Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
95


__ADS_3

" Selama ini aku juga berteman dengan Milka tapi aku tidak tau kalau Milka adalah calon istri Endi. Endi tidak pernah menceritakannya padaku begitu juga dengan Milka" kataku.


" Mereka memang sudah lama pacaran San. aku pikir kamu sudah tau tentang hubungan mereka sejak lama?" kata Sella.


" aku tidak tau sama sekali Sella" jelasku


" mereka memang pasangan yang penuh rahasia" kata Sella lagi.


" sepertinya begitu" jawabku


" lalu bagaimana dengan mu, masa keduluan Endi?" tanyaku lagi


" aku sudah sering berdoa pada Tuhan tapi mungkin memang belum ketemu dengan jodohku. lalu aku harus bagaimana?" Sella bersedih.


" kamu yang sabar ya ? " aku mencoba menghibur Sella.


" ingat kamu harus datang dipernikahan Endi.karena aku sudah menganggap kamu seperti adikku sendiri Sania"


" kayaknya gak bisa datang deh"


" kenapa?"


" aku gak sanggup Sell"


" kamu masih punya rasa pada Endi.?"


" kayaknya aku masih belum terima melihat Endi bahagia walau selama ini kami hanya berteman saja.


" kamu sudah punya anak dan suami Sania, tidak perlu lagi mengingat masa lalu".

__ADS_1


" aku hanya tidak ingin melihat Endi bahagia "


" kamu jahat Sania" kata Sella.


" aku hanya belum bisa menerima kenyataan kalau istri Endi itu Milka."


" karena Milka berteman denganmu?" tanya Sella.


" bukan itu, aku tidak terima karena aku tidak bisa mendapatkan cinta Endi, sedangkan dulu aku sangat mencintainya"


" kalian tidak berjodoh Sania, kamu sudah mendapat Riyandi yang mencintaimu"


" aku tidak peduli dengan Riyandi."


" tapi kalian terikat pernikahan cukup lama"


" aku juga tidak mengerti. Rasa ini bukan untuk Riyandi walau raga ini miliknya se utuhnya."


Sella pergi begitu saja.


Aku memang benar benar tidak bisa menghadiri pernikahan Endi. Aku tidak bisa melihat nya bahagia. aku meminta adikku si Putri yang menggantikan kehadiranku. Dan membawakan kado untuknya. Aku sengaja memberikannya selembar selimut, agar dia selalu mengingatku ditiap tidurnya.Selimut yang senantiasa menghangatkan tubuhnya ketika kedinginan bukan tubuh istrinya.


Puluhan purnama telah berganti,tahun pun berganti tahun. Suatu ketika aku melihat Endi duduk diteras rumah lia sendirian. Ini kesempatan untukku bertemu dengannya secara langsung. Biasanya kami hanya bisa ngobrol lewat pesan singkat. Aku hanya ingin membuktikan pada diriku sendiri apakah rasa itu masih ada. Kebetulan ibu nya Lia sedang menyiram tanaman dikebun depan.


" selamat pagi tante?" sapa ku pada ibu nya Lia.


" eh Sania. apa kabar?" Tante Yasmin segera melepas alat penyiram tanaman dari tangannya.


" baik tante" sahutku . Aku segera mengulurkan tanganku memberikan salam hormat pada tante Yasmin ibunya Lia,teman ku.

__ADS_1


Endi yang dari tadi duduk diteras pun ikut berdiri melihat kedatanganku.


" Sania, apa kabar? " tanya nya.


" Baik ,ndi" jawabku


" Lia nya ada?" aku pura pura mencari Lia, teman ku waktu kecil.


" ada di dalam" sahutnya.


" biar aku panggilkan" kata Endi lagi.


" gak usah , Kamu langsung masuk aja Sania. Lia nya ada kok di dalam" sahut tante Yasmin melarang Endi memanggil Lia keluar.


" gak apa apa nih tante?" tanyaku.


" biasanya juga gitu kan" kata tante Yasmin sambil tersenyum padaku.


Aku memang termasuk akrab dengan keluarga Lia ,apalagi sella kakak perempuan Endi dia orang yang ku anggap seperti kakak ku sendiri. Hanya aku dan Endi yang selalu jaga jarak.


Akupun langsung masuk kerumah Lia dan memanggilnya karena aku tau dirumah nya hanya ada dirinya.


"Liaaa" teriakku


"iyaa" sahutnya


Tiba tiba Lia keluar dari kamar mandi.


" aaaaaa" teriaknya

__ADS_1


...next...


__ADS_2