
Valdo pun mengeluarkan sesuatu dari saku hoddie yang ia kenakan.
Sreek ....
Secarik kertas lusuh berwarna putih keluar dari saku Valdo. Ela hanya menyeringitkan dahinya sembari menatap tajam kertas itu.
"Kertas apa itu?"
"Surat. Surat dari wanita yang aku sayangi."
Deg!
'Apa selama ini Valdo sudah punya kekasih hati?' tanya Ela dalam hatinya.
"Hahaha wajahmu begitu penasaran. Bukanlah atau mai aku bacakan?"
"Memangnya tidak apa jika aku membacanya?"
"Makanya buka lah."
Sreek ....
________________________
Dear Valdo,
Aku sudah mengingat semuanya, aku adalah Rain yang sama yang pernah kau temui saat masih kecil dulu.
Aku juga tau kalau kau yang aku tabrak saat ingin pulang setelah ujian PTN waktu lalu. Aku juga menebak kalau kau adalah orang yang sama saat di pernikahan Shipa teman SMA ku dulu.
Aku merindukanmu, Valdo. Rivaldo Youkute, teman terbaik ku dan sahabat yang selalu aku rindukan.
^^^Dari aku,^^^
^^^Ela yang paling cantik.^^^
________________________
Jawabku Valdo : Terimakasih sudah merindukan aku, terimakasih telah menungguku. Bolehkah kita lebih dari teman? Jika tidak, tidak apa. Aku akan selalu bersamamu sampai kapan pun itu.
_______________________________
"Hah? Ish kok kamu bisa dapet kertas ini? dari mana? Oh astaga aku malu hmmmmm."
"Ibu ku yang memungutnya di pinggir jalan. Kata ibu ku, lumayan untuk jadi bungkus kertas nasi. Tapi saat di lihat ada namaku dan di bawahnya tertera nama mu."
"Astaga apa jangan-jangan pas angin besar itu lagi ya."
"Ahahaha sudah tidak apa, lagian aku sudah membacanya. Lucu seperti jaman dulu saat belum mengenal ponsel."
"Ih jangan menertawakan aku."
"Iya, iya."
"Jadi apa jawabanmu?"
"Hah? Jawaban apa?" tanya Ela lagi.
"Apa kamu gak liat tulisan paling bawah?"
"Mana?"
"Oh astaga kamu balas surat ini."
Ela pun membaca ulang jawaban dari Valdo. Tanpa pikir panjang dan tanpa aba-aba, Ela langsung mengiyakannya.
"Serius?" Tanya Valdo tak yakin.
__ADS_1
"Iya Rivaldo."
Hari ini, Entah bisa di sebut apa hubungan mereka yang pasti hubungan Ela dan Valdo saat ini lebih dari sekedar teman.
"Udah yuk balik ke panti lagi, nanti si Gea nyariin lagi," ucap Ela.
"Iya, ayok."
Seperti bukan Valdo yang dikenal. Valdo saat ini lebih terlihat tampan, saat tersenyum bahkan saat berbicara serius.
Sembari berjalan dengan bergandeng tangan, Ela mulai sedikit mengeluh ke Valdo.
"Valdo."
"Hmm?"
"Aku dapet nilai C di bidang grafis."
"Kok bisa?"
"Susah! Lagian gak ada kamu yang bantuin jadinya ya susah lah."
"Hmmm, jangan bilang kamu sekarang jadi pemalas."
"Mana ada, aku rajin banget loh ngerjain tugasnya. Malahan aku lagi ada satu proyek komik yang baru aku garap."
"Apa judulnya?"
"Hmm kepo."
"Oh gitu sekarang."
"Terus juga aku ada satu lukisan yang baru aja selesai 5 hari yang lalu."
"Lukisan siapa? Kayak mana."
"Hmmm kepo."
...~•~●~•~...
"Apa? Mana ada? Aku mah baik-baik aja di sini. kamu tuh yang ngilang tiba-tiba yakan Ge," ucap ela saat menghampiri Gea, umma, Rikya dan anak-anak panti lainnya.
"Iya bener huu."
"Lah? Eh Ele lo dari mana aja hah? Riky minta tolong ambilin kue di motor lo malah ngilang. Pulang-pulang lo sama Valdo."
"Ya kenapa? Suka-suka."
"Hadeh, cocok bener kalian berdua ini kalau di gabungin. Iyakan umma?"
"Iya bener itu."
"MANA ADA!" ucapan kompak dari Gea dan Ela.
Mereka yang mendengar hal itu hanya tertawa saja. Impian yang di panjatkan Ela selama ini pun terkabul.
Bahkan secara kertas yang terbang itu membawa sebuah kisah baru di kehidupan Ela.
Entah apa yang terjadi di kedepannya, Ela hanya bisa berharap hal baik datang terus menerus di hubungan mereka.
Tepat pukul 14.30 WIB.
Tiba-tiba saja ada seorang wanita paruh baya mencari Riky di panti ini. Riky sedikit syok bahkan selama ini dia tidak pernah mencari masalah dengan orang-orang sekitar namun mengapa mengapa apa ada orang yang mencarinya?
"Siapa?" tanya Gea ke Ela saat Ela kembali menghampiri mereka.
"Ki lo ada ribut ya sama warga?" tanya ku sembari mengerutkan dahi.
__ADS_1
"Enggak. Gua gak pernah ribut sumpah aja!"
"Gak usah bohong?! Itu ada ibu-ibu nyariin lo. Mukanya serius banget. Samperin gih sana."
"Hah? Gua? Yang bener lu La?! Jadi deg ... deg an gini gua."
"Makanya jangan suka cari masalah!"
"Siapa juga yang cari masalah an***m. Dahlah gua samperin dulu."
Riky pun menghampiri wanita paruh baya itu. Entah obrolan apa yang terjadi padanya. Tetapi setelah 5 menit mereka mengobrol bersama, Raut wajah Riky menegang.
Seperti ada masalah baru, tapi entah apa. Bahkan Pertanyaan-Pertanyaan yang di lontarkan oleh umma, Valdo dan juga Gea hanya di jawab dengan ucapan yang sama "Hmm."
Riky pun berpamitan pergi entah kemana yang pasti ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
"Aneh banget sih, tiba-tiba jadi diem gitu. Apa jangan-jangan Riky ada masalah ya?" ucap Ela sembari menebak.
"Gini nih umma. Kalau ada Ela di kondisi kayak gini. Pasti penasaranan anaknya," ejek Gea.
"Ya kenapa geh suka, suka."
"Tapi bener kata Ela. Aneh aja dengan sikap Riky yang tiba-tiba jadi kayak ketakutan gitu," ucap Valdo setuju dengan ucapan Ela.
"Tuh Valdo aja setuju."
"Eh! Sejak kapan lo manggil Valdo jadi Valdo? kan biasanya lo manggilnya Ado bukan Valdo."
"Lah ya suka-suka gua. Cowo, cowo sapa? Kenapa sibuk?" ucap Ela sepertinya kelepasan.
"Hmmm, kapan?"
"Apanya yang kapan? Ih apaan sih? Gak jelas!"
'Duh sialan, dasar Ela! Gua keceplosan lagi,' gerutu Ela dalam hatinya.
"Hmm gak mau ngaku."
"Duh ini udah jam berap-" ucap Ela terpotong kala melihat jam dinding panti.
"HAH? Astaga, gara-gara lo ini Ge. Gua harus pulang, untung aja belom telat."
Ucap Ela seperti terburu-buru merapihkan barang-barangnya ke dalam tas.
"Emang mau kemana La?" tanya Umma.
"Papah hari ini berangkat bisnis umma, jadi aku harus pulang cepet karena mama sendirian dirumah."
"Kak Anir?" tanya Valdo.
"Kak Anir lagi perjalanan bisnis juga kemana gitu, aku lupa."
"Anir?" sahut Gea.
"Anir D'Naisy bukan?" tanya Gea penasaran.
"Iya bener kenapa? Lo kenal sama aa?" tanya Ela sembari memakai helm.
"Lo siapanya?" tanya Gea lagi.
"Duh nanti aja jelasinnya ya, udah telat ini. Umma, Valdo, Gea aku pulang ya."
"Assalamualikum."
"Waalaikumsalam. "
Raut wajah Gea penuh teka-teki. Tetapi hatinya menebak kalau Anir adalah kakak dari Ela.
__ADS_1
Gea belum tau kalau Anir memanglah kakak kandung Ela, karena biografi Anir sangatlah privasi. Hanya orang-orang tertentu saja yang tau biografi asli tentangnya.
Bersambung ...