
Ternyata selama ini Dilan diam diam juga menyukaiku, tapi kenapa baru sekarang saat aku terikat dengan Dani. Dan Dani sudah lama tidak menghubungiku. Aku mencek ponselku mungkin saja dari tadi dia menghubungi ,ternyata benar ada puluhan miscall yang terabaikan. Aku membaca pesan teks yang dikirimkannya.
" Kamu kemana saja? dari tadi aku telpon gak di angkat"
" Sania, kamu lagi ngapain?"
" apa kamu baik baik saja?"
" Tolong angkat telponku! Apa kamu marah padaku?"
Pertanyaan Dani yang bertubi tubi membuat aku bingung harus jawab apa. Tidak berapa lama Dani kembali menelponku.
" Sania kamu dimana?" tanyanya
" aku dirumah" jawabku terbata bata.
" kamu kemana saja, dari tadi tidak bisa dihubungi" tanyanya lagi
" itu aku,," aku gugup harus jawab apa.
" perasaanku tidak enak, kamu kenapa Sania?" kata Dani lagi.
__ADS_1
" Tadi aku pergi ,tapi handphone aku ketinggalan. "
" kamu pergi kemana saja ? dari pagi sampai malam begini? Jangan bilang kamu kerja lembur karena sekarang hari minggu. " cecar Dani.
Aku jadi teringat saat sebelum aku menjadi pacar Dani, aku masih menjadi kekasihnya Jodi.Saat itu aku sedang bersama Dani ketika kami berada di rumah orang tuaku dan tiba tiba Jodi menelponku. Jodi bertanya aku sedang apa? dari tadi tidak bisa dihubungi.
Dan aku menjawab "Tadi Aku mengantar adik sepupuku sekolah."
Dan Jodipun bilang " inikan hari minggu?"
Aku lupa saat itu hari minggu, ketika itu aku sangat ketakutan jika ketahuan, dan aku bilang " aku mengantar les private adik sepupuku dirumah gurunya ,maaf aku salah ngomong" Sejak saat itu Dani selalu menertawakanku ketika dia mengungkit kesalahanku itu. karena dengan jelas Dani mendengarkan semua pembicaraanku dengan Jodi. Ngakunya pergi kesekolah nyatanya bersama pria lain. Akupun jadi malu.
Kali ini Dani curiga, dia langsung mengganti telpon dengan sambungan video.
" tadi aku ke mall dengan Moli" maafkan aku Dani, aku berbohong.
Aku memperlihatkan barang belanjaanku.
" Aku beli ini" Senyumku tidak membuat wajah Dani berubah berhenti curiga. wajahnya nampak murung.
" Mulai sekarang kamu kurangi jiwa shopingmu" katanya.
__ADS_1
" Memangnya kenapa?" tanyaku.
" Aku tidak bisa memberi uang lagi untukmu" jawabnya.
Selama ini Dani yang menjamin kebutuhanku setiap bulan. Uang gajiku manalah cukup untuk semua keperluanku.
" kenapa?"
" ibu ku menyita semua fasilitas keuanganku".
" kenapa bisa begitu, apa karena aku?" aku bertanya penasaran.
" Sejak ayah meninggal ibu sangat mengatur ku. aku tidak bisa apa apa. aku harus menuruti apa mau nya ibuku. Tapi aku yakin suatu saat ibu akan kembali seperti dulu lagi, mungkin saat ini jiwa nya sedang depresi"
" jadi ini yang membuat kamu sedih" aku melihat wajah Dani yang semakin murung.
" kamu jangan sedih lagi ya, aku tidak apa apa kok, Aku akan dengarkan apa yang kamu minta" kataku.
" baguslah, kamu baik baik disana ya, aku akan kembali setelah masa cutiku berakhir" kata Dani lagi
Pembicaraan pun berakhir. Dani menutup telpon setelah panjang lebar mengutarakan perasaan nya selama ini. Aku merasa sedih karena aku tidak bisa menemaninya disaat dirinya butuh perhatianku. Dan aku juga sedih jika Dani sudah tidak bisa menjamin perekonomianku. Ini gara gara aku ! Bukan, ini gara gara ibunya yang tidak menyukai ku. Bersusah payah aku mendapatkan hati Dani selalu saja ada penghalang bagi usahaku. Jujur sekarang aku berubah menjadi wanita jahat, aku tidak peduli lagi dengan namanya cinta dan ketulusan ,semuanya palsu. Yang ku lakukan hanyalah semata untuk kesenanganku. Apalagi sekarang aku dan Dani hubungan jarak jauh. Aku mulai tidak mempercayainya, meskipun dia setia,tapi tidak jamin dengan rasaku.
__ADS_1
......next......