Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
45


__ADS_3

"Sania Sania buka pintu" pintu terus diketuk


" Apa kamu didalam" Mbak Yani terus saja menggendor pintu yang dari tadi aku halangi dengan bangku yang berat.


Tenaga mbak Yani lumayan besar dia mampu mendorong bangku dari tempatnya dan segera masuk kontrakanku yang kecil. Mbak Yani kaget dan berteriak saat melihat tubuhku tergeletak di atas kasur tipis. Mulutku mengeluarkan busa.Aku keracunan.


" Sania Sania, bangun sania. " mbak Yani mencoba menyadarkan aku.


Tiba tiba ponselku berdering. Mbak Yani langsung mengangkat telpon.


Ketika aku sadar, aku melihat sekelilingku. Tembok putih bersih dengan gorden biru muda di samping tempat tidurku. Tanganku terpasangkan infus. Tubuhku lemas. Aku dirumah sakit. Aku mendengar seseorang yang ku kenal suaranya berbicara dengan seorang laki laki.


"Semuanya sudah beres.mbak tenang saja.biar saya yang jaga Sania disini" kata laki laki itu.


" Terimakasih. kalau begitu saya pulang dulu. ini ponsel Sania,titip ya" suara mbak yani.


" iya mbak" sahut laki laki itu.


Ternyata mbak Yani mengantar aku kerumah sakit ini. Dan siapa laki laki itu?


Aku mencoba bangun dari tempat tidur ,mencari posisi ternyaman untukku duduk.


" Kamu sudah sadar?" laki laki itu menyibak gorden didepanku.


" Dani ,bagaimana kamu bisa ada disini?" tanyaku


" mbak Yani yang memberitahu ku" jawabnya


" kepalaku pusing" aku menekan depan kepalaku.

__ADS_1


" Sebaiknya kamu istirahat dulu, jangan banyak bergerak" jelas Dani.


Aku kembali merebahkan tubuhku karena kepala ku masih pusing.mungkin karena terlalu banyak menghirup racun serangga.


" Ini ponselmu" Dani meletakkannya di atas meja disamping tempat tidur.


" saat kamu pingsan ,aku menelponmu beberapa kali. Dan mbak yani yang mengangkatnya, dia memberitahuku tentang keadaanmu" jelas Dani lagi.


Aku ingat tadi malam aku mencoba bunuh diri dengan menyemprotkan satu botol racun serangga. Ketika aku pingsan aku tidak mengingat apa apa lagi.


" Terimakasih ya kamu sudah disini"


" Sania, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Dani


" Aku putus asa Dan"


Aku kembali bangun,dan aku menangis sesegukan.


" Aku sudah tidak berguna lagi, aku perempuan yang tidak beruntung" Aku menarik kakiku dan menundukkan wajahku ke lutut. Aku mengeluarkan semua uneg uneg ku sambil sesegukan.


Dani menatapku dengan kasihan. Tangannya meraih pundakku. Dia mendekatkan tubuhnya dan duduk disampingku.


" Masih ada bahuku untuk bersandar, menangislah sesukamu"


Aku mengangkat kepalaku dan menatap wajah Dani yang polos.


" Emang nya kamu siapa, pacar bukan!" tanyaku ketus


Dani kaget, barusan nangis sekarang udah jual mahal lagi.

__ADS_1


" Kamu kan nangis, aku rela kok jadi teman curhatmu" jawab Dani.


" Namaku Sania, gadis yang tangguh menghadapi kenyataan. Aku tidak boleh menyerah" aku mengusap air mataku ,merapikan rambutku yang berantakan.Perasaanku sudah plong setelah aku bercerita pada Dani semua masalahku.


Dani tambah merasa aneh dengan sikapku.


Gadis yang aneh, tadi aja nangis nangis putus asa tiba tiba udah semangat lagi.


" Gitu donk, hidup harus semangat" kata Dani lagi.


" aku akan melupakan semua masalahku dan akan memulai nya dari awal" Sania kembali semangat


" Aku senang mendengar nya" kata Dani sambil tersenyum manis


" tapi " aku menggantungkan kata kata ku


" tapi apa?" Dani penasaran


" tapi kamu harus jadi pacarku " kataku percaya diri.


" kamu tidak demam kan? sudah minum obat kan?" Wajah Dani menjadi datar, tangannya memegang dahi ku memastikan suhu tubuhku panas atau tidak.


" tentu saja tidak. Aku sudah sehat kok"


" Semakin kesini aku semakin takut denganmu" katanya lagi, Dani mencoba duduk menjauh.


" Memangnya kenapa?" kataku lagi .Apa aku salah? Apa Dani menolak pernyataan cintaku?


...Next...

__ADS_1


__ADS_2