Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
05. Hampir ketahuan


__ADS_3

Ayah milka tampak marah karena tempat ini seperti sebuah persembunyian.


"tidak ada apa apa disini pak" kata dayat


" aku melihat rivaldi membawa seseorang" kata ayah milka


"itu bukan siapa siapa,saya tadi dengan ari pak" jawab rivaldi bohong.


"benar begitu ari" tanya ayah milka


" benar pak,itu tadi saya" ari ikut berbohong


"tadi seperti seorang perempuan"


"apa kalian menyembunyikan seseorang" kata ayah milka lagi


" tidak ada pak" mereka menjawab serempak.


Aku yang sendirian perempuan ditempat itu menjadi takut.aku mengintip dari celah ruangan.ayah milka membawa sebilah parang.menakutkan.


"aku ingin melihatnya" kata ayah milka


"silahkan pak,tidak ada siapa siapa didalam" mereka meyakinkan ayah milka


Pelan pelan ayah milka berjalan menuju pintu tempat aku bersembunyi.pintu perlahan dibuka ayah milka.tapi beliau tidak masuk ,hanya menengok dari luar.aku yang berdiri dibelakang pintu sejak tadi menahan napasku agar tidak bersuara.entah apa yang di inginkan ayah milka.atau mungkin beliau mengira yang bersama rivaldi tadi anak nya si milka.mungkin?


"bagaimana pak,apa bapak menemukan seseorang?" tanya dayat


"kali ini kalian lolos,kalau saja aku menemukan kalian membawa seorang perempuan atau bahkan kalian berpesta miras dan sebagainya aku tidak segan segan menghancurkan tempat ini" gertap ayah milka


"iya pak.disini aman" jawab teman temanku


Akhirnya ayah milka pulang.aku sudah tidak tahan dari tadi menahan napasku yang naik turun.aku menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya.


Rivaldi menemui didalam.


"hampir saja ayah milka menemukanku"kataku


"kamu tenang saja ada aku disini melindungi mu" jawab rivaldi


"memangnya kita mau ngapain disini?" tanyaku


"apalagi kalau bukan pacaran" jawab rivaldi.


Kami hanya berdua diruangan itu.dayat dan ari menunggu kami diluar.sudah satu jam kami didalam.hampir saja mahkota ku melayang.


"aku akan tanggung jawab" kata rivaldi


"aku tidak mau" jawab ku


"ayolah sania" bujuk nya

__ADS_1


"maaf rivaldi,aku tidak mau" jawabku


"baiklah,kalau kamu tidak mau"


"kamu jangan menyesal jika aku selingkuh"katanya


"aku tidak peduli" jawabku


"sebaiknya kamu aku antar pulang" kata rivaldi lagi.


Rivaldi mengantarku pulang.wajahnya terlihat kecewa.tapi aku tidak menyesal malah aku bersyukur harta yang berharga bagi ku tidak direnggutnya.


sejak itu rivaldi berubah,aku menerima konsekuensi nya karena tidak menuruti maunya.dia terlihat merayu wanita lain.


Ketika dirumah dayat,kami bertemu.raut wajahnya terlihat masam.dia mengabaikanku.


"ada apa dengan kalian?" tanya ratih


"kami sudah putus" jawab rivaldi


aku hanya diam mendengar perkataan rivaldi.okey tak apa apa.aku terima aku tidak ingin membahasnya.


"aku akan balikan dengan amanda" kata rivaldi lagi


"bagaimana dengan sania?" tanya ratih


"sania tidak mencintaiku lagi" jawab rivaldi.


Semenjak hari itu,aku masih kerumah ratih.tapi rivaldi tidak ada disana.aku hanya berdua dengan dayat.hatiku saat itu sangat kacau.aku curhat dengan dayat.tapi tak kusangka dayat ingin memanfaatkan kesendirianku.dayat ingin memaksaku.aku tidak mau.aku sudah menganggap dayat sebagai sahabatku,kakak dari sahabatku juga.Dayat marah,kenapa aku tidak mau dicium katanya.karena aku tidak suka.aku berhasil menghindar.dayat pun menyerah.


"baiklah lupakan saja kejadian hari ini" kata nya


"anggap saja tidak terjadi apa apa." katanya lagi.


Aku akui,aku bukanlah gadis yang baik baik lagi.ini semua karena igun.igun yang pertama kali mengajariku.tapi aku juga bukan gadis sembarangan yang mau saja dijadikan pelampiasan nafsu laki laki.aku melakukannya karena sama sama suka bukan karena terpaksa.Dan yang satu itu masih aku pertahankan.sampai aku punya suami nanti.itu janjiku.


Suatu hari aku sedang sibuk menyetrika baju.diluar rumah hujan turun .Tok tok tok...ada yang mengetuk pintu.


"sania,,sania,," teriaknya


"siapa?" teriakku


ternyata Rivaldi datang dengan pakaian basah karena hujan.


"ada apa kamu kesini,hujan hujanan lagi" tanyaku


"ratih memanggil kamu,katanya ada yang dia bicarakan penting" kata rivaldi


"ratih mau bicara apa?" aku penasaran


"aku tidak tahu.lebih baik kamu temui dia,aku pulang dulu" rivaldi pulang masih hujan hujanan .

__ADS_1


"kira kira ratih mau bicara apa ya?" aku bicara sendiri.aku yang penasaran pun berhenti menyetrika.aku ambil payung dan berjalan kerumah ratih yang jaraknya hanya 100 meter.


Dirumah ratih aku lihat ada ratih dayat dan rivaldi


"kata rivaldi kamu ingin bicara sesuatu ratih" tanya ku pada ratih


"ah tidak ada,kamu dibohongi rivaldi" kata ratih


"aku tidak pernah menyuruhnya memanggilmu" kata ratih lagi


"dasar rivaldi,kenapa kamu harus bohong sih.tadikan aku lagi sibuk.gara gara kamu pekerjaanku terbengkalai" aku marah


"maaf kan aku sania" rivaldi terkekeh


" aku pulang dulu" aku membalikkan badan ingin pulang


"tunggu sania! aku mau bicara" rivaldi menahanku


"bicara apalagi ,tidak ada yang perlu dibicarakan lagi"kataku


rivaldi memegang tanganku.


"sania,kita balikan lagi yuk.aku tidak ingin putus" rivaldi memohon.


semudah itukah kata kata yang keluar dari mulut seorang lelaki.habis manis sepah dibuang.itu lah pepatah yang pantas untuk ku.kemudian rivaldi mengajak balikan.rasanya hati ini benar benar dipermainkannya.


"Sudah akhiri saja rivaldi.aku tidak ingin mengulangnya.aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama.lebih baik kamu cari perempuan yang mau kau jadikan pelampiasan nafsumu tapi jangan aku" jawabku


"okeeey aku tidak akan memintamu kembali.kini kita benar benar putus" sahutnya dengan marah.


Aku hanya diam melihat dia kesal,hujan berhenti turun.aku pamit pulang.diperjalanan aku bertemu sandra.


"mau kemana kamu sandra?" tanyaku


"kerumah ratih." jawabnya


"oh,aku baru aja dari sana" kataku


"benarkah,kalau begitu aku kesana dulu ya" katanya lagi


"ya " jawabku


Aku tidak perduli apa yang akan dilakukan sandra disana.walau aku tahu disana masih ada rivaldi.sandra juga temanku.tapi aku kurang akrab dengannya karena setiap kali sandra melihatku seperti ada sebuah kebencian.entah karena alasan apa.yang pasti aku tidak pernah merebut pacarnya.atau mencuri mainannya.terus apa yang membuat dia tidak menyukai ku.aku tidak tahu dan tak ingin tahu.


Aku pulang kerumah dengan hati yang lega.aku sudah terbebas dari rivaldi.



Rivaldi mantan yang ke enam.putus karena aku tidak mau dipermainkannya lagi.


...next...

__ADS_1


__ADS_2