
Aku segera pergi saat taxi ku sudah datang. Aku langsung masuk mobil. Aku tidak memperdulikan pria itu.
"Sania ,tunggu, Sania" dia berteriak
Aku menutup pintu mobil dan menarik napas panjang. Akhirnya aku bisa pergi dari orang itu. Sepanjang jalan aku tak berhenti berpikir. Kenapa aku harus bertemu dia lagi. Apakah dunia ini benar benar sempit? sehingga orang yang aku benci bisa menemukanku.
Maaf ! dia meminta maaf. Huh ,sudah terlambat. Aku sangat muak melihat wajahnya.
Akhirnya aku sampai di villa. Aku langsung memasukkan belanjaanku ke lemari pendingin. Dan segera mengambil segelas air es. Rasanya tenggorokanku terasa kering. Aku kembali teringat akan kejadian diswalayan tadi.
***
Pria itu menoleh kebelakang. Sungguh aku terkejut.
"eril!"
"Sania, ini kamu?" eril juga terkejut melihat aku berada dibelakangnya. Kemudian Eril mempersilahkan aku maju didepannya. Dia menukar antrian kami. sehingga aku bisa lebih dulu keluar dari swalayan itu. Aku pura pura tidak mendengar saat dia bertanya dari arah belakang.
" Bagaimana kabar kamu sania?"
Aku pura pura sibuk membayar belanjaanku.Dan segera pergi setelah selesai membayar. Sampai Akhirnya dia mendapati ku di halaman swalayan tadi.
***
Aku sangat benci eril. Kenapa aku harus bertemu dia lagi.
__ADS_1
"Jodi kapan kamu pulang ? aku merindukanmu!" aku menghubungi jodi
" Dua hari lagi aku pulang. Kamu yang sabar ya"
Biasanya dua hari bukanlah waktu yang lama. Kenapa hari ini terasa lama bagiku. Apakah karena eril tadi. Aku takut eril menemukanku disini. Semoga tadi dia tidak mengikutiku.
"Ayah" Aku menelpon ayahku
"sania, Apakabarmu nak?"
"Aku baik baik saja yah. Ayah sendiri bagaimana kabarnya?"
"Ayah lebih sehat setelah mendengar suara mu nak"
" Belum saat nya pulang yah ,Walau aku sangat merindukanmu"
" Ayah juga rindu padamu nak"
"Ayah aku punya sedikit uang untuk ayah, ayah bisa menggunakannya untuk keperluan ayah,sebentar lagi aku transfer"
"Aku tidak perlu uangmu sania,ayah hanya ingin kamu pulang"
Mendengar seperti itu hatiku langsung sedih. Aku merindukan ayahku.
" Tapi ayah, belum saat nya sania pulang. Sania masih bekerja disini belum ada waktu libur" aku berbohong.
__ADS_1
" Sudah satu tahun lebih kamu tidak pulang , segera lah minta cuti dan segera lah pulang"
" baik ayah ,aku akan mengusahakannya agar bisa pulang"
" Jaga dirimu baik baik disana. Jangan kecewakan ayah"
"baiklah yah" Aku menutup telponku. Aku langsung menangis. Maafkan aku ayah. Aku sudah berbohong padamu. Aku tidak bekerja disini. Aku telah mengecewakanmu karena telah membuatmu malu. Aku punya suami yang belum menikahiku. Seharusnya aku meminta izin padamu sebagai wali ku tapi aku tidak bisa melakukannya. Jodi belum mengenalkanku pada keluarga nya.
Sejak bertemu eril,aku sangat lah takut keluar villa.Walau hanya sekedar membuka pintu apalagi duduk diteras. Aku takut dia menemukanku lagi.
Ini malam ke empat ,jodi belum juga datang.Aku segera menarik selimutku ketika jam menunjukkan pukul 23.00 malam. Aku pikir jodi tak akan pulang malam ini. Sebaiknya aku tidur.
Dalam separoh tidurku, aku merasakan ada seseorang yang menyentuh tubuhku. tapi aku tak mampu membuka kedua mataku. Aku terlalu mengantuk dan menikmati saja apa yang terjadi pada tubuhku. Pagi hari saat ku bangun,sangatlah ku terkejut.
"Jodi ,kapan kamu datang?" jodi sudah berada disampingku tidur dengan tubuhnya bertelanjang dada,nampak sekali roti sobeknya.
"tadi malam" menjawab masih dengan mata tertutup.
Aku yang baru bangun mengingat kejadian ku saat tidur. Apa yang ku rasakan tadi malam bukan lah mimpi,tapi kenyataan hanya saja aku tidak terlalu sadar apa yang telah ku lakukan tadi malam.
Tiba tiba jodi menarik tubuhku.
...Next...
__ADS_1