Letter To My Albino

Letter To My Albino
Sebenarnya...


__ADS_3

Deg!


"Lo boleh gak suka? Karena otu hak lo, tapi kita liat aja, permainan akan tetap berjalan!"


"Maksud lo?!"


"Huh ... sorry ya lama, oh iya tadi Ela sama Valdo bilang mereka duluan pulang karena ada hal penting. Jadi mereka pulang duluan deh," jelas Ryca meredam perdebatan panas.


"Oh, barusan?" Tanya Bimo.


"Iya, barusan aja."


"Oalah yaudah kalo gitu kita abisin makanan ini baru kita pulang juga, aku mau istirahat." Bimo langsung menarik piring yang ada di depannya.


"Makanya Bimo jangan begadang mulu."


"Kan ngerjain tugas Ca, wajar aja kalo sampe begadang."


"Hmm alasan aja kamu ini."


...~•~●~•~...


Sesampainya di rumah Ela, mereka berdua langsung menemui kak Anir yang berada di taman belakang.


Dug! (Ela meletakan kotak hitam itu di depan sang kakak)


Tapi anehnya mengapa ada Pian di sana? Bahkan pertanyaan-pertanyaan pun langsung menyerbu isi kepala Ela.


'Kok Pian ada disini? Pian sebenarnya siapa sih? Kayaknya mereka serius bener, apa mungkin ada hal serius terjadi?' Begitulah pertanyaan demi pertanyaan yang menyerbu isi kepala Ela.


"Duduk dulu," ucap Kak Anir.


Dreet ... (Menarik kursi taman)


"Kok lo ada disini Yan?" Tanya Ela.


"Hehehe udah gua tebak dia bakal nanya," gumam Pian tersenyum.


"Ngapa lo senyum? Aneh!"


"Gua kesini ikut sama abang lo tuh!"


"Apa iya? Kalian temen ya? Sejak kapan?" Tanya Ela lagi.


"Jadi gini ..." Kak Anir mulai menjelaskan kembali.


...Flasback on....


Pas lebaran Idul Fitri.


Pian dateng ke rumah sendirian dan saat itu kebetulan kamu lagi gak ada di rumah. Kamu pergi sama Raffa, Rial ke Lampung.


"Kamu pasti bertanya-tanya siapa Pian ini? Dan kenapa Pian tau semua tentang di kampus? Kenapa Pian bisa kenal sama Aa? Dan kenapa Aa bisa tau semua data-data orang yang nyerang Ado."


Pian merupakan teman Aa semasa kuliah, Pian sengaja kerja di kampus kamu karena Aa yang minta.

__ADS_1


Aa gak mau sampai kamu terluka ataupun kamu ikut-ikutan mahasiswi lain ke jalan yang gak baik.


Karena dunia mahasiswi itu sedikit kejam jika di telusuri lebih dalam lagi. Pian selalu mengawasi gerak-gerik kamu mulai dari awal masuk kampus hingga sekarang.


Dan selama Aa, mamah dan papah pergi ke Aceh, Aa minta Pian untuk ngawasin rumah ini, ngawasin kamu dari segala macam bahaya.


...----------------...


"Keren kan gua La," celetuk Pian di saat kak Anir asyik bercerita.


"Jadi selama ini Aa ngintai aku? Dan Pian orangnya?!" Tanya Ela sedikit tidak suka.


"Jangan di potong dulu belum selesai ini ngedongengnya!" Ucap kak Anir kesal.


"Lanjut kak," ucap Valdo penasaran.


...----------------...


Dan selama kami pergi, Pian menemukan satu orang yang selalu ngintai rumah kita. Mungkin dia sadar kalau di depan rumah ada CCTV jadi dia berpakaian gelap serta memakai masker.


Pian dan temannya juga menelusuri perkarangan rumah saat kamu pergi ke Panti Asuhan untuk menyelesaikan tugas.


Dan satu teman Pian yang lain mengikuti kamu dari belakang agar orang yang mengintai kamu tidak melakukan hal yang tidak di inginkan.


Selama Pian menelusuri perkarangan rumah, Pian menemukan kotak hitam ini tergeletak tepat di selokan depan rumah.


Pian langsung mengambil kotak ini dan pergi ke markas untuk memeriksa apa yang ada di dalam kotak ini.


Dan kamu liat sendiri kan?! Isi kotak itu ada boneka yang sudah di robek dan juga ada beberapa foto kamu disana.


Deg!


...Flasback off....


Ela dan Valdo tertegun mendengar penjelasan dari kak Anir, karena selama ini mereka tidak percaya akan hal mistik berbau perdukunan.


Tapi kali ini, mereka percaya tidak percaya karena barang bukti ada di depan mereka, bahkan jelas terpampang nyata.


"Jadi kita harus gimana?" Tanya Ela sedikit khawatir.


'Kemarin-kemarin saya, tapi sekarang Ela yang kena masalah seperti ini. Apa mungkin mimpi saya waktu itu menjadi nyata?!" Batin Valdo menerka-nerka.


"Gak usah khawatir, Aa udah punya tersangka dan Aa juga udah punya satu bukti kuat. Tapi kami masih memastikan saja!" jelas Kak Anir.


"Siapa?" Tanya Ela penasaran.


"Rahasialah! Kalau di bilang sekarang nanti gak suprise dong," sahut Pian.


"Dasar lo ini Yan! Mata-matain gue di kampus dih gak asik." Ela cemberut.


"Hmmm, gak asik, gak asik. Tapi lo tetep mojok berduaan terus, makan bareng, suap-suapan," ledek Pian.


"Kapan suap-suapan? Gak pernah?!" Ela mengelak. Wajahnya memerah malu.


"Iyakan Val, ngaku aja." Pian semakin senang meledek.

__ADS_1


"Belum pernah sih, tapi boleh juga idenya." Valdo menjawab perkataan Pian dengan santai.


Kak Anir mendengar ucapan Valdo hanya bisa terbelalak saja dan wajah Ela semakin memerah malu.


...----------------...


Keesokan harinya di kampus.


"Gimana? Bagus gak baju gua?" Tanya Ela ke Ryca, Bimo dan Anton yang berada di Gazebo kampus.


"Bagus! Beli dimana?" Tanya Ryca exaited.


"Buat dong hehehe," ucap Ela sembari berputar-putar memamerkan baju barunya.


"Hmm mau juga geh, buatin ya!" Rengek Ryca.


"Gak boleh! Ini limited editon tau!"


"Halah sok-sokan limited, bilang aja lo couplean sama Valdo!" Sahut Bimo.


"Yaaaa iri lu ya? Makanya cepet gih jadian sama Ryca biar bisa buat juga!"


Deg ... deg ... deg ...


Jantung Ryca seketika berdegup kencang tak karuan, wajahnya seketika memerah dan Ela hanya bisa tertawa saja.


"Maaf ya lama," ucap Valdo datang menghampiri kami.


"Kan tembakan gua gak pernah salah." Bimo menjentikan jarinya.


"Gua kan gak bilang enggak. Jadi ya udah pasti lah gua sama Valdo pake baju couple hari ini!" Pamer Ela.


"Ihhh manis banget sih kalian! Aku juga mau buat deh," ucap Ryca langsung memelankan nada suaranya.


"Tuh Mo, Ryca udah ngode hahaha." Ela menjadi mak comblang.


"Ih ih bukan gitu loh!" Elak Ryca.


Ela, Bimo dan Valdo hanya tertawa saja melihat tingkah Ryca yang langsung tersipu malu-malu.


'Kali ini saya yang akan menjaga dia! Dan kali ini saya berjanji akan menjaganya!' Batin Valdo sembari melirik Anton dengan tatapan tajam.


Begitupun sebaliknya. Bimo merasakan ada sesuatu di antara mereka berdua sehingga muncullah spekulasi di benak Bimo.


'Oke, persaingan baru di mulai dan permainan baru di mulai!' Batin Bimo paham akan situasi.


...~•~●~•~...


Sore itu.


"Gua juga ngeliat orang di balik pohon besar dekat taman waktu itu. Tempat kalian mojok sambil suap-suapan itu," Ledek Pian bernada serius.


"Hah? Dimana? Kampus?" Tanya Ela.


"Iya di kampus, gua gak tau siapa. Tapi yang pasti dia kayak gak suka sama kalian berdua gitu." Pian menuturkan apa yang ia lihat waktu itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2