Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
78


__ADS_3

" kamu tetap disini, sebentar lagi dia datang" aku duduk berjarak dua meja dari Raihan. Kebetulan cafe yang kami datangi belum ramai pengunjung. sehingga membuatku leluasa melihat kedekatan mereka.


Huufff, ternyata aku disini cuma sebagai obat bakar saja, panas.


Raihan mengirimi aku pesan walau seharusnya kami tidak perlu melakukan itu.


" coba kamu lihat ke arah kanan, ada Bams disitu"


" masa sih?" aku membalas pesan nya.


Pelan pelan aku memalingkan wajahku ke arah kanan ternyata benar. Ada Bams disana juga duduk sendiri. Dia menyerumput minuman pesanan nya. Apa yang dilakukannya disini ya? apakah menunggu seseorang. Aku pura pura tak melihatnya saja. Raihan menghampiriku karena melihatku yang terlalu gelisah.


" your okey Sania?"


" yes" walau aku sedikit canggung. Sebenarnya Bams juga memperhatikanku. Aku serba salah takut kalau Bams salah paham. mungkin dia pikir aku dan Raihan mempunyai suatu hubungan.


" mana cewek tadi?" aku baru sadar kalau Raihan sudah sendiri. Cewek yang dia temui sudah meninggalkan cafe.


" sudah pergi"


" kenapa sebentar"


" katanya dia punya urusan lain"


" begitu"


" kamu mau pulang atau disini aja ?"


" baru juga bentar" tolak aku.


" siapa tau kamu kurang nyaman dengan beradanya Bams"


" gak apa lah, mungkin dia masih marah dengan ku" Bams memang memperhatikanku dari tadi tapi tak ada niat sedikitpun darinya untuk menghampiriku.

__ADS_1


" bagaimana menurut kamu tentang Indah"


" Jadi namanya Indah"


" iya ,Indah"


" cantik, namanya juga Indah"


" maksud aku bukan fisik nya, aku mau kamu menilai dari seluruh tubuhnya, dari raut wajahnya, apa dia cocok dengan aku" tanya Raihan


" maafkan aku Rai aku kurang fokus dengan perempuan tadi. Aku merasa gelisah dengan kehadiran Bams"


" ya sudah kalau begitu kita pulang saja."


Aku menuruti maunya Raihan.


Waktu itu aku bertengkar dengan Bams. Raihan yang mencoba menghiburku.


" San" panggil Raihan


" kayaknya Bams memang marah deh sama kamu"


" biarin aja"


" Kalau Bams marah sama aku gimana?"


" apa alasannya?"


" mungkin saja cemburu" Raihan tertawa


" ah mana mungkin, Bams tau kok kalau kita itu tetangga ,mana mungkin dia cemburu"


" kamu janji ya kalau nanti baikan jangan sebut sebut namaku" pintanya

__ADS_1


" iya kok aku tau"


Raihan selalu mengerti apa yang aku rasakan saat sedih. Dia akan selalu menghiburku. begitu juga saat terakhir kami bertemu.Dia membantu ku dalam kepulanganku.


" Sania?"


"iya"


" kalau boleh tau, mantan kamu sudah ada berapa?"


" Tumben nanyain mantan aku,kenapa?"


" dari Holand, Bams ,Dilan kenapa semuanya itu teman aku kecuali Bams"


" Tunggu kenapa nama Dilan disebut?" tanyaku


" karena mantan kamu juga kan?"


" apa dia ngaku gitu?"


" tanpa ngaku aku juga tau kalau Dilan juga suka sama kamu"


" Dilan sudah bahagia tidak perlu kita membicarakannya"


"Yang membuatku penasaran,Dilan berteman dengan Bams apa Dilan tidak risih jika bertemu Bams sedangkan Dilan tau kalau kamu itu mantannya Bams."


" kamu ini bicara apa sih Rai, tak perlu membahas hal yang tidak penting deh" pintaku.


Aku dan Dilan memang merahasiakan hubungan kami. karena memang ada hati yang harus dijaga.


" baiklah nona, kita tak usah membahasnya lagi" itu pertemuan ku dan Raihan terakhir kalinya.


Sepanjang malam aku mengingat masa lalu ku bersama Raihan sebagai sahabat. Dan akupun tertidur.

__ADS_1


Pagi pagi sekali aku terbangun aku bergegas kerumah Raihan. Jenazah Raihan pasti sudah tiba, tadi malam aku tertidur pulas sekali sampai tidak mendengar mobil ambulance yang datang.


...NEXT...


__ADS_2