Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
41


__ADS_3

Aku merebahkan tubuhku dikasur setelah seharian berkeliling mencari pekerjaan. Ternyata tidak semudah aku bayangkan mencari pekerjaan yang sesuai dengan kriteria pendidikanku.


" San, kamu dimana?" olivia menelponku


" kamu udah pulang? " aku balik nanya


" iya" jawabnya


" ya udah aku kesana ya" aku tutup telponnya dan bergegas ke tempat Olivia.


Ditempat Olivia aku ceritakan semua yang aku alami hari ini.Tak ada satu pun cerita yang terlewat.


" Maksud kamu yang dekat swalayan itu kan" tanya Olivia


" iya benar yang itu" jawabku


" Astaga San itu bukan tempat jualan biasa,emangnya kamu gak tau itu tempat jualan apa?" tanya Olivia.


" Emang jualan apa via, aku tau itu hanya tempat jualan makanan dan minuman biasa" sahutku


" Iya emang, tapi itu cuma akal akalan nya aja,sebenarnya itu tempat ++ " jelas via.Aku semakin tidak mengerti apa maksud Via.


" sudah lah,jangan kerja disana,emang kamu mau jual diri." kata Via lagi.


" Jual diri" aku kaget, aku baru paham. Ternyata bantu bantu jualan itu cuma kedok, tapi sebenarnya tempat itu untuk jualan yang lain.


" Aku gak mau" sahutku. Jelaslah aku gak mau jadi begituan walau aku sadar aku tidak suci lagi.

__ADS_1


" untunglah kamu cerita sama aku,hampir saja kamu terjerumus San" Olivia meninggalkanku .


Aku kembali teringat Jodi, hubunganku bersamanya tinggallah puing puing kenangan. Aku lupa menyatakan.


...Jodi mantanku yang ke lima belas. putus karena kami belum berjodoh...



" Via, malam ini aku tidur disini ya?" aku merebahkan tubuhku dikasur empuk milik Olivia.


Via yang baru keluar dari kamar mandi menyahut


" Terus kalo tidak tidur disini kamu mau tidur dimana?"


" Aku sudah punya kontrakan" jawabku


" Aku gak mau ngasih tau, ntar kamu kasih tau Eril" aku merahasiakannya


" Jahat kamu ya main rahasia rahasia an, Aku gak bakalan kasih tau Eril kok"


" iya gak sama Eril tapi ceritanya ke Agus, si Agus mulutnya ember sampe deh ke Eril"


"kamu kok gitu amat sih San" Olivia ngambek.


" biarin" aku tertawa.


Olivia mengerti kenapa aku terlalu privacy dengan tempat tinggalku.

__ADS_1


Pagi pagi sekali aku sudah meninggalkan olivia, karena dia harus pergi bekerja. Sedangkan aku harus melanjutkan hidupku yang tidak tau harus ngapain. Aku tidak tahu bagaimana lagi cara nya mencari pekerjaan,tabunganku mulai menipis. Pagi ini aku hanya sarapan dengan telor ceplok dan sebungkus mie instan. Cukup lah untuk bertahan hidup selama satu hari.Aku mengintip keluar. Tetangga ku nampak sibuk menggedong bayinya mondar mandir didepan kontrakanku .Sebagai tetangga yang baik aku mencoba berkenalan.


" diem donk sayang" wanita itu mencoba menenangkan bayi nya yang sedang rewel.


" Anaknya lagi rewel ya mbak" Aku yang sok akrab .


" Iya nih,kayaknya demam" wanita itu masih saja gelisah mendiamkan anaknya yang sebentar bentar menangis.


" gak kerja ya mbak" dia menanyaiku


" iya mbak, lagi cari pekerjaan nih,belum dapet" kataku. Wanita itu memandangku dari ujung kaki sampai ujung rambut. Aku jadi parno jangan jangan dia mau memperkerjakanku ditempat yang gak bener kayak bapak yang aku temui kemaren.


" wah kebetulan banget mbak, kamu bisa bantu aku gak" dia seperti bersemangat.


Bantu, bantu apa an ya,,apa jadi baby sitter bayinya!


"bantu apa mbak" tanyaku


" gini, sekarang kan aku lagi cuti melahirkan,dikantor aku lagi memerlukan pengganti aku. pekerjaannya gak berat kok cuma nganter nganter dokumen/surat gitu.kalau kamu mau aku bisa bilang ke atasan kalau kamu yang gantiin sementara." jelasnya


"tapi aku gak punya motor mbak" jawabku.


" tenang aja, kamu bisa pakai motor aku.Hitung hitung kamu bantuin aku.kamu cukup standby depan ponsel nanti kalo ada perintah baru kamu bekerja.jadi kamu bisa santai dirumah.tidak dikantor melulu."


"cuma begitu" aku penasaran, aku pengen mencoba pekerjaannya.


" iya,nanti aku hubungi bos aku ya.biar dia melihat kamu langsung. aku minta nomer ponselmu . bentar, anak ku tertidur aku kedalam dulu ya". wanita itu masuk kedalam kontrakannya yang bersebelahan dengan kontrakanku.

__ADS_1


...Next...


__ADS_2