun mulai membuka albumnya.


Melihat foto-foto imut dirinya sendiri, membuat Ela tersenyum malu dan saat Ela membuka album bagian tengah, Ela menemukan satu foto yang membuatnya penasaran.


"Oktober 2005, Rumah sakit js, Singapura."


Data dokumentasi saat Ela di rawat di rumah sakit singapur karena tragedi 15 tahun yang lalu saat dirinya berusia 6 tahun.


"Oh iya, mamah, Kakak sama papa gak pernah cerita kenapa Aku bisa di rawat. Bahkan mereka juga gak mau jawab kalau aku tanya dulu." Gumam Ela.


"Tapi kali ini, aku harus bertanya lagi dan harus menemukan jawaban itu." lanjutnya sembari mengepalkan tangannya.


Ela juga menemukan sebuah foto yang dia rasa, dia tidak pernah berfoto di tempat itu.


"Pangendaran, 17 Agustus 2005."


Ela mulai mengerutkan wajahnya. Ela benar-benar penasaran mengapa ia tidak mengingat kalau ia pernah berfoto bersama keluarganya disana.


"Apa mungkin aku amnesia?" tanya Ela dengan dirinya sendiri.


"Gak lah, itu cuma ada di film-film aja," pungkasnya.


Bersambung...

__ADS_1


..."Aku ingin sekali menjaganya, walau hanya sebentar tolong kabulkanlah permintaan yang sederhana ini dari ku Tuhan."...


...-Rivaldo...


__ADS_2