
" kamu ya!" Riyandi hampir saja memukulkan helm nya ke wajahku dengan cara becanda.
Aku yang kaget segera menutup wajahku dengan kedua tanganku walau aku tau itu hanya lah becandaan dari nya.
" helm ini masih baru tau, minggu kemaren aku beli dari luar negeri. kalau saja sampai pecah kamu harus bertanggung jawab ganti rugi."
" iya maaf, aku tidak sengaja" pelan pelan aku membuka kedua tanganku memperlihatkan wajahku yang ketakutan. Sekali lagi aku menatap wajah Riyandi seperti apakah wajahnya sekarang. Riyandi nampak merapikan rambut nya yang terlihat acak acak kan akibat aku paksa melepas helm nya.
Ternyata lumayan juga, hidungnya mancung,bibirnya imut, putih walau tingginya tidak seperti pacarku sebelumnya.
" kamu mau bicara apa?" tanyaku memberanikan diri.
" kita duduk disana bentar ya" Riyandi menunjuk salah satu bangku didekat taman kost.
Aku hanya mengikuti kemana langkah Riyandi pergi. Dan akhirnya kami mengobrol panjang lebar.
" sekarang kamu bisa putuskan setelah aku ceritakan semuanya" kata Riyandi.
" aku belum bisa mengambil keputusan.Tolong beri aku waktu" jawabku.
__ADS_1
" Baiklah pikirkan lah baik baik ,aku tidak ingin kamu menyesal karena mengambil keputusan secara buru buru"
Akhirnya Riyandi meninggalkanku dengan permasalahan baru.
Dikamar kost.
" Bagaimana San, kalian bicara apa saja?" tanya Rahma yang melihatku dari tadi bengong.
" Riyandi memang pria brengsek. Bisa bisa nya dia menambah masalah baru dalam hidupku"
" memangnya dia bicara apa?" Rahma sangat penasaran.
" Dia punya pacar"
" ngagetin aja" aku mengelus dadaku yang sebenarnya tidak sakit.
" kalau begitu Riyandi menolak perjodohan ini kan?"
" Tidak juga" jawabku
__ADS_1
" maksud nya?"
" Riyandi akan menerima perjodohan ini dengan syarat dia tidak putus dengan pacar nya itu"
" apa apa an ini, benar benar cowok brengsek, bisa bisa nya kamu dijodohkan dengan pria seperti itu Sania"
" entah lah" aku membenamkan wajahku diantara dua lututku yang aku tengkuk.
" kamu yang sabar Sania, ini seperti makan buah simalakama"
" kalau aku menolak perjodohan ini, ayahku selama nya akan terlilit hutang dan bisa saja ayah Riyandi menuntutnya lewat jalur hukum. Dan sebaliknya jika aku tetap menerimanya aku akan merasa hidup dineraka selamanya karena aku tinggal dengan orang yang tidak mencintaiku"
" lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Rahma.
" aku akan mencari jalan keluarnya,dengan cara apapun aku harus melunasi hutang ayahku"
" kamu yang sabar San!" Rahma memberiku semangat.
Sejak hari itu aku dan Riyandi ditunangkan. Walau kami tidak sama sama mencintai. Ayah Riyandi meminta kami agar segera menikah.Tapi aku menolaknya secara halus. Aku beralasan ingin fokus kerja dulu. Dan Ayah Riyandi memberi aku waktu selama 3 bulan untuk memikirkannya lagi.Jika aku menolak pernikahan ini maka dengan tegas calon mertua ku itu menuntut ayah ku lewat jalur hukum.Aku tidak ingin itu terjadi, aku akan mencari cara agar aku bisa melunasi hutang ayahku segera.
__ADS_1
Sekali lagi aku merenung dengan takdirku. Dengan lika liku perjalanan cintaku selama ini apakah ini jalan terakhir untukku. Apakah aku harus memilih Riyandi sebagai suamiku, sedangkan dia tidak mencintaiku dan sebalik nya akupun begitu. Tapi ini sebuah keuntungan bagi ku ,jika aku menikahinya maka hutang ayahku akan lunas, dan tentu saja tidak akan ada yang namanya malam pertama.
...NEXT...