
Aku memeluk Jodi.
" Jangan tinggalkan aku lagi " rengek ku
" Aku akan terus bersama mu Sania" Jodi mengusap rambutku, dengan tangannya. Tiba tiba pintu terbuka kembali.
" Jangan bergerak, anda sudah dikepung" Polisi masuk kedalam kamar menodongkan pistolnya.
Aku kaget ,Jodi segera melepaskan pelukanku.
Jodi diseret paksa pak polisi.
" Sania tolong aku Sania" teriak Jodi
" Jodi"
" Jodi"
"Jodi"
Aku kaget dan langsung terbangun dari mimpiku. Napasku terengah engah, ternyata aku bermimpi. Jodi, bagaimana keadaanmu disana. Apa aku harus menemuinya?
__ADS_1
Ya aku harus kesana! tapi aku tidak tau dia ada dimana. Aku takut terseret kasusnya. Aku tidak mau di introgasi polisi. Aku takut!.Pasti Jodi memerlukan dukunganku tapi aku harus bagaimana lagi. Sebaiknya aku segera meninggalkan kota ini. Aku juga takut Eril menemukan aku lagi.
Pagi ini aku terbangun dari tidurku. Setelah berpikir panjang. Aku memutuskan menemui Jodi. Dari tadi Jodi hanya menundukkan wajahnya. Aku juga banyak diam. Sampai akhirnya Jodi bicara.
" Maafkan aku Sania, aku tidak seperti yang kau inginkan. Aku hanya pria ba**ngan. Aku tak pantas untukmu. "
" Aku harus bagaimana?" tak terasa airmataku menetes
" Pergilah,lanjutkan hidupmu. Tak perlu kamu menungguku. Aku tak pantas ditunggu. Temukan seseorang yang lebih baik dariku."
" Tapi aku menerimamu apa adanya"
" kamu tidak akan bahagia denganku" jawabnya
" Aku tak membutuhkanmu lagi" itu kata terakhir Jodi, Jodi berdiri dan kemudian meninggalkanku. Kalimatnya sungguh menyayat hati.Sakit sekali. Aku menangis sesegukan, Sampai akhirnya penjaga memintaku untuk meninggalkan ruang tersebut.
Sungguh sadis perkataan Jodi yang ku dengar,setelah dia mengisap sarinya kemudian mencampakkannya. Itulah kata yang pantas untukku. Aku merasa diri ini tiada berarti lagi. Dengan tubuh lunglai ku melangkah keluar meninggalkan Jodi,meninggalkan semua kenangan kami berdua. Aku harus bertahan hidup dikota besar ini seorang diri. Hidup dengan kekotoran.
Aku sudah berada dikos Olivia. Rasanya kurang nyaman tinggal disini. Aku harus mencari tempat sendiri. Aku tidak ingin Eril menemukan ku disini, aku terlalu benci padanya. Dengan menggunakan motor Olivia aku pergi berkeliling mencari kontrakan terdekat. Dan aku mendapatkannya, kontrakan yang tidak terlalu besar hanya tempat tidur dan dapur. Tidak ada yang perlu aku beli.Kontrakan ini sudah mnyiapkan isi rumah yang aku butuhkan. Tidak banyak, hanya kasur dan alat untuk memasak.
Aku membongkar koper ku. Semua dokumen penting aku simpan disana. Aku menyiapkan surat lamaran kerja ku. Ada beberapa amplop coklat yang sudah ku siapkan. Aku membuka beberapa situs lowongan pekerjaan. Tak ada yang pas dengan kriteria pendidikanku. Aku berkeliling pertokoan mungkin saja ada lowongan untukku. Sudah beberapa buah tempat aku datangi. Toko kue,toko bunga,warnet,swalayan,semuanya menolakku.
__ADS_1
"mungkin anda memerlukan seseorang dibagian kasir, saya butuh sekali pekerjaan pak" kataku memohon pada pemilik toko kue.
"maaf, kami mencari karyawati yang bisa membuat kue bukan kasir"
"Tapi saya tidak bisa membuat kue pak" jawabku jujur.
" kalau begitu saya tidak bisa menerima kamu bekerja disini" aku ditolak.
" mungkin suatu hari bapak memerlukan seorang kasir saya siap dipanggil pak. Ini lamaran kerja saya, nomor telpon saya ada disini pak"
"baiklah, biar saya simpan surat lamaran ini" pemilik toko mengambil dokumen yang aku berikan.
"terima kasih pak." Aku meninggalkan toko kue tersebut.
Dilain tempat.
" maaf mbak, kami mencari karyawan bukan karyawati."
" tapi pekerjaan ini sesuai dengan kriteria pendidikan saya"
" benar mbak, tapi disini pekerjanya laki laki semua. "kata orang itu
__ADS_1
" begitu ya" aku menyerah ini tempat ketiga ku ditolak.
...next...