Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
46


__ADS_3

" Kamu menolak aku?" tanyaku pada Dani


" tentu saja" katanya lagi dengan wajah cemberut.


" maksudnya?" aku dibuat bingung oleh Dani, apa Dani marah padaku.


" Seharusnya aku yang berkata begitu,bukan kamu sania" Mata Dani menatap wajahku


Aku tersenyum ,Dani menerima cintaku. Kamu berhasil Sania, setidaknya kamu tidak sendiri lagi dikota besar ini, ada seseorang yang akan melindungi kamu lagi.( Ternyata cintamu tidak tulus Sania) kamu memanfaatkan kehadiran Dani, bagaimana dengan Dilan? Bagaimana dengan cintamu yang lain?.


Setelah beristirahat seharian dokter mengizinkan ku pulang kerumah. Masih dengan Dani yang setia menemaniku .



"Terima kasih kamu sudah mejagaku disini"


" Sebaiknya kita segera pulang,tidak baik berlama lama disini" kata Dani


Aku turun dari bangsal rumah sakit.


" hati hati, pelan pelan saja jalannya" Dani memperhatikan langkahku.


Dani yang ku kenal pertama kali dibandara. beberapa waktu yang lalu .Sekarang sudah menjadi pacarku, aku berharap dengan hadirnya Dani aku akan mampu melupakan Jodi. Kami sudah berada di kamar kos ku.

__ADS_1


" Istirahat lah,jangan lupa minum obat" Dani sangat perhatian padaku. Dia meletakkan semua keperluanku disamping tempat tidur. Aku merebahkan tubuhku dikasur ku yang kecil dan tipis, mencoba untuk beristirahat.


" Terima kasih untuk hari ini" Aku meraih tangan Dani.


Segera Dani melepaskan peganganku pelan pelan.


" Jangan terlalu banyak main handphone, segera lah tidur. Dan satu lagi, untuk beberapa hari kedepan tidak usah menggunakan pembasmi nyamuk. Sepertinya semua nyamuk disini sudah punah sampai keanak cucu nya. Mereka pasti takut datang kesini lagi " Dani bercanda dengan senyumnya yang khas.


" kamu ngeledek aku ya?" aku geli dengan kelakar Dani. kami pun tertawa. Inilah yang membuat aku suka dengan Dani, Dia mampu membuat sedihku hilang.


Sejak hari itu Dani sangat perhatian padaku.Tiap hari bahkan tiap jam dia selalu menanyakan kabarku. Ya, tempat tinggal kami terpisah lumayan jauh, Apalagi Dani seorang aktivis, dia mahasiswa yang aktif. Usia kami selisih satu tahun,Dani lebih muda dari aku, di usia seperti ini adalah saat dimana darah muda nya bergejolak.Dia terlalu sibuk dengan kegiatannya,tapi tidak pernah lupa dengan perhatiannya walau hanya lewat telpon. Waktu apel pun jarang,kadang 2 minggu sekali kadang sebulan sekali.


"bagaimana kabarmu?" tanya Dani saat apel kekos.


"kamu bisa lihat sendiri kan, aku baik baik saja" jawabku


" kamu yakin kalau kita berpacaran ?" pertanyaanku membuat Dani bingung


" maksud kamu?" wajahnya yang putih ,matanya yang indah langsung menatap wajahku dengan penasaran.


" Aku boleh nanya gak?" aku kembali bertanya


" apa?"

__ADS_1


" mantan kamu ada berapa?Jawab jujur!" tanyaku lagi


" satu, dulu waktu pertama kali masuk SMA ,aku pernah pacaran tapi tidak lama kami putus" Dani bercerita


" kenapa?"


" karena dia selingkuh, dia lebih memilih temanku"


( Pantesan Dani tidak peka terhadap situasi sekarang ,beda denganku yang beberapa kali berganti pacar)


"hmmm" aku hanya bergumam


" kenapa kamu menanyakan itu" katanya lagi


" ah tidak. Aku hanya ingin tau firstkiss kamu sudah diberikan untuk siapa" malu malu aku mengatakannya


" aakhh,sekarang aku mengerti maksudmu" Dani mendekatkan wajahnya padaku.


"bukan ,bukan itu maksudku?" aku menarik wajahku, dan menghalangi pandangannya dengan kedua tanganku


" lalu kamu mau nya apa?" tanya Dani.


(ih Dani kurang peka, iya aku mau,tapi bukan karena aku yang minta, tapi karena inisiatif kamu sendiri. Dani benar benar kurang peka, gerutu ku dalam hati)

__ADS_1


" bukan apa apa" aku malu sendiri.


...Next...


__ADS_2