Letter To My Albino

Letter To My Albino
Valdo Kembali!


__ADS_3

Bandung.


...~•~[ Panti Asuhan Umma Lisa ]~•~...


"Assalamualaikum umma sayang," sapa Riky dari depan pintu.


"Waalaikumsalam, eh Riky ya ampun udah lama umma gak liat kamu, masuk-masuk."


"Eits tunggu sebentar umma, Riky punya supris untuk umma."


"Supris, suprise kali Ki. Apaan suprisnya heheh," ledek umma.


"Umma mejem geh sebentar aja. Nanti hitungan ke tiga umma baru boleh buka oke."


"Oke, oke."


Satu ... dua ... Ti ...


"Ayok masuk," bisik Riky sembari menyuruh seseorang yang sedang bersamanya untuk masuk.


"Ti?" ucap umma.


"Tiga, TADAA."


Umma membuka matanya dan ternyata sosok yang di rindukan anak panti pun datang kembali ke tempat ini.


"Valdo!"


"Ya ampun umma rindu," ucap umma mulai berkaca-kaca.


"Assalamualaikum umma."


"Waalaikumsalam sayang."


Umma langsung memeluk anaknya tersebut sembari menangis. Wajah yang ia rindukan dan juga anak-anak rindukan hadir kembali di tengah-tengah mereka.


"Hiks ... hiks ... hiks .... UMAAAA," teriak Ruli kecil sembari membawa tangan robot.


"Huaaaaa..."


"Haduh kenapa sayang?" tanya umma mendekat ke Ruli kecil.


"Liat tuh Viko ganguin aku! obotan aku lusak," ucap Ruli kecil menyodorkan tangan robot.


"Hiks ... hiks ... hik ... Kak Valdo?! Kakak." Ruli berhenti menangis dan langsung pergi berlari ke arah Valdo.


"Huaaaaa ... aku kangen kakak, aku juga kangen teh Ela, Huaaaa."


"Lah malah jadi nangisnya," sahut Riky.


Tidak lama kemudian, suara hentakan benda kelantai terdengar semakin dekat.


Sreet ....


"Kamu ini dasar pe-"


"Viko jangan berantem lagi ya, ud-"


"Valdo?" ucap Eja saat melihat Valdo berdiri di lobby sembari menggendong Ruli kecil.


"Hah? Kak Eja kak Valdo kembali!" seru Viko kecil.


Deg ....


Tap ....


Riky langsung berdiri di depan Valdo untuk menghalangi niat buruk dari Eja.


Padahal Riky tidak tau apa yang telah di alami Eja selama di panti. Nasihat nasihat menyentuh hati dari umma mengubah kepribadian Eja.


"Hay," Sapa Eja sembari tersenyum pahit.


Riky menghadang badan Valdo sembari menatapnya penuh dengan kebencian. Rasa ingin membalas semua tingkah Eja selama ini pun muncul.


Tetapi Valdo, menepuk pundak Riky sembari berkata, "Udah gak apa."


"Halo kak, apa kabar." Valdo mengulurkan tangannya.


Tap ....


"Alhamdulilah baik Val," ucap Eja sembari tersenyum.

__ADS_1


"Bisa kita bicara berdua sebentar?" tanya Valdo.


"K-kau ingin berbicara dengan ku?" tanya Eja lagi.


Eja melirik umma tidak percaya dan umma hanya menganggukan kepalanya sembari tersenyum manis.


Raut wajah tak percaya muncul seketika di wajah Eja. Menatap kosong adiknya, senyuman pun mengembang kembali di sudut pipinya.


"Ayok sebentar," ucap Valdo sembari menarik lengan sang kakak.


Ting ....


Bilah kisah mereka dulu pun muncul kembali saat masih bersama papah mereka. Valdo kecil pernah menarik Eja sama seperti ini saat mereka ingin menemui papahnya di kantor.


"Valdo?" lirih Eja.


...~•~[ Perpustakaan Panti ]~•~...


Blam!


Valdo hanya menampakan senyum indah di wajahnya sembari menahan air mata jatuh membasahi pipinya.


"Gua minta maaf ya Val." Eja memulai pembicaraan.


Puk ....


Valdo memeluk sang kakak, sembari meminta maaf juga karena selama ini ia tidak per ah tau apa isi hati kakaknya.


"Aku pun ingin meminta maaf kepada mu ya kak, karena selama ini aku tidak pernah tau apa isi hati mu. Maafkan aku jika aku selalu merepotkan mu."


"Apa yang kau ucapkan dasar bodoh!"


"Aku yang salah selama ini, maaf telah menyiksamu, maaf telah membuatmu susah selama ini ya Valdo."


"Kakak tau mama, papah, kakek, mungkin nenek juga benci sama kakak karena kakak gak bisa jagain kamu. Gua minta maaf ya Val," ucap Eja lagi sembari membungkukan badannya.


"Kakak adalah kakak aku satu-satunya. Kakak adalah keluarga asli yang aku punya saat ini. Ibu aku sekarang hanyalah pelengkap hidup dan tanggung jawabku. Tetapi kamu adalah kakakku satu-satunya keluarga yang akan selalu aku sayangi."


Menolong yang begitu panjang membuat Eja kebingungan dan hanya pukulan ringan saja yang bisa Eja berikan.


Puk ....


"Bodoh! Ngomong apaan sih? Gak jelas banget lu."


"Selamat datang kembali Valdo."


...~•~●~•~...


"Apa yang akan di lakukan Eja umma?" tanya Riky khawatir.


"Dia hanya ingin berbicara dengan adiknya saja. Tunggu dan lihatlah apa yang akan terjadi saat mereka kembali."


"Apa umma benar-benar percaya kalau Eja sudah berubah?"


"Iya, umma percaya dan umma sangat percaya."


...~•~●~•~...


"Kenapa lo ngajak gua ke perpustakaan?" tanya Eja.


"Kakak inget? Waktu pertama kali ada sumbangan banyak buku yang datang terus kita rebutan satu komik."


"Sampai komiknya rusak dan semua bagiannya hilang entah kemana."


"Tapi kan itu lo yang gak mau ngalah." Eja mengelak.


Bruk ....


"Ini bukunya sudah saya sempurnakan kembali, walau dengan rancangan seadanya tapi aku buat 2 orang laki-laki dalam kisah ini."


"Kan cuma satu tokoh utama laki-lakinya, kenapa di buat dua?"


"Karena karakter ini lebih lengkap jika saya dan kakak kembali."


Sreek ....


Valdo menunjukan gambaran yang ia buat. Sama seperti saat ini, Sang kakak kembali lagi menemukan adiknya.


"Bisa aja lo ini."


"Tapi jelek tuh gambaran lo. Jangan di pasarin, taro disini aja," ledek Eja sembari menutup matanya sebelah.

__ADS_1


Di waktu yang bersamaan.


Pesan singkat pun terdiri ke ponsel Gea.


Ting ....


"Siapa nih?"


"HAH?! SUMAPAH DEMI APA?!"


"Gua harus balik ke Bandung lagi kayaknya."


"Oh iya, Ela harus tau!"


_______________________________


Pesan pun terkirim ke ponsel Ela.


Ting ....


Hoam ...


Ela sedang tertidur di mobil saat perjalanan ingin ke pelabuhan.


Dreet ... dreet ....


"Woy! Ela ***** banget sih lu! Ada yang nelfon noh," ucap Rial membangunkan Ela.


Tetapi Ela tetap tertidur beralaskan boneka paus putih di samping wajahnya.


"Ya ampun nyenyak banget tidurnya si Ela ini," sahut Raffa menengok ke belakang.


"Hmmm sifat baru Ela agaknya."


...~•~●~•~...


Grek ....


"Kak Valdo gendong," ucap Ruli kecil.


"Kalian lama banget sih ngobrolnya," cetus Viko menunggu Eja.


"Maaf ya kami lama."


Baru saja mereka berdua kumpul bersama Umma, Riky dan anak-anak panti lainnya, suara langkah kaki berlari dan teriakan pun terdengar.


Tap ... tap ... tap ....


"PERMISI!"


"PERMISI!"


"Siapa sih? Bukannya kasih salam dulu," kesal Riky menghampiri suara itu.


"SIAPA?!"


"Maaf kak, apa kami bisa bertemu dengan tuan Eja?"


"Eja? Ada apa?"


"Kami ada perlu dengannya penting, kalau dia ada disini tolong panggilkan ya," pinta orang tersebut.


"Tunggulah."


Tap ... tap ... tap ....


Riky pun kembali berkumpul bersama mereka sembari memberikan perintah ke Eja untuk menemui orang-orang di depan.


"Siapa Ki?" tanya umma.


"Gak tau umma, urusan Eja itu."


"Gua?"


"Iya lo, temuin sana orang-orang gak jelas itu."


Eja pun langsung menghampiri orang-orang yang memanggilnya.


Deg!


"Bos!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2